Kamis , 22 Februari 2018
Home / Hukum / TGB Desak Kasus Penyerangan Ulama Harus Tuntas
Gubernur TGB Muhamad Zainul Majdi MA

TGB Desak Kasus Penyerangan Ulama Harus Tuntas

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi angkat bicara atas kian maraknya kasus penyerangan terhadap tokoh agama atau ulama yang terjadi akhir-akhir ini. Menurut TGB, perlindungan bagi para ulama dan tokoh agama harus dilakukan oleh negara. Oleh karena itu, kasus penyerangan terhadap ulama yang terjadi beberapa waktu lalu harus segera dituntaskan.

“Bagi saya, penyerangan terhadap ulama itu tidak bisa diterima, dengan alasan apapun negara harus mampu hadirkan perlindungan, tidak hanya kepada ulama, tapi juga ke seluruh anak bangsa,” ujar Gubernur yang dihubungi wartawan melalui telpon selulernya, Kamis (22/2).

Ia menegaskan, para tokoh agama harus mendapatkan perhatian lebih dalam hal perlindungan, mengingat peran besar para tokoh agama di tataran masyarakat dalam menjaga masyarakat, memotivasi, dan membangun bangsa.

TGB menilai, perlindungan ini menjaga agar simpul-simpul masyarakat ini tidak terganggu yang bisa berakibat tidak berjalannya fungsi pengayoman dan pembinaan para tokoh agama.

“Jadi penganiayaan terhadap tokoh agama termasuk kiai, dan juga di gereja itu harus dituntaskan oleh pemerintah melalui penegak hukum dari A sampai Z, supaya spekulasi tidak berkepanjangan dan energi pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia karena isu-isu seperti ini,” kata TGB.

 

*Sunnah Allah

Dikonfirmasi terpisah, Kiai sepuh dan kharismatik dari NU, KH Maimun Zubair atau biasa dikenal Mbah Moen mengatakan, penyerangan terhadap ulama itu merupakan sunah Allah atau hukum alam.Sebab, kata  Mbah Moen, segala apa pun yang diciptakan Allah di dunia ini, pasti ada yang baik dan buruk. Termasuk, dengan adanya kasus penyerangan tersebut.

“Itu mesti segala apa pun Allah membuat ada plus dan minus. Gak ada membayangkan semuanya plus. Jadi ada plus ada minus. Jadi ada penyerangan itu, kebetulan itulah sunah Allah. Jadi semua ada kebaikan pasti ada keburukan,” ujarnya dalam siaran tertulis yang diterima wartawan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini menjelaskan, Allah membuat suatu keburukan itu hanya pada setan.  Sedangkan, kebaikan ia berikan pada malaikat. Sementara pada manusia, Allah memberikan suatu keburukan dan juga kebaikan.

“Jadi Allah membuat buruk itu hanya pada setan, baik itu kepada malaikat. Dan manusia mesti campur ada baik ada jelek,” ucap kiai sepuh yang hampir berusia 90 tahun ini.

Terkait para pelaku penyerangan yang diduga gila tersebut, menurut Mbah Moen, sebagian mungkin pelakunya memang gila, tapi sisanya hanya dibuat-buat saja. “Memang sebagian gila, ada di tempat saya juga gila. Ya Memang itu tidak semuanya barang kali, buat gila-gila juga bisa,” kata Mbah Moen sambil diiringi tawa.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dipaparkan Kabareskrim, sejak Desember 2017 lalu setidaknya sudah ada 21 peristiwa menonjol terhadap tokoh agama dan tempat ibadah di Indonesia. Dengan perincian, di Aceh 1 peristiwa, Banten 1 peristiwa, DKI 1 Peristiwa, Jabar 13 peristiwa, DIY 1 Peristiwa, Jawa Timur 4 peristiwa. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Divestasi Saham Newmont Penuh Skandal Gubernur NTB Harus Beri Penjelasan ke Publik

  MATARAM, DS – Proses divestasi saham PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) diduga penuh skandal. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *