Jumat , 11 Mei 2018
Home / Hukum / Perketat Pengawasan WNA, NTB Siap Perkuat Kinerja Tim Pora
Inilah dua WNA dari 11 WNA asal Malaysia yang telah dideportasi Imigrasi Mataram ke negara mereka beberapa hari lalu

Perketat Pengawasan WNA, NTB Siap Perkuat Kinerja Tim Pora

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengatakan peran Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) sangat penting dalam membantu mengawasi pelanggaran keimigrasian yang dilakukan warga negara asing (WNA) di lapangan. Oleh karena itu, ia berjanji akan memperkuat kinerja mereka.

Sebab, kata TGB, penanganan WNA telah memiliki protap yang sudah jelas. “Kalau saya, sangat sependapat jika ada WNA yang menyalahgunakan dokumen Imigrasi ya harus ditindak, apalagi mereka yang datang tidak punya dokumen. Makanya, sejak awal saya menyuport penuh kinerja Tim Pora dalam menindak dan selanjutnya memulangkan TKA ilegal dari NTB,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Kamis (10/5).

Tim Pora terdiri atas Imigrasi, Kepolisian, Komando Distrik Militer (Kodim), Kejaksaan, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja, Camat dan instansi lainnya.

TGB menegaskan, langkah pemulangan TKA ilegal sudah beberapa kali dilakukan, bahkan sempat sekali dipulangkan jumlahnya mencapai puluhan orang. Oleh karena itu, ia mengaku akan mengecek adanya perbedaan data TKA yang telah dipulangkan sesuai laporan Imigrasi Mataram yang menyebut ada sekitar 1.003 orang TKA yang dipulangkan hingga April 2018. Sementara, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) NTB menyebut angka hanya sekitar 103 orang TKA.

“Kalau soal beda data jumlah TKA yang dipulangkan, itu tugas saya yang akan mengecek dan membereskannya. Nanti, saya akan panggil dua institusi ini untuk melakukan klarifikasinya. Disini, yang utama itu adalah soal penanganan dan pengawasan TKA yang ada di NTB agar diperketat,” tegas Zainul Majdi.

11 WNA Dideportasi

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar mengaku, pendeportasian terhadap sebanyak 11 WNA yang diduga menyalahgunakan izin tinggal ini adalah hasil giat penindakan dalam periode empat bulan terakhir, terhitung sejak Januari 2018.

“Bentuk penyalahgunaannya, ada yang visanya sudah masuk masa kadaluwarsa, kemudian tidak diperpanjang, tapi masih tinggal di sini,” kata Dudi Iskandar menjawab wartawan, Rabu (9/5).

Dari 11 WNA yang dideportasi, empat diantaranya berasal dari Malaysia. Satu orang telah di deportasi pada periode Januari dan tiga lainnya pada Februari 2018.  “Jadi yang berasal dari Malaysia ada tiga perempuan dan satu laki-laki,” ujarnya.

Masih dalam periode Februari 2018, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, kata dia, turut mendeportasi seorang pria berkebangsaan Italia. Karena itu, WNA yang dideportasi pada periode Februari 2018 berjumlah empat orang.

Selanjutnya untuk periode Maret 2018, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mendeportasi tiga WNA yang berasal dari Belanda, Jerman, dan Australia. Begitu juga dengan jumlah WNA yang di deportasi pada dua pekan terakhir di bulan April, berjumlah tiga orang.

“Untuk dua pekan terakhir pada bulan April, ada tiga orang berkebangsaan Hungaria, dua laki-laki dan seorang perempuan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa permasalahan WNA dalam kurun waktu empat bulan terakhir di tahun 2018, tidak hanya sampai pada sanksi pendeportasian. Namun ada juga dua WNA lainnya yang bermasalah hingga harus berhadapan dengan ancaman pidana penjara. Dimana, dua WNA yang diduga melanggar aturan pidana dalam Perundang-undangan Keimigrasian tersebut, merupakan warga berkebangsaan Malaysia dan Taiwan.

“Untuk dua WNA yang masuk dalam konteks pidana, berkasnya sudah P21 (dinyatakan lengkap), dan sekarang masih dalam proses persidangannya,” kata Dudi. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

AGAR  BANTUAN RLH TIDAK DIJUAL Fasilitator Diminta Perkuat Pengawasan

  MATARAM,DS-Ketua Tim pengawalan dan pengamanan pemerintah dalam Pembangunan (TP4D) Provinsi NTB, Sucipto, SH.MH, diwakili …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *