Minggu , 11 Juni 2017
Home / Pariwisata / Debu jadi Mangnet Pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017
Ratusan warga memadati pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 di komplek IC NTB, Kamis malam

Debu jadi Mangnet Pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017

MATARAM, DS – Ratusan warga antusias menghadiri pembukaan Pesona Khazanah Ramadhan 2017 di Komplek Islamic Center (IC), Kota Mataram, Kamis (25/5) malam. Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi membuka langsung kegiatan yang akan berlangsung selama sebulan tersebut. Pembukaan yang berlangsung speketakuler itu dimeriahkan penampilan mubaligh kondang Ustaz Yusuf Mansur dan grup musik Debu.

Dalam tausyiyahnya, Ustadz Yusuf Mansyur mengingatkan bahwa umat manusia itu selevel kapal induk. Oleh karena itu, sikap mengecilkan diri jadi sampan sebaiknya mulai dihindarkan.

”Kita itu kapal induk, tapi merasa sampan bahkan tidak berani ke agak tengah laut. Padahal kita disiapkan Allah tidak bercanda. Allah ciptakan tiap manusia sebagai pemenang,”ungkapnya.

Menurutnya, pada 2011 ada seorang buruh pemetik kelapa yang sambil melihat laut ia berdoa bisa jadi penjual kelapa ke seluruh dunia. Kelapa saat itu Rp 1.500 per buah dan upah buruh pemetiknya lebih kecil dari itu. Dia bukan pemilik kebun kelapa.

Sedangkan, pada 2014 orang itu membawa Rp 100 juta dari penjualan perdana kulit kelapa di Eropa Timur. ”Alhamdulillah, mimpi besar itu terwujud dengan izin Allah,” tegas Ustadz Yusuf.

Ia mengajak umat Islam berucap doa yang benar. Allah itu Maha Besar, jangan bicara kecil. ”Kita tuh begitu deh, kalau ada yang punya mimpi besar kita ketawai. Jangan. Peluk mereka, yakinkan dia bisa,'” kata Ustadz Yusuf berkelakar.

Ia menjelaskan, jika doa Nabi Sulaiman yang minta kerajaan saat ia jatuh. Berdoalah tidak cuma dikeluarkan dari masalah diri sendiri, tapi jadi perantara jalan keluar masalah orang lain. Doa semacam itu lebih berbobot untuk dikabulkan.

”Sudah biasa, jika ada orang mengecilkan kita, Tapi jangan kita mengecilkan diri kita sendiri. Tidak ada yang tidak mungkin untuk Allah. Jangan berhenti berdoa,” kata Ustadz Yusuf.

Yusuf Mansyur mengakui, saat manusia memiliki mimpi besar, orang lain boleh tidak percaya. Tapi, bila umat Islam percaya pada Allah SWT maka Allah SWT percaya pada ummatnya. Apalagi, tidak semua orang berhadapan pada posisi surat Shad ayat 34, saat Sulaiman kehilangan kerajaan, kekuasaan, dan kesehatan.

Dana, menurutnya, waktu berlalu, orang boleh lupa dengan mimpinya. ‘Yang jelas, jika kita diledek ditawari beli mobil, padahal rumah anda di gang, jangan bersikap merasa diledek. Kalau orang percaya pada kita, masa kita tidak percaya? Jarang-jarang itu,” jelas Ustadz Yusuf.

Ia menambahkan, hanya dengan kekuatan Shalat dhuha guna meminta pertolongan pada Allah SWT, maka apa yang ummatnya inginkan, akan bisa dikabulkan. “Mari kita belajar untuk istiqomah melaksanakan periuntah Allah, yakni melakukan shalat dhuha itu,” tandas Ustadz Yusuf Mansyur.

Sementara itu, meski tampil cukup larut malam, para jamaah tetap antusias menyaksikan penampilan Debu. Begitu menaiki panggung, ratusan warga merangsek ke depan panggung dengan harapan bisa mengabadikan momen melalui gawai masing-masing.

Tak jarang diantara jamaah yang mencoba melakukan swafoto dengan latar belakang grup band yang berisikan sebagian besar personilnya dari Amerika Serikat. Tembang La-ilaha Illallah dari Debu memecah kesunyian Kota Mataram dalam membuka penampilan. Sahut-sahutan nyanyian antara vokalis Debu Kumayl Mustafa Daood dengan penonton semakin memanaskan suasana.

Di tengah penampilan, Mustafa tampak heran dengan sikap sejumlah penonton.”Ini yang lain pada nyanyi, kok yang lainnya lagi pada diam dan bengong, apa karena saya bule,” tandas Mustafa bercanda disambut tawa ratusan penonton. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

KETIKA GENDANG BELEK DITABUH

SELONG,DS-Bertempat di Lapangan Umum Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat, Kamis (25/5/17), tak kurang ribuan warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *