Kamis , 17 Mei 2018
Home / Hukum / Ketua DPRD Minta Masyarakat NTB Tenang, TGB Sebut Teror Bom Menyakiti Umat Islam
TGB

Ketua DPRD Minta Masyarakat NTB Tenang, TGB Sebut Teror Bom Menyakiti Umat Islam

MATARAM, DS – Setelah ledakan bom di beberapa gereja di Surabaya, provinsi Jawa Rimur (Jatim) pada Minggu (13/5) lalu. Kini, aksi serupa terjadi lagi berupa adanya perisriwa ledakan bom mobil di kantor Mapolresta Surabaya pada Senin (14/5) sekitar pukul 08:50 WIB, pagi hari.

Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaedah MH mengecam keras peristiwa pemboman yang berturut-turut terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Dirinya meminta agar masyarakat Nusa Tenggara Barat, pada khususnya untuk tetap tenang menyikapi kejadian tersebut.

“Yang pertama, kami prihatin terjadinya insiden bom beruntun di Surabaya. Dan, kami turut berduka cita kepada korban bom di Surabaya,” ujar Isvie menjawab wartawan saat memimpin sidang paripurna DPRD NTB yang mengagendakan penjelasan Bapemperda atas dua ranperda inisiatif, Senin,.

Isvie mengimbau agar warga tetap menjaga kebersamaan dan kondusifitas di antara mereka. Terlebih, NTB sedang memasuki momen pemilihan kepala daerah di sejumlah kabupaten/kota.

“Kami meminta agar masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan persatuan, karena ini menjadi modal keutuhan NKRI. Jangan sampai ada insiden seperti ini lagi di NTB, pada khususnya,” kata dia.

Isvie mengaku, masyarakat NTB secara tak langsung gelisah dan khawatir mendengar kabar peristiwa pemboman di Kota Pahlawan tersebut. Apalagi, belum lama ini, terjadi aksi kerusuhan yang ditimbulkan oleh napi terorisme di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dan selanjutnya, bom di beberapa gereja di kota Surabaya.

“Saya meminta masyarakat tetap tenang, dan meningkatkan kewaspadaan, juga kebersamaan. Karena, bukan tugas aparat keamanan saja untuk menjaga, namun peran serta masyarakat juga dibutuhkan,” tandasnya.

Kecaman serupa juga dilontarkan Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi. Menurut, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia itu, peristiwa pengembonan gereja dan kini aksi bom bom mobil di kantor Mapolresta Surabaya, sangat menyakiti umat Islam yang tengah bersiap menyambut suci ramadhan yang mulia, bulan pensucian, kedamaian dan keselamatan.

TGB menyebutkan, Islam jauh dari perilaku destruktif seperti itu dan Islam memerintahkan dengan tegas untuk menghormati nilai kemanusiaan.

“Semua jiwa dimuliakan Allah SWT, lebih-lebih mereka yang tengah berada di rumah ibadah. Duka cita yang mendalam untuk para korban dan seluruh keluarga mereka,” kata gubernur NTB dua periode tersebut dalam pesan tertulisnya, kemarin.

“Hari ini kita menyaksikan satu kejahatan terhadap nilai-nilai agama, kemanusiaan dan kebangsaan. Peledakan bom di beberapa gereja yang memakan korban jiwa anak-anak bangsa. Kebiadaban seperti ini harus diakhiri oleh negara dan kita semua,” ujar pakar tafsir Alquran tersebut.

Diketahui merujuk dari rekaman yang kini telah beredar luas di masyarakat, terlihat menunjukkan adanya ledakan di kantor penjagaan di bagian depan markas polisi tersebut, dan sejumlah orang mengalami luka-luka.

Sebelumnya juga terjadi ledakan di sebuah kantor polisi lain tadi malam di kota yang sama, 12 jam setelah 17 orang tewas dalam tiga serangan terpisah di gereja di Surabaya. Menurut laporan sejumlah media online dan siaran langsung stasiun televisi, dalam ledakan di Mapolrestabes ini selain polisi, ada juga masyarakat yang jadi korban. “Ada anggota yang terluka, ada juga masyarakat yang terluka,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, dalam jumpa pers, Senin (14/5).

Frans menyebut serangan di kantor Mapolresta Surabaya kali ini dilakukan oleh seseorang menggunakan motor. Orang tersebut membonceng seorang wanita. Dimana, ledakan terjadi di depan gerbang pos pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya saat mereka hendak masuk. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Perketat Pengawasan WNA, NTB Siap Perkuat Kinerja Tim Pora

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengatakan peran Tim Pengawasan Orang Asing …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *