Kamis , 7 September 2017
Home / Hukum / Kecaman Kebiadaban Tentara Myanmar dari NTB
Aksi solidaritas ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Peduli Myanmar saat melakukan aksi unjuk rasa mengecam kebiadaban tentara Myanmar kepada muslim Rohingnya di Mataram

Kecaman Kebiadaban Tentara Myanmar dari NTB

MATARAM, DS – Ribuan warga masyarakat dari 22 ormas di NTB menggelar aksi peduli terhadap pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar, Senin (4/9). Mereka yang tergabung dalam “Aliansi Kemanusiaan Peduli Myanmar” itu melakukan aksi unjuk rasa mengecam kebiadaban militer Myanmar terhadap warga Muslim Rohingya. Pembantaian tersebut telah mengarah pada upaya penghapusan sebuah etnis.

“Ini bukan lagi bicara tentang kelompok agama tertentu, bukan lagi bicara tentang kepentingan suku atau bangsa tertentu, tapi semata-mata tentang dan demi penegakan nilai-nilai kemanusiaan secara universal,” tegas Koordinator Umum (Kordum), Muhamad Isnaini, dalam orasinya.

Massa aksi sendiri mulai berjalan dari Gelanggang Pemuda NTB menuju Islamic Center NTB dan berakhir di Kantor Gubernur NTB. Massa aksi mulai bergerak dari titik kumpul awal di Gelanggang Pemuda sekitar 08.30 Wita melintasi sepanjang Jalan Pendidikan. Sejumlah elemen lainnya, seperti para massa aksi dari kalangan mahasiswa UIN Mataram juga telah menunggu iring-iringan untuk bergabung bersama melanjutkan perjalanan ke Islamic Center NTB.

Puluhan Ormas yang turut melakukan aksi diantaranya Pemuda Pancasila, Gemahbudhi, Laskar Mujahidin, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Nahdlatul Wathan, PMII, Himmah NW, HMI, Pemuda NW, Srikandi PP dan Hikmahbudhi.

Dalam aksinya, massa juga meminta Indonesia segera mengambil langkah diplomatik terhadap negara-negara ASEAN untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN dan bersuara meminta untuk mencabut nobel “Aung San Suu Kyi”.

Selain itu, Presiden Jokowi diminta untuk mengambil langkah tegas dengan menutup Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia dan menarik Kedubes Indonesia yang berada di sana. Sebab, tindakan kebiadaban tentara Myanmar itu sudah masuk kategorikejahatan kemanusiaan yang sepatutnya disikapi oleh dunia internasional.

“Kami meminta agar persoalan ini bisa diseret ke Pengadilan Internasional karena sudah tergolong kejahatan kemanusiaan yang serius,” ujar Isnaini saat menyampaikan orasi di simpang empat Islamic Center (IC) NTB. Selanjutnya, pada pukul 10.00 WITA massa aksi bergerak ke arah Timur menuju Kantor Gubernur NTB dengan berjalan kaki.

Di depan kantor Gubernur NTB, Ketua MPW Pemuda Pancasila, Lalu Wirahman, menegaskan, kejadian di Myanmar bukanlah insiden yang berkutat pada persoalan agama maupun suku, namun yang terparah merupakan pelanggaran dari nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karenanya, kekejaman yang sudah dilakukan berulangkali agar segera diakhiri dan meminta Pemerintahan Jokowi-JK untuk menutup Kedubes Myanmar yang ada di Indonesia serta memanggil pulang Duta Besar Indonesia di sana. Massa aksi juga mengecam sikap pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi.

“Sampaikan ke ujung dunia, panitia nobel, kalian salah menilai, kalian telah memilih pembunuh untuk menerima nobel. Kami menuntut cabut nobel tersebut,” tegas Wirahman.

Wirahman juga memperingatkan kepada Presiden Jokowi bahwa Myanmar bukan teman maupun saudara yang baik bagi Indonesia. Karena itu dia meminta Jokowi mengajak negara-negara lain di Asean untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan.

“Kami minta pemerintah harus mengambil peran mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan negara-negara Asean secepatnya,” kata Wirahman.

Sementara itu, Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi MA, mengaku, peristiwa pembantaian Muslim Rohingya merupakan pelanggaran atas nilai-nilai sosial. Sebab, dari sisi kemanusiaan dan nilai-nilai agama, dirinya meyakini tidak ada agama mana pun yang menguatkan pembantaian seperti itu. Terlebih, dalam UUD 1945 tidak dikenal adanya penjajahan dimanapun adanya.

“Yang kita lawan ini adalah kegilaan. Karena, dari sisi kemanusiaan dan semua kita beragama tidak menguatkan pembantaian itu, karenanya kita minta ini dihentikan,” tegas gubernur dua periode itu.

TGB mengajak masyarakat NTB untuk mendoakan dan memberikan sebagian rezekinya untuk muslim Rohingya. Hal itu dipicu kemerdekaan bangsa Indonesia juga dibantu oleh adanya intervensi bangsa lainnya.

“Sekali lagi, buat hastag pagar save rohingnya bagus, tapi alangkah lebih baiknya jika kepedulian itu juga ditunjukkan dengan menyisihkan dana kita untuk warga Islam Rohingnya,” kata TGB.

TGB lantas menyerahkan dana sumbangan masyarakat di Islamic Center saat hari raya Idul Adha dan seluruh ASN lingkup pemprov NTB disela-sela aksi “Aliansi Kemanusiaan Peduli Myanmar”tersebut.

“Ini dana sebesar Rp 80 juta hasil dari jamaah IC dan ASN pemprov kami serahkan ke perwakilan ACT untuk didistribuikan bagi muslim Rohingnya,” ujar Zainul Majdi.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

LP DIMINTA TERUS BERBENAH, 1.296 NAPI DAPAT REMISI

MATARAM,DS-Gubernur NTB, Dr. TGH.M. Zainul Majdi meminta kepada seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk segera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *