Rabu , 25 Oktober 2017
Home / Kesehatan / PERLU EDUKASI MASYARAKAT UNTUK MENANGKAL IKLAN OBAT & SUPLEMEN ABAL-ABAL
sosialisasi ketentuan/persyaratan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan dalam rangka perkuatan dan tindaklanjut pengawasan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan, Rabu (25/10/17) di Hotel Santika Mataram.

PERLU EDUKASI MASYARAKAT UNTUK MENANGKAL IKLAN OBAT & SUPLEMEN ABAL-ABAL

MATARAM,DS-Kita perlu mengedukasi masyarakat atas pengetahuan tentang obat dan pengobatan yang baik serta memberikan akses pengobatan yang mudah. Kedua hal ini akan mewujudkan masyarakat semakin mandiri dalam mengobati penyakit serta dapat menangkal iklan-iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan yang tidak sesuai ketentuan.

Wakil Gubernur NTB H.Muh. Amin. SH., M.Si, mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan iklan obat dan suplemen yang disampaikan dengan cara melebih lebihkan, tanpa disertai petunjuk dan aturan pemakaiansaat membuka sosialisasi ketentuan/persyaratan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan dalam rangka perkuatan dan tindaklanjut pengawasan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan, Rabu (25/10/17) di Hotel Santika Mataram.

Misalnya dalam suatu iklan promosi dinyatakan, “minumlah suplemen X anda langsung sembuh total”. Terlebih iklan tersebut disampaikan melalui medsos dan dibumbui testimoni hoax, maka iklan seperti itu memiliki resiko menyesatkan masyarakat, khususnya yang belum memiliki pengetahuan tentang obat.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur, didampingi oleh Deputi bidang pengawasan obat tradisional kosmetik dan produk komplemen BPOM RI, Drs. Ondri Dwi Sampurna, Apt. M.Si., kepala Balai Besar POM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH.

Hadir pula pada kesempatan sosialisasi Kepala Dinas Komonfotik Prov. NTB, Tri Budi Prayitno, Ketua KPID Prov. NTB Sukri Aruman, Spt., pejabat dari Polda NTB. Peserta sosialisasi berjumlah135 orang, terdiri dari unsur KPID NTB, Instansi pemerintah, media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional di NTB, pelaku usaha obat tradisional dan suplemen kesehatan, serta dari balai besar POM.

Wagub mengingatkan bahwa Iklan sebagai salah satu bentuk informasi awal yang seringkali menjadi penentu keputusan masyarakat untuk mengkonsumsi obat maupun suplemen kesehatan. Sehingga kesalahan penyampaian pesan dalam iklan dapat berakibat fatal bagi masyarakat. “Mengatasi kesalahan penyampaian iklan, sangat dibutuhkan upaya penegakan hukum atau pemberian sanksi untuk memberikan efek jera, untuk itu dibutuhkan penanganan yang holistik serta komitmen semua pihak seperti Badan POM, KPID dan Instansi terkait,” ujar Wagub.

Iajuga mengajak untuk mengkampanyekan program tanaman obat keluarga atau apotek hidup. “Dengan apotek hidup masyarakat dapat menanam sendiri tanaman obat-obatan dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengolah dan mengkonsumsinya,” ajak Muh. Amin.

Mengakhiri sambutannya, Muh. Amin menyemangati pengusaha produk obat tradisional dan suplemen kesehatan lokal, untuk terus kreatif berproduksi, namun tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku dan memasarkan produknya melalui iklan-iklan yang jujur. ” Selain dari sisi ekonomi, produk dapat meningkatkan kesejahteraan, namun pengusaha juga harus berpikir untuk mampu menyehatkan masyarakat dengan produknya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi bidang pengawasan obat tradisional kosmetik dan produk komplemen BPOM RI, mengungkapkan bahwa berdasarkan data yang dirilis BPOM Nasional, pada tahun 2016 pelanggaran iklan obat tradisional rata- rata sebesar 17,06 % dan pelanggaran iklan suplemen kesehatan sebesar 14,24%.

“Untuk pengawasan iklan, BPOM RI bekerjasama dengan Kominfo dan KPI pusat untuk pengawasan terhadap media-media yang ditayangkan melalui media elektronik.namun ini masih belum efektif jika tidak didukung oleh KPID NTB. Untuk itu saat ini juga akan dibangun koordinasi yang lebih intens melalui penandatanganan kerjasama dengan KPID NTB tentang pengawasan publikasi dan iklan produk makanan,” ujar Ondri.HM

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

 IMUNISASI CARA TERBAIK CEGAH PNEUMONIA

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si saat Pencanangan Program Demonstrasi Imunisasi Pneumokokus Konyugasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *