Senin , 19 November 2018
Home / Hukum / Hotman Paris : Jokowi Harus Selamatkan Baiq Nuril dari Penjara Pemuda NW Minta Ahyar Sanksi Muslim
Hotman Paris

Hotman Paris : Jokowi Harus Selamatkan Baiq Nuril dari Penjara Pemuda NW Minta Ahyar Sanksi Muslim

MATARAM, DS – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea meminta Presiden Joko Widodo,  turun tangan menyelamatkan nasib Baiq Nuril Makmun, mantan guru honorer SMAN 7 Mataram yang dijatuhi vonis enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 500 juta dalam kasus perekaman konten kesusilaan oleh Mahkamah Agung (MA).

“Untuk Presiden Jokowi, saya dan atas nama 300 juta penduduk Indonesia minta agar pak Jokowi tolong cegah jangan sampai Nuril masuk penjara,” kata Hotman melalui akun instagram hotmanparisofficial, Sabtu (17/11).

Hotman mengaku sudah membaca kasus dan hasil putusan pengadilan terhadap Nuril. Ia yakin Nuril murni korban pelecehan seksual. Untuk itu, Hotman menilai ada keganjilan saat pengadilan memutuskan Nuril dipenjara.

“Jangan sampai menyesal pak Jokowi. 300 juta Indonesia sangat mengharapkan uluran tanganmu,” tegas Hotman.

Jokowi, kata Hotman, harus segera memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo dan Kejaksaan Tinggi NTB untuk menunda pelaksaan eksekusi. “Sudah banyak contoh kasus yang ditunda eksekusinya,” tandas pengacara eksentrik itu.

Walikota Harus Proses Muslim
Terpisah Pemuda NW NTB melalui Sekretaris Wilayahnya, Moh. Fihiruddin, angkat bicara dan meminta Walikota Mataram H Ahyar Abduh menonjobkan serta memroses secara aturan kepegawaian kepada Muslim. Sebab, kata Fihiruddin,  Muslim tidak layak secara moral menduduki jabatan di lingkungan Pemkot Mataram.

“Masak orang yang sudah melecehkan kaum perempuan harus dibina. Bisa saja dunia pendidikan hancur dan korban-korban bertambah,” tegasnya menjawab wartawan melalui pesan tertulisnya, Sabtu (17/11) petang.

Menurut Fihir, apa yang dilakukan Muslim terhadap Baiq Nuril sudah mencoreng wajah pendidikan di Kota Mataram bahkan NTB umumnya.

Namun, kata Ketua Partai Hanura Lombok Tengah ini, saat kasus ini muncul dan viral, malah Pemerintah Kota Mataram mempromosikan Muslim menjadi salah satu Kabid.

“Kami anggap pak Walikota tidak peka terhadap permasalahn ini. Masalah ini menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Anehnya pak walikota terkesan cuek dengan permasalahan ini,” tandas Fihiruddin.

Diketahui, MA memutuskan Nuril bersalah telah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE karena dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan asusila.

Nuril mengatakan akan mengajukan Peninjauan Kembali atas putusan kasasi MA dengan Nomor 574K/Pid.Sus/2018 yang memvonisnya bersalah atas perekaman konten kesusilaan.

Dalam kasus ini dia adalah korban pelecehan seksual. Dia berharap hukumannya dapat diringankan dan tidak ditahan atas kasus ini.

Nuril sebelumnya kerap dilecehkan Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram, Muslim. Bentuknya, Muslim menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya melalui sambungan telepon.

Tidak nyaman dengan hal tersebut sekaligus untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat hubungan gelap seperti yang dibicarakan orang sekitarnya, Nuril merekam pembicaraan dengan Muslim. Bukan atas kehendaknya, rekaman tersebut menyebar.

Tersebarnya rekaman ini kemudian dibawa Muslim ke ranah hukum. Di tingkat PN Mataram, kasus itu mental, Baiq Nuril dinyatakan tak bersalah. Jaksa kemudian mengajukan kasasi, dan Baiq Nuril dinyatakan bersalah. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Tokoh LSM Loteng Desak Pemkab Loteng Respon Aspirasi Masyarakat

MATARAM, DS – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) diminta secepatnya mengganti nama kecamatan di wilayah setempat dengan nama desa letak kantor itu berada. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *