Jumat , 3 Agustus 2018
Home / Pendidikan / Dampak Gempa Bumi Lombok, Siswa Diliburkan Tujuh Hari  

Dampak Gempa Bumi Lombok, Siswa Diliburkan Tujuh Hari  

LOTIM, DS – Sebanyak 200 siswa yang bernaung di Yayasan Lembaga Pendidikan Maraqittalimat  di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, terpaksa diliburkan setelah gedung sekolah mereka rusak berat akibat diterjang gempa yang menguncang wilayah tersebut pada Minggu (29/7) lalu.

Tiga jenjang sekolah yang diliburkan masing-masing Paud, Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan SMK Maraqittalimat. Tujuh dari delapan lokal bangunan kelasnya dalam kondisi rusak berat dan nyaris ambruk.

“Ratusan murid di tiga jenjang pendidikan sejak gempa sampai saat ini langsung diliburkan karena memang kondisi bangunan sekolah tidak bisa digunakan lagi untuk belajar,” kata Kepala SMK Maraqittalimat Sembalun Bumbung, Ainudin SPd, menjawab wartawan, Selasa (31/7).

Selain karena sekolah mereka mengalami kerusakan parah, banyak dari para siswa yang juga menjadi korban gempa karena rumah mereka ikut rusak.

Menurut Ainudin, para siswa diliburkan selama tujuh hari merujuk adanya edaran dari BMKG yang telah diteruskan oleh aparat desa setempat kepada seluruh lembaga pendidikan terkait masih adanya gempa susulan yang terjadi di Wilayah Sembalun dan sekitarnya hingga kini.

Meski demikian, pihaknya berencana akan mengaktifkan kembali proses belajar mengajar pada sekitar Kamis (2/8) mendatang.  “Kami akan dor to dor menemui wali murid untuk menyolisasikan rencana mengaktifkan proses belajar mengajar itu mulai malam ini hingga Rabu besok,” ujar Ainudin. “Insya Allah, kami rencanakan akan membangun tenda di halaman sekolah untuk mengaktifkan proses belajar mengajarnya. Persiapan kita sudah siap 100 persen,” tambahnya.

Ia menjelaskan, estimasi kerusakan bangunan sekolah tujuh lokal itu mencapai Rp 1,4 miliar merujuk pembangunanya satu lokal menghabiskan dana sebesar Rp 200 juta.

“Hampir seluruh gedung dindingnya retak. Ini belum termasuk 10 komputer dan bangku-bangku sekolah yang juga rusak. Termasuk, pagar sekolah di sebelah timur juga telah roboh,” jelas Ainudin.

Ia berharap pemerintah daerah dan pusat agar membantu pendanaan terkait rusaknya bangunan sekolahnya itu. Selain itu, trauma haling bagi siswa korban gempa agar mulai dilakukan secepatnya.

“75 persen siswa kami tidak berani balik ke rumahnya karena khawatir bangunannya roboh. Disini kita minta bantuannya. Termasuk, pembangunan ruang kelas yang rusak itu,” tandas Ainudin. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Obor Asian Games 2018 Tiba di Lombok, Menko Maritim Pimpin Kirab 

MATARAM, DS – Obor Asian Games 2018 direncanakan  tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *