Senin , 8 Oktober 2018
Home / Pariwisata / Wisatawan Mulai Lalu Lalang di Lotim
Keindahan Rinjani/foto istimewa

Wisatawan Mulai Lalu Lalang di Lotim

SELONG,DS-Sebagai salah satu kabupaten yang terdampak bencana gempa cukup serius, Lombok Timur harus mengalami masa surutnya jumlah kunjungan wisatawan yang disebabkan sejumlah destinasi wisata yang dimiliki mengalami kerusakan akibat terjangan gempa bumi berkali-kali. Beruntung, kondisi tersebut tidak berlangsung lama, seiring mulai bangkitnya kondisi psikis warga yang ditandai dengan mulai bergeraknya aktifitas perekonomian masyarakat. Tak terkecuali, di sektor pariwisata yang menjadi salah satu primadona.

Krisma AG, Selong

Bencana gempa bumi yang menerjang Lombok beberapa waktu lalu memang sempat melumpuhkan beberapa destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur. Terutama, destinasi wisata yang berada di kawasan utara. Sedangkan, untuk destinasi wisata yang berada di kawasan selatan, tidak terdampak. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Zuhad saat dikonfirmasi Duta Selaparang di Selong, Jum’at (5/10).

Karena daerah yang terdampak gempa cukup serius berada di wilayah Lombok Timur bagian utara. Beberapa destinasi di kawasan ini, seperti Sembalun, Sambelia dan Tete Batu sempat mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Baik domestik maupun mancanegara. Hal ini tak lepas akibat beberapa home stay atau penginapan-penginapan yang berada di wilayah itu mengalami kerusakan. Beruntung, destinasi wisata di kawasan Selatan sama sekali tidak terpengaruh. Sehingga, arus wisatawan ke Lombok Timur tidak lumpuh total, walaupun Lombok secara umum diguncang gempa bumi yang berulang-ulang hingga ribuan kali.

Ditegaskan Zuhad, dalam beberapa pekan awal pasca gempa besar perdana, jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Timur sempat menurun hingga 50%. Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Karena hotel-hotel yang ada di kawasan terdampak gempa tidak ikut mengalami kerusakan. Hanya beberapa homestay yang mengalami kerusakan.

Saat ini lanjut Zuhad, sudah nampak beberapa wisatawan yang lalu lalang di kawasan Utara. Ada yang murni melakukan kunjungan wisata. Ada juga yang sambilan melihat kondisi kawasan tersebut pasca gempa yang masih memperlihatkan bekas-bekas reruntuhan bangunan milik masyarakat.

Guna mendongkrak pariwisata Lombok Timur yang mulai menggeliat, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur telah mengagendakan beberapa terobosan yang dimaksudkan untuk menarik kembali minat wisatawan agar mau berkunjung ke Lombok Timur. Di antaranya, lomba foto pariwisata dan beberapa agenda lainnya yang semuanya ditujukan untuk semakin meningkatkan kunjungan wisata pasca terjangan gempa bumi beberapa waktu lalu.

 

Penutupan  Pendakian Rinjani

Sejak terjadinya gempa bumi yang menerjang Pulau Lombok pada 29 Agustus lalu, jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup sementara sampai saat ini. Hal ini berdampak cukup signifikan pada jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Timur yang sempat menurun hingga 50%. Sebab selama ini, destinasi wisata puncak Gunung Rinjani ataupun Danau Segara Anak yang juga berada di atas Gunung Rinjani menjadi destinasi wisata utama dan menjadi andalan pariwisata Lombok Timur.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Zuhad mengungkapkan bahwa penutupan sementara jalur pendakian ke Puncak Gunung Rinjani ataupun ke Danau Segara Anak telah memberi dampak yang cukup signifikan. Penutupan ini telah menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke Lombok Timur.

Tak mau berlama-lama dengan kondisi tersebut. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur bersama pihak-pihak terkait. Terutama, pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mulai melakukan observasi untuk mengetahui kondisi real jalur-jalur pendakian yang diketahui sebelumnya mengalami kerusakan akibat terjangan gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Diungkapkannya, dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, telah dilakukan penelusuran jalur-jalur pendakian yang ada. Penelusuran juga dilakukan untuk menemukan alternatif jalur-jalur pendakian lainnya yang dimungkinkan dapat digunakan wisatawan, jika jalur yang ada sebelumnya mengalami tingkat kerusakan tinggi dan mengkhawatirkan untuk digunakan kembali.

Karena begitu potensialnya wisata pendakian Gunung Rinjani ini dalam mendongkrak pengembangan pariwisata Lombok Timur, semua pihak terkait berusaha dengan cepat untuk menemukan solusi agar jalur pendakian dapat segera dibuka kembali. Sebab hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait waktu dibukanya kembali jalur pendakian ke Gunung Rinjani ini. Demikian imbuh Mantan Sekretaris Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur ini. kis

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

SAIL SAMOTA BANGKITKAN KEMBALI GAIRAH PARIWISATA NTB

SUMBAWA,DS-Sail Moyo Tambora (SAMOTA) 2018 dibuka Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, Minggu (09/09/2018). …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *