Selasa , 17 Oktober 2017
Home / Hukum / Gaji Naik, Randis Masih Diboyong
Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Lalu Amjad

Gaji Naik, Randis Masih Diboyong

MATARAM, DS  – Kelakukan para anggota DPRD NTB sebaiknya tidak layak ditiru. Pasalnya, meski telah memperoleh kenaikan gaji, namun kendaraan dinas (Randis) yang selama ini mereka pergunakan belum juga dikembalikan hingga kini ke daerah. Padahal, tunjangan transportasi sebesar Rp 12 juta akan mulai dicairkan terhitung bulan September ini.

Tercatat, sebanyak 4 randis dari total 30 unit randis belum juga dikembalikan sebagai penunjang alat transportasi fraksi, komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya hingga kini. “Memang masih ada tinggal 4 randis yang belum kembali,” ungkap Kepala Bagian Umum dan Humas Sekretariat DPRD NTB, Lalu Amjad, saat mengecek kondisi Randis yang telah dikembalikan di parkir kantor DPRD NTB, Rabu (20/9).

Amjad mengatakan, seharusnya Randis tersebut  dikembalikan paling lambat tanggal 1 September. Pihak sekretariat sudah melayangkan surat penarikan randis sejak lama setelah Peraturan daerah (Perda) tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan anggota DPRD NTB disahkan.

Pada awal September lalu, randis yang telah dikembalikan secara fisik sebanyak 21 unit. Sedangkan sisanya 9 randis masih diupayakan untuk bisa segera kembali. “Yang belum kembalikan sampai sekarang itu PDI- P, PAN, HANURA dan ada satu anggota lagi milik pak H. Rais Ishak,” jelas Amjad.

Sementara nama Nurdin Ranggabarani yang menggunakan Randis komisi IV telah mengembalikannya beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan Randis yang digunakan oleh Johan Rosihan Randis milik komisi III.

Berikutnya Lalu Pelita Putra yang menggunakan Randis fraksi PKB juga sudah mengembalikannya. Sedangkan Rais Ishak yang sejak lama berencana mengembalikannya hingga saat ini belum juga dilakukan. “Tapi sudah ada komunikasi dengan pak Rais Ishak, katanya beliau akan kembalikan kok secepatnya,” kata Amjad.

Terkait Randis fraksi PAN, masih digunakan oleh H. Ali Ahmad. Kemudian Randis PDI-P, ditegaskan belum ada kembali hingga saat ini. “Kalau Randis yang dipakai oleh pak Ruslan, itu sudah dikembalikan sejak lama. Yang belum itu yang digunakan oleh partai untuk operasional fraksi,” tegas Amjad.

Sebanyak 4 Randis yang belum kembali tersebut berjenis INOVA keluaran di atas tahun 2010. Kondisinya hingga saat ini layak pakai semua. “Kami akan melakukan komunikasi terus agar Randis itu dikembalikan,” ujar Amjad.

Semua Randis yang telah kembali, sudah diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Namun karena tidak ada tempat untuk ditaruh, hingga saat ini masih dibiarkan berada di gedung DPRD NTB.

Meskipun begitu, semua randis tersebut sudah jelas akan dipergunakan kembali untuk kebutuhan lain mengingat daerah juga masih membutuhkan Randis untuk beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang baru. “Karena gak ada tempat penyimpanan, maka sementara waktu randis tetap disini. Nantinya akan digunakan oleh SKPD yang memang membutuhkan, sudah ada kok namanya,” tandas Amjad.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Keluarga Yakin Mawardi Masih Hidup

MATARAM, DS – Meski belum ada perkembangan yang signifikan terkait misteri keberadaan mantan Dirut RSUP …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *