Selasa , 27 November 2018
Home / Kesehatan / Masih Minim, Desa di Lombok Timur yang Bebas BAB Sembarangan
Bupati Lotim ketika memberikan sambutan pada Sarasehan Pewakaf Sanitasi dengan tema "STBM 5 PILAR BANGKIT UNTUK LOMBOK TIMUR SEHAT"

Masih Minim, Desa di Lombok Timur yang Bebas BAB Sembarangan

SELONG,DS-Dalam acara Sarasehan Pewakaf Sanitasi dengan tema “STBM 5 PILAR BANGKIT UNTUK LOMBOK TIMUR SEHAT” yang bertempat di Rinjani Waterpark Kabupaten Lombok Timur,  Rabu (21/11), Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy yang membuka acara bahwa dari 254 desa/kelurahan di Lombok Timur, mengemukakan baru 82 desa yang sudah dinyatakan ODF atau bebas dari buang air besar sembarangan. “Jumlah yang masih sangat minim,” ungkap Bupati.

Kondisi ini menurut Bupati Sukiman, sangat memprihatinkan. Karena STBM 5 Pilar merupakan sesuatu yang diketahui semua masyarakat. Namun, hingga 73 tahun Indonesia merdeka, pemerintah masih berkutat dalam hal seperti ini. Itulah sebabnya Bupati meminta Dinas Kesehatan, Bappeda, Camat dan Kepala Desa dapat lebih serius menggalakkan program ini.

Bupati menyampaikan bahwa APBD Kabupaten Lombok Timur pada saat ini sedang dibahas bersama DPRD. Dalam tiga hari ke depan akan ditetapkan. Kaitannya dengan itu, Bupati berharap ada kesepakatan pembiayaan sebagai upaya  meningkatkan cakupan STBM menjadi 51% yang akan diakomodir melalui APBD Kabupaten Lombok Timur. Selain itu, Bupati juga berharap adanya kontribusi dari ADD. Ke depan, akan diterbitkan peraturan untuk mendukung program ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk menaikkan IPM Lombok Timur.

Sebelumnya Ketua YMP (Yayasan Masyarakat Peduli), Elena Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan sejumlah tantangan dalam peningkatan cakupan STBM 5 Pilar hingga saat ini, di antaranya, belum adanya Pokja AMPL di tingkat kecamatan, Tim Teknis Kabupaten (TTK) yang belum masuk dalam struktur organisasi Pokja AMPL, termasuk masih kecilnya anggaran yang dialokasikan desa untuk soft komponen seperti pelatihan bagi kader, di samping regulasi baik di tingkat kabupaten maupun desa. Elena optimis bila hal tersebut dapat diselesaikan, percepatan pencapaian Lombok Timur Sehat dapat terealisasi.

Sementara itu Kepala Bidang Sosbud Bappeda Kabupaten Lombok Timur,  Maryani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program Pemerintah yang dirumuskan dalan nawacita, yaitu Universal Akses 100 0 100 pada tahun 2019, artinya 100% akses air bersih,  0% rumah kumuh, dan 100% sanitasi/jamban.

Percepatan akses tersebut dilakukan dengan menggunakan intervensi terpadu melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar sebagaimana tertuang dalam Permenkes nomor 5 tahun 2014 dengan pokok kegiatan : Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum yang aman di Rumah Tangga (PAM-RT),Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,  dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (SPAL).

Bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur ditunjukkan dengan telah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok  Timur dengan Yayasan Masyarakat Peduli (YMP) NTB, melalui Program SEHATI (Sanitation and Hygiene For Eastern Indonesia) tahun 2016-2018, untuk pendampingan di 14 Kecamatan,  19 Puskesmas, 43 desa/kelurahan.

Hingga bulan Oktober 2018,desa/kelurahan yang sudah dinyatakan ODF atau BASNO (buang Air Besar Sembarangan Nol) sebanyak 82 desa/kelurahan (32,28%) dan 13 desa STBM 5 Pilar (5,12%) dari 254 desa/kelurahan.

Pada acara yang bertujuan agar evaluasi dan terbangunnya komitmen bersama STBM 5 Pilar yang berkualitas dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur dapat terwujud ini, dibacakan juga Surat Keputusan STBM nomor : 188.45/588.0/PD/2018 tentang Penetapan Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat 5 Pilar di Kabupaten Lombok Timur dan penyerahan piagam kepada desa STBM 5 Pilar secara simbolis yang diikuti penandatanganankomitmen 5 Pilar Bangkit untuk Lombok Timur SEHAT oleh Bupati Lombok Timur dan Pokja AMDL.(kis)

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Tangani Gempa, Koordinasi BPBD NTB Tak Berjalan Baik Isvie : Bantuan Jangan Ditahan-Tahan

  MATARAM, DS – Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH, memahami fakta kesimpangsiuran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *