Senin , 12 November 2018
Home / Pariwisata / Larang Kecimol Sama dengan Tutup Piring Nasi Masyarakat
Lalu Chandra Yudhistira saat bersama kelompok kecimol di Loteng

Larang Kecimol Sama dengan Tutup Piring Nasi Masyarakat

MATARAM, DS  – Sektor industri kreatif bisa mendorong potensi lokal yang ada di daerah menjadi salah satu penguat ekonomi kerakyatan di daerah. Hal ini juga yang selalu didorong oleh Lalu Chandra Yudhistira, pengusaha muda asal Lombok Tengah, yang selama ini menggeluti bisnis industri kreatif.

Ia bahkan kurang sepaham dengan kebijakan Pemda Lombok Tengah yang berencana melarang kegiatan kelompok Kecimol.

“Kalau dilarang sama sekali, itu sama saja kita menutup piring nasi masyarakat. Pemda harus ada solusi selain melarang-larang,” katanya, Senin (12/11) di Mataram.

Menurut dia, selain dari sisi ekonomi akan mengganggu pendapatan masyarakat, terutama para seniman kelompok Kecimol, larangan seperti itu juga akan membuat regenerasi pelaku seni dan budaya akan terputus dalam jangka panjang.

Hal ini akan menyebabkan, kebudayaan itu kehilangan jatidirinya, dan terancam lekang oleh waktu.

Lalu Chandra Yudhistira mengatakan, untuk menekan gangguan lalu lintas akibat Kecimol saat nyongkolan dan acara lainnya, tidak harus langsung dengan pelarangan.

Ia bahkan sudah merencanakan untuk mengakomodir kelompok Kecimol ini agar terus berkreasi berkesenian, dan mendorong mereka berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kami ada kelompok pemuda Pepadu Bajang. Nah melalui Pepadu Bajang ini kelompok-kelompom Kecimol bisa masuk industri rekaman,” katanya.

Saat ini, Pepadu Bajang tengah membina beberapa kelompom Kecimol untuk mulai mengkreasikan karya mereka.

Karya yang layak, akan dipasarkan melalui sejumlah aplikasi music andriod yang bisa diakses di 28 negara lain selain di Indonesia sendiri.

Bagi Yudhistira, kearifan lokal masyarakat Lombok melalui seni musik tradisional itu memiliki keindahan dan keunikan khas yang pasti akan diminati banyak penikmat musik di mancanegara.

“Hal ini sedang kita coba kembangkan. Nantinya kelompok Kecimol akan mendapatkan penghasilan dari prosentase hasil karya di didownload masyarakat luar negeri,” kata dia.

Hal tersebut menurutnya, hanya contoh kecil upaya memberikan alternatif bagi masyarakat terutama seniman Kecimol yang bisa dicontoh Pemda untuk mengatasi masalah Kecimol ini.

Sebab, semua kebijakan Pemda harusnya membawa manfaat bagi semua pihak dan tidak merugikan kelompok kecil seperti kelompok Kecimol ini. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Raih Anugerah Syariah Republika, Destinasi Wisata Halal Terfavorit

JAKARTA,DS-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih sebagai tujuan wisata halal terfavorit dalam Anugerah Syariah Republika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *