Kamis , 9 Agustus 2018
Home / Kesehatan / Gempa Susulan, Warga Berhamburan Lari ke Tenda
Anak-anak dan ibu warga Perumahan Panorama Alam, Dusun Dasan Utama, Desa Sesela, Lombok Barat berlari ke tenda pengungsian

Gempa Susulan, Warga Berhamburan Lari ke Tenda

LOBAR, DS – Warga  Lombok Barat dan Kota Mataram lari berhamburan karena takut akan dampak gempa bumi susulan berkekuatan 4,9 pada Skala Richter. Gempa susulan kembali terjadi Rabu (8/8) pukul 10.10 WITA.

Berdasarkan pantauan, para anak-anak dan ibu  yang tengah berada di rumah untuk mengambil barang kebutuhan mereka  panik meskipun getaran yang dirasakan tidak sebesar gempa bumi utama berkekuatan 7 SR yang terjadi Minggu (5/8) pukul 19.46 WITA.

Mereka berlari kembali ke tenda-tenda pengungsian yang berada di komplek perumahan setempat yang kebetulan tidak jauh dari areal pemukiman.

Seorang ibu pedagang sayur-sayuran yang kebetulan tengah keliling berjualan di komplek Perumahan Panorama Alam juga panik dan sibuk menghubungi suaminya di rumah.

Berdasarkan analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi susulan berkekuatan 4,9 SR, yang terjadi pada pukul 10.10 WITA berada di 8,31 lintang selatan, 116,17 bujur timur.

“Tepatnya di 14 kilometer barat laut Kabupaten Lombok Utara – NTB, dengan kedalaman 12 kilometer,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Ratusan Gempa Susulan

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membenarkan, jika ratusan gempa susulan yang terjadi di Lombok, NTB, usai gempa bermagnitudo 7 adalah hal yang wajar.

Meskipun gempa tidak dapat diprediksi, Sutopo mengatakan setidaknya pola gempa bisa diperkirakan.

“BMKG mengatakan biasanya (gempa) 7 skala ritcher adalah rangkaian yang diikuti 500 gempa susulan, dalam beberapa hari ke depan akan terjadi gempa susulan tapi kecil,” jelas Sutopo.

“Itu alamiah, kita bersyukur, artinya energi yang ada di dalam lempeng, di dalam bumi tadi dilepaskan, yang repot kalau terkunci, akibatnya (malah) besar,” tambahnya dalam siaran tertulisnya.

Menurut Sutopo, Lombok merupakan daerah rawan karena terletak di antara dua pembangkit gempa dari selatan dan utara. Selain itu, Pulau Lombok memiliki banyak sebaran titik episenter yang berarti kerap terjadi aktivitas gemp.

Lebih lanjut Sutopo mengatakan penting bagi publik untuk mengetahui pencegahan dan penanganan terhadap gempa.
Yang penting kalau kita tinggal di daerah rawan gempa, kita tahu risikonya, ya kita bangun rumah tahan gempa, kita harus tahu prosedurnya kalau terjadi gempa,” ujar Sutopo.

“Makanya pelatihan itu harus rutin dilakukan, kalau tidak latihan, tingkat kesiapsiagaan kita rendah,” simpulnya.

Sampai saat ini, proses evakuasi korban dan reruntuhan akibat gempa bermagnitudo 7 tersebut masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Bantuan-bantuan pun masih terus berdatangan dari berbagai pihak.fm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

MENKO POLHUKAM DAN MENSOS SANTUNI KORBAN GEMPA  DI KLU

TANJUNG,DS-Dua hari paska gempa bumi berkekuatan 7 SR mengguncang, Menko Polhukam Wiranto, selaku pimpinan tanggap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *