Kamis , 1 Maret 2018
Home / Pariwisata / Percepat Pembangunan KEK Mandalika, Polda NTB Bentuk Tim Khusus
Kapolda NTB Brigjen Pol Firli (kanan) saat memimpin apel kesiapan pasukan pengamanan KEK Mandalika Resort

Percepat Pembangunan KEK Mandalika, Polda NTB Bentuk Tim Khusus

MATARAM, DS – Kepolisian Daerah (Polda) NTB memastikan pembangunan mega proyek di di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) harus berjalan sesuai target. Untuk itu, pihaknya telah membentuk tim khusus guna mendukung kelancaran pengembangan kawasan yang digadang-gadang menjadi ‘the Next Nusa Dua’ tersebut.

“Pokoknya, setiap proyek pembangunan yang dilakukan ITDC di KEK Mandalika akan kita pastikan keamanannya. Ini adalah pekerjaan rumah (PR) saya dari Pak Gubernur yang harus kita bantu penanganannya. Makanya, ada tim khusus yang kita bentuk disitu (KEK Mandalika),” ujar Kapolda NTB Brigjen Pol Firli menjawab wartawan, Selasa (27/2).

Firli mengaku, adanya proyek di KEK Mandalika Resort adalah bentuk perhatian pemerintah pusat pada provinsi NTB yang dianggap merupakan daerah di Indonesia yang kini serius dan fokus dalam mengembangkan pariwisata sebagai program unggulan daerah.

Dengan demikian, kata Kapolda, provinsi NTB tidak hanya menjadi bayang-bayang Bali yang telah dahulu maju dalam hal pariwisata, melainkan bisa memiliki pasar tersendiri. “KEK Mandalika merupakan energi bagi NTB untuk memiliki ikon wisata sendiri. Disinilah, perlu ada back up semua pihak, termasuk kami di kepolisian dalam menjaga keberlangsungan pembangunan proyek disana,” tegas Firli.

Bangun Rumah Sakit Internasional

Sementara itu, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) direncanakan membangun dua rumah sakit (RS) bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. RS internasional yang dilengkapi dengan fasilitas trauma healing dan helipad itu merupakan salah satu persyaratan dibangunnya sirkuit Moto GP di KEK Mandalika.

Hal tersebut diungkapkan General Affair PT. ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta saat berada di kantor Gubernur NTB, Selasa(27/2) kemarin. “Yang prioritas di sebelah barat. Karena untuk sirkuit, itu dipersyaratkan rumah sakit  internasional yang dilengkapi dengan trauma healing dan juga helipad,”ujar Bratasuta

Ia mengatakan, keberadaan helipad tersebut untuk mempercepat proses evakuasi. Jika ada pebalap yang mengalami kecelakaan atau wisatawan yang kecelakaan di areal KEK Mandalika. Jika butuh penanganan medis sesegera mungkin maka dapat segera dievakuasi  ke RS internaisonal lainnya di wilayah NTB.

“Mudah-mudahan dari investor Amerika berkenan berinvestasi untuk pembangunan  rumah sakit, terutama di sirkuit yang ada di Mandalika. Karena  kita harapkan sirkuit itu akhir 2019 sudah ada event di sana,” kata Bratasuta.

Bratasuta menambahkan, pihaknya membuka peluang investasi sebesar-besarnya kepada investor AS di KEK Mandalika. Ia membandingkan kawasan Nusa Bali seluas 350 hektare dapat menjadi destinasi wisata dunia. Di mana, ada 19 hotel yang terbangun dengan kapasitas 5.000 kamar.

Di KEK Mandalika, kata Bratasuta, dengan lahan seluas 1.000 hektare lebih akan dibangun belasan hotel berbintang dengan 12.000 kamar. Ia menegaskan hal ini bukanlah suatu mimpi tetapi akan segera terwujud dalam beberapa tahun mendatang.

“Sekali lagi, ini bukan mimpi. Kami harapkan lebih banyak investor AS yang datang. Berkeinginan berinvestasi di Mandalika, melihat potensi di Mandalika,” ungkapnya.

Terkait pembangunan sirkuit Moto GP. Bratasuta mengakui, jika salah satu perusahaan terbesar asal Prancis, Vinci, siap menyiapkan investasi hingga Rp 6 triliun di KEK  Mandalika.  Memorandum of Undestanding (MoU) dengan ITDC  selaku pengelola KEK Mandalika, terkait pembangunan sirkuit tersebut pun sudah dilakukan.

Setelah MoU ditandatangani,  Vinci selanjutkan akan mengajukan rancangan dan desain sirkuir Moto GP yang akan dibangun tersebut. Untuk kemudian akan dikaji dan disesuikan dengan masterplan rencana pengembangan KEK Mandalika serta ketentuan lainnya yang ada.

Selain itu, Vinci akan membentuk Special Purpose Vehicles (SPV), sebuah perusahaan dengan tujuan khusus bersama ITDC serta Operating Company yang ditempatkan di KEK Mandalika. Yang nantinya akan mengelola sirkuit Moto GP tersebut. Baru setelah semua persyaratan disepakati, pembangunan fisik sirkuit Moto GP bisa dimulai.

Sebagai persiapan, tahun ini pihak ITDC akan memulai proses pembuatan badan jalan untuk keperluan sirkuit Moto GP tersebut. Karena untuk pembangunan jalan sirkuit itu menjadi tanggung jawab pihak investor. Termasuk semua fasilitas pendukung lainya. Pasalnya, standar jalan untuk sirkuit jelas berbeda dengan standar jalan yang ada pada umumnya.

Nilai investasi yang akan ditanamkan oleh Vinci menjadi yang terbesar di KEK Mandalika nantinya. Mencapai angka Rp 6 triliun lebih. Hanya untuk satu sirkuit Moto GP saja. Sehingga akan menjadikan KEK Mandalika sebagai satu-satunya KEK di Indonesia yang memiliki sirkuit Moto GP di dalamnya.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Nikmati Romansa Berfoto di Hamparan Sawah

LOBAR, DS – Wisata dengan spot selfie yang unik belakangan ini bermunculan dan banyak digemari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *