Rabu , 9 Mei 2018
Home / Hukum / Persoalan Ini Membuat TGB Tidak Nyaman
Ketua DPRD NTB (kanan) menyerahkan rekomendasi LKPJ akhir tahun 2017 dan LKPJ AMJ 2013-2018 kepada Gubernur NTB usai sidang paripurna DPRD

Persoalan Ini Membuat TGB Tidak Nyaman

MATARAM,DS – Perbedaan data jumlah kunjungan wisatawan di NTB yang cukup signifikan antara BPS yang menyebut angka kunjungan tidak mencapai 2,5 juta orang dan Dinas Pariwisata setempat yang mengklaim menembus angka 3,5 juta orang pada tahun 2017 lalu, menjadi salah satu rekomendasi dalam sidang paripurna LKPJ akhir tahun 2017 dan LKPJ AMJ 2013-2018 pada Selasa (8/5).

Selain itu, dana pengganti investasi tiga pemda di PT DMB yang tertunggak sebesar Rp 100 miliar lebih di perusahaan mitra, yakni PT Multi Capital (MC) yang merupakan perusahaan milik Bakrie Group juga tak luput menjadi sorotan kalangan anggota DPRD setempat pada sidang yang dipimpin oleh Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH itu.

Menanggapi hal itu. Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi memastikan, jika pihaknya berkomitmen telah mewarning Dirut PT DMB Andy Hadianto agar tidak lalai atas kewajibannya tersebut. Pasalnya, belum masuknya dana tunggakan sisa penjualan saham 6 persen itu telah memunculkan spekulasi yang beragam.

Bahkan, TGB merasa tidak nyaman, lantaran tuduhan itu telah mengarah langsung pada dirinya. “Saya sudah minta ke pak Andi, bila perlu bulan ini jika sudah ada tanda-tanda agar dituntaskan tanpa harus menunggu sampai sebelum RUPS DMB pada Juni. Jujur, belum masuknya dana ini, memunculkan fitnah dan spekulasi yang langsung tertuju ke saya. Padahal, kan transfer antar bank itu juga butuh waktu, apalagi lokasinya kabarnya beradanya di luar negeri,” tegas Gubernur menjawab wartawan.

Ia mengaku akan tetap menggunakan bantuan aparat Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB untuk membantu melakukan pengawalan terkait masuknya dana tersebut. “Bagi saya, tidak ada yang salah kita pakai Jaksa itu, kan mereka juga institusi negara,” ujar TGB lantang.

Data Beda BPS dan Dispar NTB

Terkait adanya perbedaan data BPS dan Dinas Pariwisata menyangkut jumlah kunjungan wisatawan pada tahun 2017 lalu. Menurut TGB, hal tersebut dipicu adanya perbedaan basis perhitungannya.

“Saya tidak menyalahkan BPS, karena hitungannya adalah jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Sementara, Dinas Pariwisata, siapapun wisatawan yang datang hanya sekadar trip, tidak menginap tapi mengunjungi NTB tetap dilakukan pencatatan,” kata dia.

Gubernur mencontohkan, para wisatawan yang datang dari Bali biasanya pagi menggunakan kapal cepat dengan tujuan one day trip ke tiga Gili di KLU, umumnya tidak menginap karena sore sudah balik lagi ke Bali tetap dilakukan pencatatan.

Selain itu, wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar. Dimana, setiap tahunnya tercatat ada sekitar 50 kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Lembar juga berpotensi membuat wisatawan ke NTB sesuai data yang disuguhkan oleh SKPD terkait. Sebab, kata TGB, setiap satu kapal pesiar yang sandar, mereka umumnya membawa penumpang mencapai 1.500-2.000 orang wisatawan.

“Meski pagi nyandar hanya perjalanan city tour dan berbelanja, selanjutnya sore sudah balik lagi, kita pasti catat mereka sebagai wisatawan yang datang ke NTB. Memang disinilah perbedaanya itu,” jelas Gubernur.

Ia berharap adanya perbedaan data dari institusi yang memiliki basis data masing-masing agar tidak dipolemikkan terlalu jauh. Meski demikian, perbedaan data terkait jumlah kunjungan wisatawan itu harus tetap dikonsolidasikan.

“Hitungan kedatangan dari Dinas Pariwisata meski tidak menginap tetap saya yakini. Begitupun BPS juga kita hormati angka mereka. Mari, silahkan jalan masing-masing dan tinggal dikonsolidasikan saja supaya ketemu nanti,” tandas Zainul Majdi. fahrul

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kisruh BPPD NTB, Pakar Hukum : Angkat Fauzan  Sekda NTB Langgar Aturan

MATARAM, DS –Langkah Sekda NTB, Dr. Rosiady Sayuti, menunjuk TGH Fauzan Zakaria sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dengan alasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *