Selasa , 22 Mei 2018
Home / Hukum / Jamaah Ahmadiyah Ngungsi di Polres Lotim
Gubernur NTB Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi didampingi Kemenag NTB saat berdialog dengan para pengungsi warga Ahmadiyah yang ditampung di Polres Lombok Timur

Jamaah Ahmadiyah Ngungsi di Polres Lotim

 

LOTIM, DS – Penanganan warga Ahmadiyah yang mengungsi ke Markas Kepolisian Resor Lombok Timur pascainsiden perusakan rumah mereka di desa Gereneng, Kecamatan Sakra Timur oleh sekelompok warga pada Sabtu (19/5) dan Minggu (20/5) lalu, menjadi perioritas pemkab Lombok Timur.

Direncanakan, bantuan penanganan kebutuhan pokok, pakaian khususnya pada anak-anak usia sekolah telah mulai didistribusikan pada para pengungsi sejak Selasa secara bertahap.  “Langkah ini guna menindak lanjuti hasil rapat marathon yang gelar pada Minggu (20/5) dan Senin (21/5),” ujar  Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur, Ahsanul Khalik menjawab wartawan Selasa (22/5).

Ia mengatakan prioritas penanganan pengungsi warga Ahmadiyah telah menjadi hasil kesepakatan rapat dengan berbagai pihak. Diantaranya, Kejaksaan Negeri Selong, jajaran Polres Lombok Timur, dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur, serta organisasi perangkat daerah (OPD) pemkab Lombok Timur.

Menurut Ahsanul, pihaknya akan menerbitkan surat edaran (SE) untuk seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur agar tidak melakukan hal-hal di luar ketentuan hukum dan menahan diri.

Selain itu, pada warga Ahmadiyah, pihaknya meminta agar mereka tidak melakukan aktivitas keagamaan berdasarkan ideologi yang mereka yakini sampai situasi terkendali dan bisa dicarikan solusi bersama melalui mediasi di markas Kodim 1615 Lombok Timur, dalam waktu dekat.

“Khusus, penanganan proses hukumnya, kita telah menyepakati ditangani oleh jajaran Polres Lombok Timur. Itu sudah dilakukan, karena telah ada sebanyak 12 orang warga Ahmadiyah yang sudah dimintai keterangannya dari kemarin,” jelas Ahsanul.

Terkait bantuan dana bagi rumah warga Ahmadiyah yang rusak parah, Ahsanul membenarkan ada kemungkinan pemerintah daerah memberikan bantuan dana untuk perbaikan rumah warga Ahmadiyah yang dirusak oleh sekelompok massa itu.

“Dari kemarin, delapan unit rumah yang dirusak oleh sekelompok massa itu, kami pantau sudah mulai dibersihkan oleh aparat TNI Angkatan Darat, anggota kepolisian dan Satpol PP Lotim,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolres Lombok Timur AKBP M Eka Fathurhaman menambahkan, pihaknya akan mengupayakan penegakan hukum atas kejadian tersebut. Ia menyebutkan, sebanyak 12 orang sudah diperiksa polisi. “Yang pasti, kami akan mengupayakan penegakan hukum secepatnya,” tandasnya.

Cek dan Telesuri Lebih Lanjut

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara terkait peristiwa penyerangan terhadap rumah-rumah pengikut Jemaat Ahmadiyah di Lombok Timur pada Sabtu (19/5) dan Minggu (20/5) lalu.

Tjahjo mengaku sudah membahas persoalan tersebut dengan jajarannya di Kementerian Dalam Negeri untuk diambil tindakan. “Segera ngecek, apa benar mereka lari, apakah benar rumah itu dirusak,” ujar Tjahjo dalam siaran tertulisnya yang diterima wartawan, kemarin.

Ia mengungkapkan, selama ini di wilayah yang merupakan bagian dari Nusa Tenggara Barat tersebut lebih sering terjadi perseteruan antara kelompok Sunni dan Syiah. “Kelompok ini (Sunni dan Syiah) yang masih keras, dan ini muncul Ahmadiyah juga,” kata dia.

Karenanya, kata Tjahjo, Kemendagri akan menelusuri lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab penyerangan tersebut. “Saya segera cek. Saya enggak berani ngomong dulu. Apa motifnya apa?,” ucap Tjahjo.

Pelaku 50 Orang

Sebelumnya, pengikut Jemaat Ahmadiyah di Lombok Timur diserang oleh massa, pada Sabtu dan Minggu. Penyerangan tersebut mengakibatkan sejumlah rumah rusak, dan sepeda motor hancur. Diperkirakan, terdapat 50 orang pelaku yang terlibat dalam aksi anarkis terhadap jamaah Ahmadiyah tersebut.

“Pelaku 50 orang, tidak ada korban jiwa maupun luka. Tapi rumah dirusak,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto saat melakukan teleconference dengan jajaran Polda NTB, Selasa (22/5).

Ia menjelaskan kronologi insiden ini bermula saat sekelompok massa tiba-tiba merusak beberapa rumah milik warga bernama Zainal, Jasman, Usnawati, Amat dan Artoni. Meski demikian, Irjen Setyo belum mengetahui penyebab terjadinya penyerangan terhadap rumah jamaah Ahmadiyah ini, lantaran Polres Lombok Timur masih menyidik kasus ini. “(Penyebab) masih diteliti polres. Ini (kasus) bukan yang pertama kali,” katanya.

Setyo menambahkan, polisi, saat ini masih berjaga di lokasi kejadian. Ia mengatakan Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk mencegah terjadinya kasus intoleransi serupa di kemudian hari. “Polisi berdiri pada garda terdepan dalam penegakan hukumnya. Kalau masalah keyakinan harus melibatkan seluruh stakeholder,” tegasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Artis Sinetron Kedapatan Merokok di Pesawat Batik Air Rute Lombok

LOTENG, DS – Seorang penumpang maskapai Batik Air harus berurusan dengan Otoritas Bandar Udara Internasional …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *