Senin , 12 Juni 2017
Home / Pariwisata / KETIKA GENDANG BELEK DITABUH
Gendang Beleq Desa Songak

KETIKA GENDANG BELEK DITABUH

SELONG,DS-Bertempat di Lapangan Umum Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Kamis (25/5/17), tak kurang ribuan warga tumpah menyaksikan Festival Gendang Belek yang dilaksanakan oleh PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Patuh Karya Sukarara Lombok Timur (Lotim). Acara ini terselenggara berkat suport dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kanit Dikbud Kecamatan Sakra Barat, Polsek Sakra Barat, Camat Sakra Barat, Danramil Sakra Barat, Kadis Paiwisata Lotim bersama rombongan, perwakilan dari Dirjen Kesenian dan Kebudayaan Kememdikbud RI dan para undangan serta pencinta seni budaya setempat.

Mewakili Bupati, Kadis Pariwisata Lotim, H. Hariyadi Djuwaeni, SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan, Gendang Belek merupakan produk budaya pengiring kegiatan pemerintahan masa lampau (Kerajaan Selaparang). Kata dia, keberadaan Gendang Belek sebagai penyemangat saat kegiatan resmi berlangsung, juga pengiring para prajurit dan Pemban Selaparang. Kini, keberadaannya tak lagi banyak, karena itu perlu upaya pelestarian dengan mengadakan pembinaan bagi para generasi pencinta seni-budaya yang akan meneruskannya sebagai produk karya kearifan lokal yang khas dari Gumi Selaparang.

“Perlu pengkaderan dengan melakukan pembinaan lewat sanggar, satuan pendidikan,” kata Hariyadi. Adalah sebagai langkah yang sistematis dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya. Menurutnya, saat ini dan ke depan kehadiran Gendang Belek sangat bermanfaat sebagai bagian dari produk budaya lokal berciri khas yang mempunyai nilai tambah dalam keseharian warga masyarakat.

Hariyadi menandaskan, karya ketimuran ini menjadi cerminan refleksi jiwa penetralisir budaya yang intoleran dengan prinsip-prinsip adat ketimuran (nilai luhur budaya dan religi).

“Kita tidak ingin ke depan generasi muda kita tidak mengenal sama sekali produk seni-budaya local kita yang banyak terinspirasi dari nilai-nilai luhur sebagai warga masyarakat yang berbudaya dan beragama. Karena itu, adanya muatan lokal di satuan pendidikan (SD, SMP dan SMA) patut untuk diapresiasi, disuport dan dibina,” tandas Hariadi.

Ketua Panitia Festival, Yunus, S.Ap., menyampaikan sebanyak 17 grup Gendang Belek yang ikut event ini. Masing-masing grup (beranggotakan 20 orang) menampilkan dua iringan yaitu wajib dan bebas, dengan Lawas Pemban Selaparang sebagai music pengiring wajib.

Sementara itu, perwakilan dari Dirjen Kesenian dan Kebudayaan Kemendikbud RI, Rega Hariano, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Gendang Belek dan berharap untuk terus berlanjut.

Menurutnya, bantuan fasilitas untuk masing-masing sanggar maksimal Rp 125.000.000. “Untuk bantuan kebutuhan tersebut sesuai dengan program dalam proposal yang dibuat, keputusan dapat atau tidaknya juga tergantung pusat, saya hanya bertugas memonitoring saja,” imbuhnya.

Pemenang
Setidaknya ada 5 grup ditetapkan sebagai jawara dalam Festival Gendang Belek yang berlangsung di Kecamatan Terara. Grup itu masing-masing Sanggar Bajang Ewer Desa Batu Putik Kecamatan Keruak (Juara I), Sanggar Demung Selaparang Desa Songak Kecamatan Sakra (Juara II), Sanggar Wujud Tunggal Desa Suwangi Kecamatan Sakra Barat (Juara III), Sanggar Tampel Cale Sempong Desa Selebung Kecamatan Keruak (Juara Harapan I) dan Sanggar Anak Iwok Desa Palung Kecamatan Sakra (Juara Harapan II).

Ketua Tim Juri Festival Gendang Belek, Ir.Haji Muhidin, Kamis (25/5/17), usai pengumuman penetapan para juara, mengatakan, kegiatan festival ini merupakan bagian dari support Kemendikbud RI terhadap adanya upaya pelestarian seni-budaya lokal yang diniatkan oleh para pelaku, penggemar, pemerhati dan pengamat seni budaya.

Sementara itu, Pimpinan PKBM Patuh Karya Sukarara, Sudirman, S.Pd., sangat mengapresiasi support dan binaan dari Kemendikbud RI. Kata dia, pihaknya terus melakukan pembinaan untuk pelestarian seni-budaya seperti halnya juga Gendang Belek.

“Banyak para generasi muda yang peduli dan berminat untuk dikader sebagai penerus seni budaya karena seni budaya lokal memiliki bargaining position di dunia pariwisata ke depan.

“Mereka dapat diharapkan sebagai duta pengenal seni budaya dalam dunia wisata ke depan yang pada gilirannya mendatangkan nilai tambah sosial dan ekonomi masyarakat,” imbuhnya KUSMIARDI

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Tingkatkan Kunjungan Wisman melalui Aplikasi APPS

MATARAM, DS – Pemprov melalui Dinas Pariwisata NTB meluncurkan aplikasi APPS Lombok-Sumbawa pada Kamis (25/5). …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *