Jumat , 20 Oktober 2017
Home / Pariwisata / KEK Mandalika Diresmikan Jokowi
Presiden Jokowi disaksikan Gubernur NTB, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Meneg BUMN Rini Soemarmo, Seskab Pramono Anung dan Dirut ITDC memukul lesung untuk meresmikan KEK Mandalika

KEK Mandalika Diresmikan Jokowi

LOMBOK TENGAH, DS –  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, resmi dioperasionalkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (20/10). Menariknya, pengoperasian Mandalika yang masuk dalam 12 KEK nasional kali ini bertepatan dihari tiga tahun usia pemerintahannya Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di Indonesia.

“Ya, syukurlah, sekarang sudah bisa beroperasi setelah 29 tahun lamanya KEK Mandalika ini mengalami persoalan. Ini bukan kebetulan lho pas tiga tahun usia pemerintah saya,” ungkap Presiden saat menyampaikan sambutannya.

Presiden meminta pengelola KEK Mandalika. Yakni, PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), membuat kontrak yang jelas dengan investor.

Misalnya, soal pembangunan resor atau hotel di kawasan itu. Pihak pengelola harus menetapkan tenggat waktu kapan investor tersebut akan melakukan pembangunan. “Jangan hanya tanda tangan kontrak saja, lalu didiemkan tanahnya, enggak diapa-apain,” tegas Jokowi.

“Bikin kontrak, enam bulan. Kalau dalam enam bulan itu (investor) enggak mulai-mulai konstruksi, (izin) cabut,” lanjut dia.

Jokowi menegaskan bahwa banyak investor dalam dan luar negeri yang ingin menginvestasikan uangnya di KEK Mandalika dalam bentuk hotel, resort, home stay, kafe dan sebagainya.

Hal itu, kata dia,  sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan KEK Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata bertaraf internasional di Indonesia. Oleh sebab itu, pembangunan di KEK Mandalika harus masif agar cepat berkembang.

“Saya katakan, yang ngantre di Mandalika ini banyak sekali. Apalagi sudah diresmikan kayak gini. Jadi kita harus semakin cepat,” ujar Jokowi.

Menurutnya, jika pembangunan fasilitas di Mandalika berlangsung cepat, maka ia meyakini masyarakat setempat akan semakin cepat pula merasakan manfaatnya.

KEK Mandalika sendiri diusulkan oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Pemerintah menyetujuinya dengan dikeluarkannya PP Nomor 52 Tahun 2014 pada tanggal 30 Juni 2014.

Sementara itu, pengembangan KEK Mandalika yang mencakup lahan seluas 1.035, 67 hektare itu difokuskan untuk kegiatan utama Pariwisata.

Adapun dukungan dari pemerintah yang akan diberikan adalah perpanjangan runway Bandara Internasional Lombok, Revitalisasi Pelabuhan Lembar, serta Penanganan Jaringan Air Bersih kawasan Kuta dan Sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menitipkan agar beroperasinya KEK Mandalika dilanjutkan dengan penataan tata ruang pendukung kawasan tersebut.

“Sehingga KEK Mandalika menjadi suatu kawasan khusus yang bisa kita banggakan sebagai pariwisata bertaraf internasional,” tandas Jokowi.

Terpisah, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku, jika pemerintah akan tetap konsen untuk terus mengembangkan berbagai proyek infrastruktuktur fisik yang jumlahnya hampirmenyebar dan merata di semua wilayah Indonesia.

“Jadi, tak hanya fisik, tapi kita (pemerintah) juga mengembangkan infrastruktur industri sekurang-kurangnya ada tiga macam, yakni kawasan industri karena di infrastruktur sebenarnya untuk perindustrian, kedua KEK dan ketiga kawasan strategis pariwisata nasional,” ujar Darmin.

Ia mengaku, khusus kawasan Mandalika merupakan salah satulokasi KEK yang sekaligus dijadikan kawasan strategis pariwisata nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Terlebih, masyarakat sangat membutuhkan infrastruktur dan basis untuk berusaha mereka saat ini.

“Oleh karena itu, pemerintah dengan bekerja sama bersama pemda akan terus mendorong pengembangan KEK, kawasan industri dan kawasan strategis pariwisata nasional di daerah. Salah satunya di KEK Mandalika ini,” kata Darmin.

Ia menjelaskan, saat ini, terdapat sebanyak 12 KEK yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dimana, delapan KEK akan fokus kepada industri manufaktur, sedangkan empat KEK lainnya akanfokus pada aspek kepariwisataan.

“Dari 12 KEK itu sebanyakan 4 KEK beroperasi Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Palu dan pagi ini Presiden meresmikan beroperasinya KEK Mandalika. Diharapkan sampai akhir tahun akan terdapat KEK lagi beroperasi, yaitu KEK Lhokseumawe dan Galang Batang di Bintan. Enam KEK lainnya baru akan beroperasi pada pertengahan thn pertama 2018,” jelas Darmin.

Darmin menuturkan, aliran investasi pada Juli 2017 komitmen investasi sebesar Rp221 triliun ke 12 KEK. Ia mengharapkan pada tahun 2030 KEK dapat menarik investasi sebesar Rp726 triliun. “Pembangunan dan pengelola Mandalika adalah PT Indonesia Tourism Development, difokuskan pada kegiatan utama pariwisata. Bahkan, diproyeksikan akan memiliki 10 ribu kamar hotel dengan target 2000 kamar hotel 2019, sirkuit balap kelas dunia, convention center dan tujuh hotel yang diperkirakan akan sudah terealisasi pada 2019,” ungkapnya.

Darmin menambahkan, salah satu hal yang menjadi perhatian untuk masyarakat setempat adalah agar KEK Mandalika dapat dimaksimalkan keberadaannya dan terus dikembangkan.

“Kami pantau manfaat bagi masyarakat disini, sebetulnya sudah terlihat bertumbuh pesat di luar kawasan. Sebelum kawasannya berkembang, masyarakatnya sudah mulai mengembangkan homestay, cafe dan industri creative. Perlu penataan dan standar yang baik agar menjadi lingkungan yang menarik bagi pengembangan KEK Mandalika,” tandasnya.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

 NTB TAMPILKAN BUSANA ADAT PADA PARADE NUSANTARA JAMBORE PKK 2017

JAKARTA,DS-Ketua TP PKK provinsi NTB, Hj. Erica Zainul Majdi hadir dan menyaksikan secara langsung penampilan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *