Kamis , 15 November 2018
Home / Pariwisata / Gerindra Desak Gubernur NTB Turun Tangan Sikapi Konflik Pengurus BPPD NTB
H.Abdul Karim

Gerindra Desak Gubernur NTB Turun Tangan Sikapi Konflik Pengurus BPPD NTB

MATARAM, DS –Gubernur Zulkieflimansyah diminta tak tinggal diam terkait berlarut-larutnya kekisruhan di internal pengurus  Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Pasalnya, jika kisruh itu dibiarkan, program pemulihan pariwisata NTB pascagempa bumi yang kini terus didengungkan Pemprov NTB akan mengalami persoalan.
“Harus ada tindakan tegas untuk mengakhiri semua ini. Gubernur jangan mendiamkan saja tidak melakukan sesuatu,” kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD NTB H Abdul Karim saat menyampaikan pandangan fraksinya dalam sidang paripurna DPRD NTB,  Rabu (14/11) kemarin.
Mantan Kepala Dispenda Kota Mataram itu menyatakan, langkah nyata gubernur dalam ikut turun tangan diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sebab, kata Karim, sektor pariwisata merupakan sektor utama yang dapat diandalkan dalam menggerakkan perekonomian di NTB pascarentetan gempa bumi yang telah memporak-porandakan wilayah NTB sejak akhir Juli hingga Agustus lalu.
“Kalau ingin pariwisata NTB cepatt bangkit maka gubernur jangan malah pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi, kasihan pariwisata kita kalau terus begini. Kalau sudah begitu (kisruh, red) kapan mau maju dan bangkit,” tegas dia.
Anggota Komisi II DPRD NTB bidang Keuangan dan Perekonomian itu mengatakan, kalaupun ada desakan masyarakat maupun kalangan legislatif untuk membekukan anggaran BPPD di dalam APBD 2019, hal itu sangat wajar. Pasalnya, selama ini BPPD terlalu banyak menghabiskan uang, namun sasasan dari semua program yang dilakukan tidak pernah kelihatan terutama dalam meningkatkan pariwisata di provinsi itu.
“Kalau dibiayai sendiri tidak jadi masalah. Tapi karena ini menggunakan uang APBD itu yang jadi soal,” ucap Karim.
Untuk itu, ia berharap gubernur segera mengambil sikap terkait kisruh yang terjadi di tubuh BPPD NTB. Hal itu sekaligus guna mewujudkan kebangkitan pariwisata NTB yang selama ini digaungkan pascatragedi gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa akhir Juli dan Agustus 2018.
“Kasihan pariwisata kita, mau bangkit justru kita ribut sana sini. Makanya supaya ini selesai, gubernur harus tuntaskan masalah ini,” tandas Abdul Karim. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

100 DUBES UNTUK INDONESIA PEDULI RECOVERY LOMBOK

MATARAM,DS-Sebanyak 100 Duta Besar (Dubes) untuk Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Duta Besar untuk Indonesia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *