Senin , 12 Juni 2017
Home / Pemerintah / Pangdam : Swasembada Pangan Tak Sukses, Aparat TNI Siap Tidur di Sawah
Gubernur NTB didampingi istri saat menerima Pangdam IX Udayana, Mayjen Komaruddin Simajuntak

Pangdam : Swasembada Pangan Tak Sukses, Aparat TNI Siap Tidur di Sawah

MATARAM, DS – Berhasilnya pembangunan yang kini terjadi di wilayah NTB tidak lepas dari kerjasama dan kebersamaan dari berbagai unsur pemerintah diantaranya pelibatanr TNI, Polri dan seluruh alat negara untuk menangani permasalahan yang muncul di tengah masyarakat.

Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengatakan, pihaknya mengapresiasi pihak TNI yang sejauh ini keberadaanya dapat bersinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat NTB. Sehingga, tujuan bangsa ini didirikan oleh pejuang bangsa dapat terwujud dengan baik di wilayahnya.

“Kami merasakan betul kerjsama yang terjalin selama ini,” ungkap Gubernur disela-sela ramah tamah bersama Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal, Komaruddin Simajuntak di Pendopo Gubernur NTB, Rabu malam (3/5).

TGB mencontohkan, bantuan nyata yang diberikan aparat TNI dan aparat kepolisian, serta seluruh alat negara di NTB, terkait penuntasan sengketa lahan seluas 109 hektar di kawasan KEK Mandalika Resort.

Menurutnya, penyelesaian lahan tersebut sebelumnya telah melewati waktu panjang yakni 29 tahun lamanya. Dimana, berbagai ujian dan tantangan selama rentang waktu tersebut sering ditemui pemprov dan pemda lainnya di NTB.

Karena dukungan dan kerjasama dari aparat TNI, Polri, beserta masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan, masalah tersebut dapat terselesaikan dalam jangka waktu kurang dari enam bulan.

“Saya bersama Pak Kapolda, Danrem, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Pak Kabinda, di bawah supervisi Pak Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan. Kala itu, kita bekerja bagaimana menghadirkan solusi. Yakni, orientasinya solusi dan sekali bekerja,” tegas Gubernur.

Ia mengakui penyelesaian singkat di KEK Mandalika itu menuai apresiasi dari Pemerintah Pusat. Hal itu ditandai kedatangan Deputi dari Sekretaris Kabinet yang khusus ke NTB memotret pola yang dilakukan di NTB dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pola penyelesaian yang dibakukan dalam bentuk produk hukum, yakni berbentuk Perpres, dengan mengadopsi pola penyelesaian Mandalika akan dilakukan pada penuntasan kasus serupa di daerah lainnya di Indonesia,” ujar Gubernur.

Terpisah, Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal (Mayjen), Komaruddin Simajuntak menyampaikan kahadiran anggota TNI tidak lain membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta Gubernur untuk tidak segan menugaskan anggotanya membantu pemerintah.

“Di tingkat Pusat, panglima tertingginya adalah presiden. Saya sampaikan kepada anak-anak Udayana, jika Panglima tertinggi di provinsi adalah Gubenur, begitu juga di Kabupaten/Kota, Panglima tertingginya adalah bupati atau walikota,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran TNI juga membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Lantaran, NTB merupakan salah satu lumbung pangan nasional. Maka, pria kelahiran Batak itu memerintahkan seluruh jajarannyaagar bekerja keras membantu pemda untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut.

“Kalau swasembada itu tidak tercapai, saya perintahkan kepada seluruh perwira, tidur di sawah, khususnya di Nusa Tenggara Barat,” tandas Komaruddin Simajuntak. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Empat SKPD Pemprov Tak Patuh, Gubernur Warning PNS Main-main di Keuangan

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menegaskan, tidak boleh para PNS di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *