Selasa , 13 Juni 2017
Home / Hukum / PANGKAS MENTAL KORUP DENGAN “PCB”
H. Muhamad Amin SH MSi

PANGKAS MENTAL KORUP DENGAN “PCB”

MATARAM,DS-Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) merupakan salah satu program pendidikan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik. Cara ini dianggap cerdas dan mampu memberikan pemahaman yang baik tentang dunia politik bagi calon anggota legislatif, sekaligus untuk memangkas mental-mental yang koruptif. Harapannya, dimasa depan akan terbentuk generasi politik baru yang lebih berintegritas.

“Sebagai mantan ketua DPRD Sumbawa, saya melihat pentingnya pembekalan politik cerdas bagi para kader parpol yang ingin menjadi anggota legislatif,” ujar Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si saat menerima silaturrahmi Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Sujanarko, di ruang kerjanya, Senin (17/4/2017).

Program PCB ini sejalan dengan langkah pemerintah Provinsi NTB yang berkomitmen mendidik generasi muda untuk menjadi pemimpin di masa mendatang. Juga, dianggap sejalan dengan upaya kuat Pemprov. NTB mencegah berbagai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di berbagai sektor pemerintahan.

“Saya kira lebih baik kita mencegah terjadinya kasus korupsi melalui pembinaan seperti ini,” tutur pria kelahiran Sumbawa tersebut. Wagub juga menyampaikan berbagai program kerja instansi yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan korupsi mendapatkan apresiasi dan tanggapan positif.

“Saya sangat mengapresiasi adanya program PCB ini dan akan menindaklanjuti kedinas terkait dalam hal ini Bakesbangpoldagri dan Dikpora” ujar Wagub. Sebagai proyek revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo, pembinaan seperti ini patut dilakukan untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik lagi.

KPK sejak tahun 2016 melaksanakan program pendidikan Politik Cerdas Berintegrasi (PCB) dengan tujuan untuk mendukung terbentuknya generasi politik baru yang lebih berintegritas. Tahap awal program ini dilaksanakan di 9 Provinsi, yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sualwesi Selatan, dan Papua Barat. Dari 9 Provinsi tersebut menghasilkan alumni Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) berjumlah 434 orang. “Pada tahun 2017 ini, kami berencana menambah jumlah dan memperluas penyebaran alumni kelas Politik Cerdas Berintegritas,” ujar Sujanarko.

Berdasarkan data Tranparancy International Indonesia (TII) tahun 2017, DPR dipersepsikan sebagai lembaga terkorup dengan persentase 54%. Bisa dikatakan hampir separuh dari anggota DPR adalah koruptor. Sejak tahun 2016, tren calon kader partai politik (parpol) adalah pelajar dan mahasiswa. Oleh karena itu, Program PCB ditujukkan untuk pelajar dan mahasiswa yang berumur 15-25 tahun.

“Hal ini dimaksudkan agar kedepannya para generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik memiliki bekal yang cukup untuk menjadi politikus yang cerdas dan berintegritas,” jelasnya. Hms/r.rabbah

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Deviden Belum Diserahkan ke Pemda, Dirut DMB akan Dipanggil

MATARAM, DS – Pemprov NTB memastikan, deviden dan penjualan saham milik pemerintah daerah sebanyak 6 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *