Rabu , 8 Agustus 2018
Home / Kesehatan / Warga Panorama Alam Lobar Pilih Bertahan di Tenda Pengungsian
Warga Panorama Alam yang bertahan di tenda pengungsian

Warga Panorama Alam Lobar Pilih Bertahan di Tenda Pengungsian

LOBAR, DS – Gempa susulan terpantau terus terjadi di Pulau Lombok hingga  pada Selasa (7/8) siang sekitar pukul 14.30 Wita. Bahkan, gempa itu tidak juga di rasakan di KLU namun dirasakan warga di Lombok Barat.

Salah satu warga Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Sauki, juga mengaku, lebih naman di luar rumah bersama keluarga karena gempa susulan yang terus berlangsung sejak Senin (6/8) hingga Selasa siang hari (7/8).

“Gempa siang ini adalah peristiwa yang kesekian kali gempa yang kita rasakan bersama keluarga,” ujarnya menjawab wartawan.
Sauki bersama ratusan warga Sesela dan sekitarnya masih enggan kembali ke rumah lantaran, masih was-was terkait terulangnya kembali insiden gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang menggungcang Pulau Lombok pada Minggu (6/8) malam lalu.

“Untuk sementara, kami lebih baik tinggal di tenda pengungsian bersama ratusan warga lainnya,” kata pria dua anak itu.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis jika gempa berkekuatan 5,5 SR kembali mengguncang Lombok Utara pada pukul 01.21 WIB.

Gempa susulan itu berpusat di Laut 21 km Timur laut Lombok Utara dengan kedalaman 10 kilometer (km). BMKG menjabarkan skala intensitas (MMI) III di Lombok barat, III di Lombok Tengah, III di Mataram, II-III di Denpasar, Bali, dan II-III di Kuta, Bali. Gempa tersebut dipastikan tidak menimbulkan tsunami atau smong.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,4 SR terjadi pukul 22.50 WIB. Pusat gempa berada di Laut 23 km Barat Laut Mataram dengan kedalaman 10 km. Gempa itu dirasakan (MMI) dengan intensitas IV di Mataram, IV di Gerung, III di Lombok Barat, III di Lombok Timur, II di Sumbawa, II-III di Karangasem, II-III di Kuta, II di Denpasar, II di Tabanan, II di Ubud.

Selain itu, gempa berkekuatan 4,0 SR juga mengguncang pada pukul 21.18 WIB. Gempa tersebut berpusat di laut 16 km Barat Laut Lombok Utara dengan kedalaman 11 km. Gempa dirasakan (MMI) dengan intensitas III di Praya, II di Kediri, III di Labuapi, II di Mataram, dan II di Lingsar.

Kemudian, gempa berkekuatan 5,6 SR mengguncang Sumba Barat Daya pukul 19.06 WIB. Pusat gempa berada di laut 242 km Barat daya Sumbabarat daya dengan kedalaman 10 km.

Namun, gempa hanya dirasakan (MMI) dengan intensitas II di Kuta dan Denpasar. Hingga pukul 23.00 WITA, BMKG mencatat terjadi sebanyak 199 gempa bumi susulan sejak gempa berkekutan 7.0 SR yang terjadi pada Ahad (5/8) petang.

Sedikitnya 98 orang tewas akibat gempa tersebut. Mayoritas korban gempa tewas akibat tertimpa material bangunan. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

ASDP Indonesia Salurkan Bantuan Rp 100 Juta ke Korban Gempa Lombok

LOTIM, DS- PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) menyalurkan bantuan secara merata …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *