Selasa , 9 Oktober 2018
Home / Pariwisata / 8 Apron BIL Siap Didarati Pesawat Delegasi Pertemuan IMF-Bank Dunia
Inilah apron baru BIL yang sudah bisa dioperasionalkan untuk menyambut pesawat para delagasi pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali

8 Apron BIL Siap Didarati Pesawat Delegasi Pertemuan IMF-Bank Dunia

MATARAM, DS – PT. Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok (BIL) mulai mengoperasikan sebanyak delapan apron baru untuk pendaratan pesawat mulai Senin (8/10). Pengoperasian apron itu dimaksudkan untuk menyukseskan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung di Provinsi Bali pada 8-14 Oktober 2018.

General Manager Lombok BIL, I Gusti Ngurah Ardita, mengatakan, pada  pertemuan IMF-World Bank di Bali,  BIL akan menjadi salah satu tempat parkir alternatif pesawat para delegasi pertemuan ekonomi internasional terbesar di dunia yang akan dihadiri oleh 189 negara.

Menurut dia, BIL akan menopang keberadaan Bandara Internasional Ngurah Rai yang menjadi lokasi pendaratan utama para delegasi itu.  Harapannya, adanya delapan parking stand yang baru ini akan bisa digunakan untuk parkir pesawat yang membawa para delegasi.

“Yang pasti beroperasinya apron ini sebagai momentum yang pas untuk mempromosikan Lombok dalam kegiatan internasional. Terlebih lagi bahwa pariwisata Lombok tak kalah indah dari pulau dewata Bali,” ujar Ngurah Ardita menjawab wartawan, Selasa (9/10).

Ia mengatakan penambahan kapasitas apron di BIL memacu pihaknya untuk bisa terus mendatangkan penerbangan-penerbangan baru ke Pulau Lombok. Apalagi, managemen BIL telah menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan kepada para pengguna jasa kebandarudaraan. Salah satunya melalui peningkatan fasilitas kapasitas parkir pesawat.

Ardita menjelaskan, pembangunan apron BIL di mulai sejak Maret 2018 dengan 4 “parking stand” yang berada di sisi timur seluas 171,5 m x 144,2 m. Sedangkan untuk 4 “parking stand” yang berada disisi barat mulai di bangun pada Juni 2018 seluas 171,5 m x 139,5 meter.

Sebelumnya, BIL telah mempunyai 10 parking stand dan kini telah resmi mempunyai kapasitas parkir pesawat sebanyak 18 parking stand.

“Delapan parking stand yang telah dioperasionalkan oleh Sekda Lombok Tengah juga telah ditinjau langsung oleh Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde didampingi oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani kemarin,” jelas Ardita.

Ia menambahkan, dengan telah adanya penambahan apron itu, maka pihaknya siap menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan pertemuan tingkat internasional yang akan dihadiri sebanyak 189 negara itu.

 

Siapkan 5 Bandara

Sementara itu, PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan lima bandara alternatif sebagai tempat parkir pesawat para delegasi pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Bali pada 8 hingga 14 Oktober 2018. Kelima bandara tersebut yaitu Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hassanudin Makassar, Bandara Adi Soemarmo Solo, serta Bandara El Tari Kupang.

“Ini merupakan upaya Angkasa Pura I untuk mengantisipasi keterbatasan kapasitas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, meskipun kami telah melakukan pengembangan fasilitas bandara khusus untuk menyambut pertemuan pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 ini,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (9/10).

Hal ini, kata Faik, dilakukan agar perpindahan moda transportasi pada saat kedatangan dan kepulangan tamu negara berjalan lancar dan nyaman.

Faik mengatakan beberapa pengembangan yang dilakukan di Bandara I Gusti Ngurah Rai antara lain perluasan apron dari 53 parking stand menjadi berkapasitas 63 parking stand. Selain itu ada juga penambahan rapid exit taxiway untuk meningkatkan jumlah pergerakan pesawat hingga 33 pergerakan per jam, serta penambahan check-in counter menjadi 126 unit.

Untuk Bandara Internasional Lombok dilakukan perluasan apron dengan tambahan 8 parking stand untuk pesawat narrow body, sehingga saat ini BIL memiliki 18 parking stand. Sedangkan apron Bandara Juanda Surabaya bertambah 7 parking stand untuk pesawat narrow body dan satu helikopter. Dengan demikian kapasitas apron bandara ini menjadi 51 parking stand.

Penambahan kapasitas apron, kata dia, juga dilakukan di Bandara Sultan Hasanudin Makassar yang bertambah 8 parking stand, sehingga saat ini totalnya ada 48 parking stand. Sementara Bandara Adi Soemarmo Solo menambah 9 parking stand menjadi 26 parking stand. Sedangkan Bandara El Tari Kupang menambah 5 parking stand di apronnya, sehingga saat ini bisa memiliki kapasitas 17 parking stand.

“Seluruh fasilitas di bandara-bandara alternatif tersebut telah melalui proses verifikasi siap operasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan diharapkan dapat mendukung kesuksesan penyelenggaraan event akbar pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018,” ujarnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

NTB Mulai Benahi Gunung Tambora jadi Cagar Biosfer

MATARAM, DS– Provinsi NTB memiliki dua gunung aktif, yakni Gunung Rinjani di Pulau Lombok, serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *