Jumat , 8 Desember 2017
Home / Pemerintah / BIROKRAT MODERN MENJADIKAN GOOD GOVERNANCE SEBAGAI BUDAYA
Rosiadi Sayuti saat menmberi materi seminar

BIROKRAT MODERN MENJADIKAN GOOD GOVERNANCE SEBAGAI BUDAYA

MATARAM,DS-Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Sayuti, M.Sc, P.hD mengatakan di negara-negara maju, penerapan prinsip-prinsip good governance seperti integritas, kejujuran, akuntabilitas, transparansi, keadilan dan sportifitas, tidak lagi sebagai sesuatu yang asing. Tetapi sudah menjadi bagian  penting dan budaya kerja atau karakter  birokrasi bahkan bagian dari tradisi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Karena telah menjadi budaya dan bagian hidup, kata Pak Ros sapaan akrabnya, maka good governance tidak penting lagi dibahas pada diskusi-diskusi, namun diimplementasikan secara nyata dalam praktek kehidupan birokrasi atau kepemimpinan dan pelayanan publik.

Kepemimpinan sekarang, kata Sekda, harus mengarah pada budaya dan cara kerja  masing-masing. Dengan demikian, para birokrat ini kedepan tidak perlu lagi bertanya apa itu good governance dan clean governance, karena sudah menjadi budaya dan cara kerja kita masing-masing.

“Birokrat yang eksis adalah birokrat yang dapat mengikuti era dan kemajuan jamannya”,kata Sekda di hadapan ratusan Praja dan Jajaran Pejabat IPDN saat menyampaikan materinya pada Seminar Nasional dengan tema “Model Kepemimpinan Pemerintahan Menyongsong Era Digital” di Kampus IPDN NTB Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (7/12/2017).

Dalam materinya berjudul “Konsistensi Penerapan Good dan Clean Governance”, Sekda mengatakan bahwa salah satu karakter yang harus dimiliki seorang yang berkecimpung pada dunia birokrasi adalah mereka yang bergerak cepat dan mempunyai visi kedepan. Ia menegaskan bangsa Indonesia tengah menuju pada upaya pembentukan sosok birokrat berkelas dunia, yang memiliki karakter kuat, menguasai’ Ilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan global.

Untuk mewujudkan birokrat birokrat profesional seperti itu, kata Pak Ros, maka saat ini pemerintah sedang mempersiapkan roadmap menuju reformasi birokrasi berkelas dunia (global). Roadmap ini diciptakan sedemikian rupa  sehingga pada waktunya akan mampu menciptakan birokrasi dengan pelayanan publik yang berkualitas, birokrasi yang bersih, akuntabel dan efisien melalui sikap dan karakter yang mumpuni. Seperti bagaimana melakukan pengawasan, mengimplementasian program, menciptakan inovasi dan berupaya melengkapinya sampai betul-betul visi misi Good Governance ini tercapai dengan baik.

Sekda menitipkan pesan kepada para Praja IPDN sebagai calon birokrat kedepan, diharapkannya tidak hanya mampu menguasai namun juga harus mampu melahirkan reformasi. Mampu berkreasi dan berpikir yang inovatif dan gagasan cerdas, sesuatu yang baru dimana orang lain belum pernah memikirkan sebelumnya,  harap Sekda.

Sebelumnya, Gubernur IPDN, Prof.Dr. Ermaya Suradinata, MH, MS saat membuka seminar nasional tersebut mengatakan bahwa pemimpin itu harus diawali dari dalam diri sendiri. Konsep kepemimpinan ini  menurutnya tidak akan terlepas dari akademisi.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, lanjutnya dibutuhkan konsep kepemimpinan. Contohnya, seorang Gubernur seperti daerah NTB ini harus memiliki pemikiran yang berwawasan global.  “Tantangan yang ada jangan dijadikan suatu hambatan namun dijadikanlah suatu peluang”, ujar prof. Ermaya.

Seseorang yang menyatakan tidak mampu atau tidak berani menghadapi suatu tantangan maka mereka ini dapat dikatakan sebagai orang yang gagal dan jauh dari kata sukses. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang banyak belajar. Prinsip model kepemimpinan era digital ini adalah segala sesuatunya, termasuk ternologi akan dikendalikan oleh manusia bukan malah sebaliknya.

Karena itu,  ia berharap ke depan, Praja IPDN mampu menjadi calon-calon pemimpin yang dapat memberikan sesuatu untuk negara dan bangsanya. Bukan birokrat yang hanya bisa meminta dan mendapat keuntungan dari negara dan bangsanya.hm

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

TGB APRESIASI KINERJA PUPR

MATARAM,DS-Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi, menilai  para insan PUPR adalah orang-orang yang selama ini bekerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *