Rabu , 17 Oktober 2018
Home / Pemerintah / Gubernur NTB Bantah Ada Bantuan Gempa dari IMF
Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Bantah Ada Bantuan Gempa dari IMF

MATARAM, DS – Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah mengaku, belum mengetahui jika Bank Dunia telah menyiapkan adanya tambahan bantuan untuk pemerintah Indonesia yang dihajatkan untuk penanganan korban gempa Lombok dan Palu. Menurut dia, bantuan dana rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana gempa Lombok yang dikucurkan oleh pemerintah pusat ke wilayahnya saat ini, merupakan program lama, jauh sebelum pelaksanaan pertemuan IMF-WB 2018 di Provinsi Bali beberapa hari lalu.

“Sampai saat ini, tidak ada bantuan dari IMF apalagi Bank Dunia pada penanganan pascagempa di NTB. Dana yang ada itu, murni dari pemerintah melalui APBN,” ujar Zulkieflimansyah menjawab wartawan usai memimpin rapat penyederhanaan proses pencairan dana rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana gempa di ruang rapat utama (RRU) komplek kantor gubernur NTB, Selasa (16/10) petang.

Gubernur meminta bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah pascagempa Lombok yang diprogramkan oleh Pemerintah Pusat jangan dikait-kaitkan dengan urusan situasi politik saat ini.

Zulkieflimansyah menegaskan, banyak masyarakat yang salah kaprah terkait keberadaan Bank Dunia selama ini. Padahal, semua masyarakat yang merupakan anggota dari Bank Dunia, salah satunya bangsa Indonesia, dipastikan berhak memperoleh bantuan pendanaan lantaran Indonesia adalah anggota tetap dari Bank Dunia itu.

“Prinsipnya, Bank Dunia itu milik kita semua. Jadi, jika ada anggotanya yang kesulitan dana maka mereka berhak memperoleh akses bantuan seluas-luasnya. Disini, perlu saya luruskan, banyak warga di medsos yang enggak paham dan mengaitkan bantuan korba gempa NTB berasal dari Bank Dunia. Padahal, itu tidak ada, apalagi dari IMF,” tegas Gubernur.

Ia berharap warga NTB agar lebih arif menyikapi berita maupun kabar di medsos dalam situasi politik saat ini. Terlebih, hal itu menyangkut program penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi yang kini terus digenjot oleh pemerintah, baik Pusat, Pemprov NTB dan pemda kabupaten/kota yang terdampak gempa bumi akhir-akhir ini.

“Saya pastikan, penanganan pascagempa NTB enggak ada bantuan dari IMF maupun Bank Dunia. Saya yakin, pemerintah kita masih sanggup untuk menuntaskan kewajiban mereka,” tandas Gubernur Zulkieflimansyah.

Diberitakan, Bank Dunia kembali memberikan tambahan bantuan untuk korban gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah. Hal itu dikemukan langsung oleh Chief Executive Officer Bank Dunia, Kristalina Georgieva yang hadir di acara IMF-WB 2018 beberapa hari lalu.

Kristalina menjelaskan dana tersebut diharapkan dapat membantu proses rekonstruksi pasca bencana. “Bank Dunia menyedikan pinjaman hingga 1 miliar dolar AS kepada pemerintah Indonesia untuk digunakan apa yang mereka anggap penting dan prioritas,” kata Kristalina di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10) lalu.

Sebelumnya bank dunia telah menyalurkan bantuan sebesar 5 juta dolar AS saat Kristalina Georgieva, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi Palu, Jumat (12/10) lalu.

Adapun paket bantuan tersebut termasuk untuk membiayai pembangunan kembali sejumlah fasilitas publik dan aset-aset infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, jembatan, jalanan, tol, hingga infrastruktur suplai air bersih.

Nantinya ada juga paket bantuan berupa transfer tunai bagi 15 ribu keluarga masyarakat miskin yang terdampak gempa dengan rentang waktu antara enam bulan hingga setahun dari bencana.

“Penambahan sistem perlindungan sosial tersebut didesain dalam rangka membantu ekonomi dan pekerja lokal selama fase recover dan untuk mencegah dampak jangka panjang terhada human capital,” tutur Christalina.

Sri Mulyani yang duduk didamping Kristalina pun mengucapkan atas bantuan dan simpati bank dunia yang begitu terasa selama ajang IMF-WB 2018 dan mengatakan kalau pemerintah Indonesia akan terus fokus melakukan penanganan bencana.

“Saya berterimakasih seluruh peserta menyampaikan duka cita dan apresiasi Indonesia mampu menjadi tuan rumah dan di saat yang sama melanjutkan fokus penanganan bencana. Kami berterimakasih atas ucapan simpati dan berbagai macam keinginan untuk membantu,” papar Sri Mulyani.

Di akhir konferensi pers keduanya, Kristalina Georgieva pun kembali menunjukkan rasa simpatinya dengan simbol hati yang ia bentuk dengan jari-jarinya yang kemudian diikuti juga dengan Sri Mulyani.RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

PROGRAM INOVASI DESA (PID) KABUPATEN LOMBOK TIMUR

SEHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAKAN PROGRAM INOVASI DESA (PID) DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2018, DIMANA DI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *