Sabtu , 17 Juni 2017
Home / Hukum / IBU-IBU GARDA TERDEPAN CEGAH KORUPSI
Sosialisasi Anti Korupsi bagi anggota organisasi wanita se-Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama kanto Gubernur NTB, Selasa (9/5/2017).

IBU-IBU GARDA TERDEPAN CEGAH KORUPSI

MATARAM,DS-Mencegah berbagai praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB menjadi salah satu komitmen kuat yang terus digalakkan oleh Dr. TGH. M. Zainul Majdi dan Muh. Amin, SH., M.Si dalam masa kepemimpinanannya.

Berbagai program kerja instansi-instansi pemerintah dan organisasi wanita yang mengedepankan upaya-upaya pencegahan korupsi mendapatkan apresiasi dan tanggapan serius dari kedua pimpinan daerah ini.

“Perempuan memiliki peran yang penting dan strategis dalam memerangi tindak pidana korupsi,” ujar Hj. Erica Zainul Majdi pada acara Sosialisasi Anti Korupsi bagi anggota organisasi wanita se-Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama kanto Gubernur NTB, Selasa (9/5/2017).”Salah satu filter anti korupsi adalah menanyakan sumber uang yang di bawa pulang oleh suami,” ujar wanita yang menjabat sebagai Ketua TP. PKK Provinsi NTB ini.

Selain itu, Erica menyampaikan dua filter lainnya, yaitu sebelum berangkat kerja mengingatkan suami untuk menghasilkan duit yang halal demi kesehatan dan kecerdasan anak-anak dan memilih hidup sederhana daripada hidup berlebih karena sumber yang tidak jelas. “Ketiga hal tersebut adalah filter sederhana yang bisa dilakukan oleh istri agar menjauhkan suami dari tindak pidana korupsi,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Hj. Erica Zainul Majdi yang didampingi juga oleh Ketua BKOW Prov. NTB Hj. Syamsiah M. Amin mengatakan ibu-ibu adalah garda terdepan untuk mencegah terjadinya korupsi dan menyiapkan generasi masa depan supaya menjadi generasi anti korupsi.

Sementara itu, Pimpinan KPK Basaria Pandjaitan dalam sambutannya mengingatkan tugas utama ASN adalah melayani masyarakat. “Jadi, penggunaan fasilitas kantor untuk urusan pribadi adalah salah satu tindak korupsi,” ujarnya. Modus operandi dari pencucian uang yang sering dilakukan oleh bapak-bapak adalah menyimpan uang di tempat perempuan-perempuan lain. Oleh karena itu, perempuan harus menjadi agen-agen perubahan untuk memberantas tindak pidana korupsi.

“Saya harap, ibu-ibu bisa menolak uang dari suami yang sumber dananya tidak jelas dan melaporkan tindakan korupsi yang terjadi di sekitar kita,” himbau Basaria. Itulah sebabnya, visi KPK adalah bersama dengan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas korupsi.

Jumlah penduduk Indonesia hampir separuhnya adalah perempuan. Oleh karena itu, KPK bekerja sama dengan TP. PKK agar ibu-ibu dapat mengajarkan perilaku anti korupsi kepada anak-anaknya. Perilaku anti korupsi, antara lain : jujur, disiplin dan bertanggung jawab, berani menyatakan hal yang benar dan salah, peduli terhadap sesama, adil, mandiri, hidup sederhana, bekerja sama, dan sabar.HMS/R.RABBAH

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur Warning Aparat yang Bermain-Main Kuangan

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menegaskan agar para PNS di lingkup …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *