Minggu , 11 Juni 2017
Home / Pariwisata / Pariwisata Lotim Perlu Regulasi Pendukung Wisata Halal
Tirra Villa, salah satu penginapan di Jerowaru

Pariwisata Lotim Perlu Regulasi Pendukung Wisata Halal

SELONG,DS-Perkembangan pariwisata di Lombok sudah mulai mendapat perhatian wisatawan dunia. Terbukti, Lombok masuk 10 besar tujuan wisata Asia berdasarkan data dari sebuah asosiasi travel. Terakhir, Pantai Pink mencatatkan namanya di The Most 7 Beautiful Beach in The World versi Majalah Vogue, Korea.

Pantai di Lombok Timur itu masuk dalam pantai terindah dunia versi Majalah Vogue Korea. Selain itu, ada Gili Meno dan Tanjung Tinggi memang menjadi pantai terindah untuk bersantai dan berlibur.

“Tiga pantai ini luar biasa keindahannya dan sering masuk ke pemilihan pantai terindah baik Asia Tenggara, bahkan dunia,” kata Asisten Deputi Pemasaran Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, kepada wartawan.

Pantai yang juga dikenal dengan nama Pantai Tangsi itu memiliki air yang jernih, landai dan dangkal dinilai Vogue sebagai yang terbaik di dunia. Daerahnya yang masih sepi membuat siapapun yang datang berkunjung ke sini seperti memiliki pantai pribadi.

Fakta itu hendaknya dapat ditangkap sebagai peluang yang positif oleh Pemkab Lombok Timur. Karena itulah, sejumlah terobosan mulai dikembangkan untuk memanfaatkan peluang besar tersebut agar dapat berbicara banyak di kancah pariwisata.

Kabupaten. Lombok Timur menangkap semua itu dengan mendorong adanya regulasi tambahan sebagai pendukung penerapan wisata halal di daerah yang memiliki banyak potensi wisata ini. Sebab sejauh ini, regulasi untuk itu belum diberlakukan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, H. Hariyadi Djoewayni, mengemukakan Pemkab perlu menerbitkan regulasi yang menjadi acuan bagi pegiat pariwisata di Lombok Timur yang mengacu pada penerapan wisata halal. Sebab, di beberapa kawasan wisata, ditemukan masih banyak yang belum memperhatikan sarana dan prasarana penunjangnya.

Di hadapan pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis) se-Kabupaten Lombok Timur di Jerowaru, Kamis (23/3), mantan Asisten I Setdakab Lombok Timur ini menyampaikan bahwa di beberapa penginapan, masih ada yang belum menyediakan fasilitas berwudlu bagi pengunjung. Padahal, brand wisata halal yang didengungkan pemerintah mengharuskan hal yang demikian itu.

“Namanya saja wisata halal. Tentu, hal-hal yang berkaitan dengan keperluan wisatawan muslim perlu dilengkapi seperti kran untuk berwudlu. Masih ada penginapan yang tidak menyediakan hal itu,” katanya. Ke depan, Dinas Pariwisata setempaat akan mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi yang menuntut kelengkapan fasilitas penunjang wisata halal.

Brand wisata halal dinilai akan menyedot perhatian wisatawan muslim untuk berkunjung ke Lombok. Karena itulah, penting memperhatikan kelengkapan fasilitas penunjang kegiatan ibadah orang Islam. Bukan hanya dengan menyediakan kran untuk berwudlu, tapi juga penunjuk arah kiblat untuk memudahkan wisatawan muslim pada saat akan melaksanakan ibadah sholat. krisma ag

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Debu jadi Mangnet Pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017

MATARAM, DS – Ratusan warga antusias menghadiri pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 di Komplek Islamic …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *