Minggu , 19 November 2017
Home / Kesehatan / Banjir Bandang Terjang Lotim, 11 Desa Terendam, Puluhan Rumah Rusak
Inilah sejumlah rumah yang rusak berat akibat tergerus air banjir bandang di Kecamatan Keruak, Lombok Timur

Banjir Bandang Terjang Lotim, 11 Desa Terendam, Puluhan Rumah Rusak

LOTIM, DS – Banjir bandang menerjang Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu malam (18/11),. Satu orang anak dilaporkan tewas dan lima warga hingga kini masih dirawat intensif.

Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Search and Rescue (Basarnas) Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengatakan banjir tersebut disebabkan hujan lebat yang menguyur wilayah di ujung timur timur Pulau Lombok sejak pagi hingga petang, memicu sebanyak dua buah embung di bawah bendungan Pandan Dure, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, tidak bisa menampung debit air hujan. Akibatnya, air hujan itu meluap menggenangi 11 desa di empat kecamatan di wilayah setempat.

Korban tewas bernama Wasila Cantika (9), warga Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Lotim. “Bocah itu tewas tertimpa reruntuhan tembok rumah akibat air embung di Dam Pandan Dure tidak mampu menahan debit air hujan yang intensitasnya tinggai, sehingga meluap dan menggerus rumah warga,” ujar Lanang yang dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (19/11).

Menurutnya, korban yang merupakan anak-anak itu adalah warga Desa Sepit. Sedangkan,sebanyak lima orang korban lainnya hingga kini masih dirawat intensif di puskesmas setempat. “Informasi yang kami peroleh, korban atas nama Wasila Cantika itu, sudah dievakuasi oleh warga ke Puskesmas Keruak,” ungkapnya.

Lanang menuturkan, pihaknya bersama anggota TNI/Polri sejak malam hingga Minggu dinihari masih berada di lokasi banjir untuk memberikan bantuan dan melakukan evakuasi terhadap warga. Selain itu, Bupati Lotim H Ali Bin Dachlan pada sekitar pukul 20.00 Wita juga datang ke lokasi untuk mengecek kondisi warganya.

11 Desa Terendam

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, H Muhammad Rum, mengatakan, terdapat 11 desa di empat kecamatan yang diterjang banjir bandang akibat intensitas hujan tinggi itu.

Rum merincikan, di Kecamatan Keruak terdapat tujuh desa yang terendam, diantaranya, Desa Stungkep Lingsar, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Lokon, Batu Rampes, dan Bintang Oros.  Sedangkan, di Kecamatan Jerowaru Desa Sepapan dan Penendem. “Khusus di Kecamatan Sakra hanya di desa Swangi,  dan di Kecamatan Sakra Barat hanya di Desa Gunung Rajak,” ujarnya.

Hingga Minggu (19/11) pukul 07.00 Wita, banjir di empat kecamatan yang berada di sekitar Bendungan Pandan Dure mengakibatkan sebanyak 500 rumah terendam banjir. Bahkan, 50 rumah di antaranya dalam kondisi rusak berat.

“Data kerusakan rumah terdampak banjir melengkapi adanya satu korban jiwa serta lima orang warga yang masih di rawat di Puskesmas setempat hingga kini,” jelasnya.

Akses Jalan Putus

Rum membenarkan jika akibat banjir bandang yang terjadi pada Sabtu malam (18/11) menyebabkan, akses jalan dua kabupaten yang menghubungkan Lombok Timur dan Lombok Tengah terputus, lantaran jembatan di wilayah Jerowaru ambrol tergerus air.

“Untuk sementara, warga yang akan melintasi wilayah selatan dari Kota Praya di Loteng ke Keruak di Lotim kita sarankan untuk lewat utara Lombok Barat karena jalan utamanya Lombok Tengah dan Lotim terputus,” ujarnya.

Menurut Rum, untuk saat ini, warga yang hendak ke Kecamatan Jerowaru Lombok Timur  tidak bisa menuju ke lokasi tersebut lantaran jembatan penghubungnya tergerus air banjir bandang. “Tim kami masih bekerja dibantu dinas PU untuk memperbaiki jembatan itu,” tandasnya.

Meluas ke Lombok Tengah

Dalam kesempatan itu, Rum membenarkan banjir bandang  juga terjadi di kabupaten Lombok Tengah di Desa Batu Bungus, Kecamatan Janapria. Bencana yang disebabkan hujan deras tersebut merusak tiga rumah toko (ruko).

Selain itu, dua dusun di Desa Lekor, Kabupaten Loteng, juga digenangi banjir akibat meluapnya bendungan Brenge dan air kiriman dari sawah. Bahkan, satu dusun di Desa Beleke, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Loteng juga tergenang banjir.

“Sampai tadi malam, masih ada beberapa warga yang mengungsi ke tempat aman. Untuk sementara kerugian belum bisa ditaksir dan tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Pihaknya bersama dengan Pemkab Lotim dan Loteng sudah menyalurkan bantuan logistik yang diperlukan oleh warga terdampak banjir, seperti selimut, terpal dan makanan siap saji. “Tapi, kita masih butuh bantuan lagi dari pihak lain untuk mengurangi beban warga yang terdampak banjir bandang di dua kabupaten itu,”  pungkasnya.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Batuk-batuk Beri Sambutan, Menko Perekonomian Ditegur Presiden “Doyan” Rokok

LOMBOK TENGAH, DS – Menko Perekonomian Darmin Nasutionditegur Presiden Joko Widodo saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *