Senin , 19 November 2018
Home / Pemerintah / Gubernur NTB : Tiga Staf Ahli Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa 
Gubernur Zulkieflimansyah saat mengambil sumpah tiga orang pejabat pemprov NTB yang sebelumnya menjabat TGP2D, kini diangkat menjadi Staf Ahli Gubernur

Gubernur NTB : Tiga Staf Ahli Bantu Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa 

MATARAM, DS – Tekad Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr.H. Zulkiflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah untuk mendayagunakan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemprov sehingga tidak ada jabatan yang lowong di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemprov dalam membantu penanganan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi, nampaknya mulai diwujudkan.

Setelah melantik empat Kepala OPD lingkup pemprov NTB pada Rabu (17/10) lalu. Kini, Gubernur Zulkieflimansyah melantik sebanyak tiga anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) mengisi jabatan Staf Ahli Gubernur yang sempat lowong.

Pejabat pimpinan tinggi pratama yang diambil sumpah/janjinya kali ini, adalah Ir. Andi Pramaria, M. Si, Dra. T. Wismaningsih dan Ir. H. Azhar, MM.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB H. Irnadi Kusuma mengatakan, pengisian tiga orang staf ahli oleh Gubernur adalah bentuk komitmen kepala daerah agar semua energi PNS di lingkup pemprov NTB dapat terserap dan dicurahkan semaksimal mungkin dalam membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi saat ini.

“Prinsipnya, pak Gubernur dan ibu Wagub ingin fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa bumi di NTB ini cepat selesai. Maka dari itu, pilihan mengisi jabatan yang lowong di OPD NTB harus dilakukan, sehingga koordinasi percepatanya penangannya dilapangan bisa cepat berjalan,” ujar Irnadi menjawab wartawan di ruang kerjanya, Jumat (19/10).

Sementara itu, Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah, yang dikonfirmasi mengenai ada salah satu anggota TGP2D yang akan diangkat menjadi staf ahli telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus perizinan di Hutan Lindung Sekaroh. Menurut dia, proses hukum yang bersangkutan sudah cukup lama.

”Itu kan proses sudah lama. Nanti saya akan coba tanyakan kelanjutannya. Karena tak ada perkembangannya dan kelanjutan kasusnya hingga kini,” kata gubernur, kemarin.

Terpisah, Kepala BKD NTB, H. Fathurahman, mengatakan pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan pemberitahuan tertulis dari aparat penegak hukum bahwa yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sehingga, pengangkatan yang bersangkutan menjadi staf ahli kemungkinan akan tetap dilakukan. Terlebih, kata Fathurahman,Pemprov mendapatkan pendampingan dari Kemendagri dalam rangka pengisian dan pengangkatan jabatan pratama yang lowong di OPD Pemprov NTB. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wapres Jusuf Kalla: Percepat Rehabilitasi

MATARAM,DS-Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah untuk mempercepat proses rehabilitasi …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    I am ѕure tһіѕ post has touched all tһe internet users, itѕ
    really rеally pleasant paragraph ᧐n building ᥙp
    new web site.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *