Rabu , 5 September 2018
Home / Pemerintah / Satgasgabpad Bencana Lombok Butuh Tambahan Alat Berat
Mayjen TNI Madsuni

Satgasgabpad Bencana Lombok Butuh Tambahan Alat Berat

MATARAM, DS – Sebanyak 48 unit alat berat telah dikerahkan  Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Satgasgabpad) untuk merobohkan permukiman warga, fasilitas publik, dan fasilitas sosial di sejumlah wilayah yang terdampak gempa di wilayah Pulau Lombok maupun Sumbawa.

Pembersihan puing-puing bangunan pada fase rekontruksi ini terus dikebut aparat TNI selama masa transisi menuju pemulihan.

“Ratusan alat berat berbagai jenis ini, kita fokuskan merobohkan rumah warga yang sudah tidak layak huni serta membersihkan puing-puing bangunan yang hancur akibat gempa bumi untuk selanjutnya bisa dilakukan pembangunan kembali,” ujar Panglima Kogasgabpad, Mayjen TNI Madsuni, menjawab wartawan di Posko bersama penanggulanan bencana alam NTB di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, Selasa (4/9) sore.

Pada tahap rekonstruksi dan rehabilitasi gempa Lombok ini pihaknya membagi dalam empat sektor kewilayahan. Sektor satu meliputi wilayah Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Lombok Tengah. Sementara, sektor dua meliputi Lombok Utara, sektor tiga terdapat di  Kabupaten Lombok Timur.

“Selanjutnya, sektor empat meliputi Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat,” ucap Madsuni.

Menurut dia, pada seluruh sektor kewilayahan itu berbagai institusi akan terlibat, yakni kalangan pemerintah daerah, BNPB, termasuk diantaranya para relawan.  Namun khusus tugasnya, akan difokuskan menyasar bidang infrastruktur, sosial, ekonomi serta penanganan pengungsi.

Madsuni menuturkan, kendati kinerja jajarannya telah dipacu dengan optimal, titik berat perobohan rumah yang sudah tidak layak huni dan pembersihan puing-puing akan bisa maksimal jika dilengkapai alat berat yang mencukupi.

Sebab, kata dia, dalam kalkulasinya sekira 48 alat berat yang ada itu bisa melaksanakan tugas maksimal hanya selama 3-4 bulan saja. “Sehingga, jika ingin optimal, maka alat berat itu perlu ditambah. Idealnya, tambahan alatnya harus sekitar 20 unit alat berat lagi baru bisa maksimal kita bekerja secara fokus sesuai target waktu yang telah ditetapkan,” jelas Madsuni.

Sebanyak 48 alat berat yang kini berada dilapangan itu merupakan milik swasta sebanyak 28 unit dan milik TNI sekitar 20 unit.

Madsuni menjelaskan, saat ini konsentrasi pembersihan puing-puing rumah dilakukan di Lombok Utara mengingat wilayah tersebut adalah yang paling parah terkena dampak gempa yang mengguncang Lombok sejak Juli lalu. Titik lainnya terdapat di Lombok Utara dan Lombok Barat.

Berdasarkan data posko penanganan darurat bencana gempa Lombok, sebanyak 83.392 permukiman rusak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.303 permukiman sudah diverifikasi. Lebih dari 1.500 rumah selesai dibongkar dan dibersihkan untuk kemudian dibangun kembali.

Madsuni mengakui ada sekitar 30 ribuan lebih rumah yang sudah diverifikasi, namun pihaknya memprediksi angkanya akan bertambah terus.

“Oleh karena itu, pengecekan yang biasanya membutuhkan waktu sangat lama. Tadi di rapat koordinasi, kami dorong agar bisa dipercepat. Harapannya, kita bisa menyasar wilayah pelosok di tahap selanjutnya. Apalagi, pembersihan puing-puing bangunan untuk tahap awal kita fokuskan di akses jalan utama terlebih dahulu,” tandas Mayjen TNI Madsuni.

Terkait  pencapaian kegiatan pembersihan dan perobohan rumah tidak layak huni saat ini, Madsuni mengakui, prosentasenya sudah mencapai rata-rata antara 8-10 persen dari total jumlah keseluruhan yang menjadi sasaran utama mencapai 24.040 unit rumah. Menurutnya, lokasi yang sudah dibersihkan siap dibangun sebanyak 1.565 rumah dan 86 fasilitas umum atau setara dengan 6 persen.

Selain kebutuhan alat berat, kebutuhan yang mendesak saat ini adalah logistik bahan makanan.  Sebab, dengan berakhirnya masa tanggap darurat, cadangan bantuan di gudang Komando Tugas Gabungan (Kogasgabpad) untuk pengungsi makin menipis.

Apalagi, saat ini terus terjadi adanya gempa susulan, sehingga warga belum sepenuhnya beraktifitas seperti semula. “Kami berharap bagi donatur yang akan menyumbang,  kebutuhan mendesak saat ini adalah bahan makanan dibandingkan dengan pakaian,” pungkasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

WAGUB NTB LANTIK PENJABAT BUPATI LOMBOK TIMUR

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., M. Si secara resmi  mengambil sumpah dan melantik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *