Rabu , 15 Agustus 2018
Home / Kesehatan / Menyedihkan, Satu Tenda 30 Orang Tanpa Kamar Mandi Darurat Pengungsi di Pusat Kota Tanjung Keluhkan Bantuan Pemerintah yang Minim
Budiawan

Menyedihkan, Satu Tenda 30 Orang Tanpa Kamar Mandi Darurat Pengungsi di Pusat Kota Tanjung Keluhkan Bantuan Pemerintah yang Minim

KLU, DS – Gempa bumi yang melanda wilayah Lombok Utara, NTB, menyisakan trauma tersendiri bagi warga di kabupaten termuda di NTB tersebut. Mereka enggan memasuki rumah karena khawatir adanya gempa susulan dan memilih mendirikan tenda darurat.

Sebanyak 20 tenda darurat milik warga didirikan seadanya secara swadaya di area persawahan di Lombok Utara. Salah satunya di Desa Tanjung yang lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan KLU. Parahnya, di tenda yang menampung 30 KK itu sama sekali tidak ada  kamar mandi darurat maupun dapur umum.

Kepala Desa Tanjung, Budiawan mengatakan sebanyak 9.583 jiwa warganya yang tersebar di 16 dusun menempati tenda darurat yang dibuat dari terpal.

“Warga-warga itu mengungsi karena sekitar 70 persen rumah mereka rusak parah akibat gempa bumi. Umumnya, kalau di Tanjung, warga kami mengungsi di tanah lapang dan areal persawahan,” ujarnya menjawab wartawan, Senin (13/8).

Budiawan mengatakan kondisi pengungsi di wilayahnya sangat memprihatinkan lantaran bantuan logistik  sangat minim hingga kini.

Menurut dia, bantuan yang ada hanya sebatas 7 unit tenda dari BNPB serta bantuan jaringan air bersih oleh PDAM setempat pada lima titik pengungsian yang dekat dengan akses jalan utama.

“Itu artinya, sekitar 60 persen pengungsi hanya mengandalkan air sungai dan sumur saja. Ini miris bagi kami, karena lokasi desa sangat dekat sekali dengan Kantor Bupati KLU selaku lokasi posko induk KLU,” tegas Budiawan.

Ia berharap pemerintah bersikap adil dengan memberikan proporsi bantuan tenda yang memadai. Sebab, kata Budiawan, hingga Senin sore ini belum ada bantuan apapun dari pemerintah.

“Ini belum ada, anak-anak muda di sini terpaksa mencegat mobil kalau lewat (meminta sumbangan),” kata dia. “Pengungsi di wilayah kami sangat butuh bantuan sembako, obat-obatan selain dari terpal,” tambah Budiawan.

Tak hanya itu, adanya bantuan tikar juga diperlukan. Sehingga warga tidak perlu tidur di atas rumput.  “Tenda bukan milik pemerintah, tapi dari dari tenda warga yang sering dipakai jemur padi,” tandas Budiawan. RUL

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Dampak Gempa, 30 an KK Warga Punia Bermalam di Kuburan

MATARAM,DS-Sebanyak 30 an KK warga Punia Saba, Kelurahan Punia, Kota Mataram, mengungsi sekaligus bermalam di …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    I leave a leave a response whenever I appreciate a article on a site or I have something to valuable to contribute to
    the discussion. It is caused by the sincerness displayed in the article I read.

    And after this article Menyedihkan, Satu Tenda 30 Orang Tanpa Kamar Mandi Darurat
    Pengungsi di Pusat Kota Tanjung Keluhkan Bantuan Pemerintah yang Minim – Duta Selaparang.
    I was actually moved enough to leave a thought 😉 I do have some questions for
    you if you don’t mind. Could it be just me or does it appear like
    some of these responses come across like written by brain dead people?
    😛 And, if you are writing at other places, I would like to follow you.

    Would you list all of your community pages like your Facebook page, twitter feed, or linkedin profile? //bitly.kr/CDXLabsCBDReviews652060

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *