Selasa , 15 Mei 2018
Home / Pariwisata / Helat PKR 2018, NTB Ingin Jaring Wisatawan selama Ramadhan
Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA

Helat PKR 2018, NTB Ingin Jaring Wisatawan selama Ramadhan

Kadispar NTB Lalu Muhamad Faozal (dua kiri) didampingi Ketua PHRI NTB Lalu Abdul Hadi Faisal saat memberikan keterangan pers terkait dihelatnya kembali PKR 2018

MATARAM, DS – Pesona Khazanah Ramadhan (PKR) bakal digelar Pemprov melalui Dinas Pariwisata NTB pada bulan suci ramadhan tahun ini. PKR 2018 telah resmi dilaunching di Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (11/5) lalu oleh Gubernur NTB Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi bersama Ketua MPR Zulkifli Hasan.

          Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhamad Faozal mengatakan, terdapat lima event yang akan diselenggaran selama ramadhan ini. Yakni, edukasi, budaya Islam, UMKM, event penguatan, dan branding halal NTB.

“Kita rencanakan, pembukaan PKR 2018 akan berlangsung pada Kamis (17/5) malam di halaman Kompleks Islamic Center NTB,” ujarnya menjawab wartawan di kantornya, Selasa (15/5) .

Menurut Faozal, trend okupansi hotel akibat adanya event PKR tahun lalu, cenderung mengalami kestabilan apabila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini, lantaran perputaran ekonomi tidak hanya yang hadir di hotel, namun pergerakan ekonomi masyarakat sekitar juga mempengaruhi kestabilannya.

Untuk itu, kata Faozal, agar PKR 2018 lebih menarik dari perhelatan sebelumnya. Maka, sejumlah acara menarik telah disiapkan. Diantaranya, pesta buku Islam, bedah buku, Lombok Travel Fair, lomba menyusun paket tour ramadhan, festival permainan santri, bazar ramadhan mulai H+5 hingga H-3, hingga festival seribu lampion pada malam takbiran.

Selain itu, sejumlah dai kondang juga akan mengisi tausiah, seperti Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), dan Ustaz Hanan Attaki. “Mudah-mudahan Ustaz Abdul Somad ada kepastian siang ini,” kata Faozal.

          Faozal menilai PKR 2018 bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berwisata di bulan puasa.  “Kita ingin puasa tidak kemudian (ramadhan) okupansi tidak baik, saya sudah bersurat ke hotel dan restoran segera pasang pernak-pernik ramadhan,” ucapnya.

          Senada dengan Faozal, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Lalu Abdul Hadi Faesal mengatakan, para industri perhotelan di NTB, khususnya Lombok mendukung penuh event PKR. Sebab, menurutnya, ajang seperti ini akan membantu tingkat kunjungan dan okupansi di bulan ramadhan yang biasanya agak menurun.  “Ini budaya luar biasa dan mudah-mudahan jadi salah satu magnet bagi turis datang ke NTB,” ujar Hadi.

          Pada Jumat (11/5), launching PKR 2018 ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakil Pemimpin Redaksi Republika Hasan Murtiaji, dan Ketua bidang takmir Masjid Istiqlal Buya Adnan Harahap.

          Dalam sambutannya, TGB mengatakan, ajang PKR merupakan salah satu ikhtiar seluruh elemen di NTB dalam  memakmurkan dan menyiarkan ramadhan di NTB. “Pesona Khazanah Ramadhan pertama pada ramadhan tahun lalu mampu menarik cukup banyak pengunjung, tak hanya dari daerah-daerah lain, melainkan juga negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,” kata TGB.

          TGB berharap, para pengunjung dapat menikmati kekhasan suasana ramadhan di NTB. Tak berbeda seperti tahun lalu, PKR 2018 juga akan dipusatkan di Kompleks Islamic Center NTB.

          Ia menjelaskan, PKR berasal dari ide sederhana merujuk pesan Rasulullah SAW yang mengingatkan bahwa ramadhan itu bulan yang penuh amal, untuk menghadirkan kontribusi, dan bekerja, bukan sebagai bulan bermalas-malasan.

“Ramadhan tidak sekadar menambah ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga medium dalam memajukan dan memakmurkan dunia yang di dalam konsep Islam bahwa dunia adalah ini kendaraan menuju kepada akhirat yang diridhoi Allah SWT,” ucapnya.

          Diketahui, ajang PKR yang memasuki tahun kedua akan menghadirkan dua imam besar asal Mesir, satu imam besar dari Maroko, dan satu imam besar berkebangsaan Yordania.

          Terpisah, Panitia PKR Fauzan Zakaria mengataka,kegiatan ini untuk mengisi aktivitas bulan puasa di Lombok. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pariwisata Islami Indonesia (APII) mengatakan, keempat imam besar negara Timur Tengah ini akan mengimami shalat tarawih di Masjid Hubbul Wathan, Islamic Center NTB selama Ramadhan berlangsung hingga mengimami shalat idhul fitri.

          “Kami ingin menghadirkan sensasi bulan suci Ramadhan serasa di Mekah Al Mukarromah dengan menghadirkan imam-imam besar dari tiga negara. Secara tidak langsung kami juga mengundang umat Muslim di seluruh nusantara untuk hadir di Lombok selama Ramadhan nanti,” kata dia.

          Selain imam besar dari tiga negara itu, Fauzan yang juga lulusan Universitas Al Azhar akan mengundang Ustaz Abdul Somad (UAS) sebagai salah satu penceramah dalam rangkaian kegiatan PKR#2 dan para ulama lainnya. “Ustadz Abdul Somad kita minta menjadi penceramah pada peringatan Nuzulul Quran dalam kemasan acara Tabligh Akbar,” lanjut Fauzan.

          Fauzan menambahkan, PKR 2018 tahun ini juga akan menghadirkan sejumlah Qori internasional pada bulan turunnya Alquran nanti. “Kami ingin memberi nuansa berbeda untuk agenda PKR kali ini agar berbeda dengan tahun lalu. Kami ingin menghadirkan lebih banyak tamu dan ulama, agar di bulan Ramadhan nanti, tidak ada istilah low season untuk pariwisata Lombok Sumbawa,” ucap Fauzan.

          Agenda Pesona Khazanah Ramadhan juga akan diramaikan dengan kegiatan tambahan berupa bazaar, pameran buku dan berbagai prodak khas Lombok Sumbawa. Ada juga bazar paket wisata dengan melibatkan pelaku asosiasi yang ada di NTB dan nusantara.

          Untuk memberi kesan lebih mendunia, Fauzan mengaku, tengah berupaya melakukan komunikasi dengan sejumlah media besar Timur Tengah untuk datang meliput acara ini. “Semaksimal mungkin kami akan berusaha agar gaung pesona khazanah ramadhan ini bisa lebih dikenal secara internasional. Dampak yang paling penting adalah Pesona Khazanah Ramadhan mampu memberikan dampak spiritualitas yang menjadi ciri wisata halal Lombok Sumbawa,” tandasnya. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

SEKDA NTB: SAKOSA TOURISM INVESTMENT FORUM, MEMENTUM PROMOSIKAN DESTINASI WISATA BIMA

BIMA,DS-Seminar Sangeang Komodo Sape (Sakosa), dinilai sebagai sebuah momentum strategis dalam mempercepat investasi pariswisata di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *