Kamis , 7 Juni 2018
Home / Pariwisata / Dinas PU NTB Optimis Jalan Mudik Lebaran 2018 Lebih Baik 
Kadis PUPR NTB, Ir.Wedha Magma Ardhi (dua kiri) didampingi Sekretarisnya Machul dan Kabid Bina Marga Ir. H. Syahdan

Dinas PU NTB Optimis Jalan Mudik Lebaran 2018 Lebih Baik 

MATARAM, DS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB mengklaim infrastruktur jalan dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2018 lebih baik daripada tahun 2017. Itu menyusul, progres percepatan jalan melalui perda tahun jamak di semua wilayah NTB telah mencapai kisaran 85 persen.

Selain itu, terpantau kondisi kemantapan jalan nasional pada tahun 2017 mengalami peningkatan mencapai 99,96 persen. Kondisi ini, dipastikan lebih baik daripada tahun 2013 yang hanya sekitar 72,43 persen.

“Insya Allah, pelaksanaan mudik dan balik tahun 2018, akan bisa berjalan lebih baik. Apalagi Dinas PUPR masuk menjadi tim pengamanan mudik, sehingga koordinasi dengan pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) terus dimatangkan hingga kini,” ujar Kepala Dinas PUPR NTB, Ir.Wedha Magma Ardhi, MT menjawab wartawan di ruang media center, komplek kantor gubernur NTB, Kamis (7/6).

Menurutnya, terdapat sebanyak 40 paket pengerjaan jalan provinsi yang hingga kini masih dikerjakan oleh pihak rekanan. Meski demikian, agar tidak mengganggu kelancaran pengguna jalan, maka segala proyek pengerjaan jalan pada H-7 dan H+ lebaran akan dihentikan.

Tak hanya itu, segala material dan peralatan pun juga harus dibersihkan. “Pokoknya, kita ingi semua jalur mudik di wilayah NTB harus steril dari gangguan apapun, termsuk proyek pekerjaan jalannya,” kata Wedha.

Ditempat sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB Ir. H. Syahdan mengaku, sebanyak 40 paket pekerjaan itu tersebar di semua wilayah jalan yang dilalui para pemudik. Salah satunya proyek pengaspalan jalan di wilayah Narmada, Lombok Barat.

Menurutnya, semua pelaksana kegiatan itu telah di informasikan terkait penghentian segala aktfitas selama mudik dan balik lebaran kali ini. “Umumnya, semua rekanan memahami akan kebijakan sterilasasi pengerjaan dan alat berat itu,” kata Syahdan.

Terkait posko mudik lebaran 2017. Ia mengatakan, Dinas PUPR telah membuat sebanyak 9 posko yang masing-masing tersebar di enam wilayah Pulau Sumbawa dan tiga posko berada di wilayah Pulau Lombok.

Syahdan merincikan tigaa posko di Pulau Lombok berada di kawasan Patung Sapi Gerung Lombok Barat, Aik Darek Lombok Tengah dan Lenek di Kabupaten Lombok Timur. Sementara, enam posko di Pulau Sumbawa, diantaranya di Pelabuhan Poto Tano, KSB, Labuhan Badas di Sumbawa, KM 70 sebagai wilayah pembatas antara kabupaten Dompu dan Sumbawa.

Selanjutnya, Posko Madeprama di Kabupaten Bima, Posko Kempo di Kabupaten Dompu dan Posko Pena Perundi di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.

“Semua posko kita sudah dilengkapi dengan alat berat dan peralatan material lainnya lengkap dengan nama dan nomor telepon petugasnya,” ujar Syahdan.

Ia menjelaskan agar pelaksanaan mudik dan balik lebaran kali ini akan lebih baik pelaksanaan bila dibandingkan tahun sebelumnya. Maka, semua pihak harus pula pro aktif bergerak sesuai tupoksinya masing-masing.

Syahdan mencontohkan, misalnya, titik macet karena ada pasar tumpah, tentunya peran aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan harus turun tangan melakukan penertibannya.

“Termasuk, daerah rawan bencana longsor, maka pihak lainnya, salah satunya BPBD juga harus pro aktif bersama-sama ikut terlibat dalam pelaksanaan mudik dan balik lebaran Idul Fitri kali ini,” tandas Syahdan. RUL.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Ketika Delegasi MNEK Memasak Ayam Taliwang

MATARAM,DS-Sejumlah delegasi dari 37 negara yang mengikuti MNEK 2018, khususnya kaum hawa menunjukkan kelihaiannya memasak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *