Jumat , 14 September 2018
Home / Ekonomi / TGB : Bank NTB Syariah Bukan Gagah-Gagahan
TGH Zainul Majdi

TGB : Bank NTB Syariah Bukan Gagah-Gagahan

MATARAM, DS – Bank NTB resmi hijrah dan berubah menjadi Bank NTB Syariah. Peresmian perubahan  sistem bank kebanggaan masyarakat NTB dari konvensional ke syariah dilakukan langsung oleh Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi di Ballroom Islamic Center, NTB, Kamis (13/9).

Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengatakan, peresmian bank NTB ke pola syariah merupakan jawaban atas proses konversi yang sudah berlangsung hampir dua tahun.  Perubahan pola Bank NTB diharapkan dapat membangun ekonomi berkeadilan mengingat  proses konversi yang dilakukan selama ini dirasa akuntabel dan transparan.

“Sejak awal dalam prosesnya, insyaallah hasil tidak akan mengkhianati proses. Apalagi, keberadaan Bank NTB Syariah akan mendapatkan kepercayaan yang berlipat-lipat dari masyarakat,” ujar TGB dalam sambutannya.

Dihadapan para bupati/walikota, TGB menekankan tiga hal. Pertama, masyarakat di Indonesia sudah terbiasa hidup dengan nilai agama dan nilai budaya beserta segala macam kearifannya. Sehingga di dalam pelaksanaan pemerintahan baik pusat dan daerah, para pelaksana pemerintahan harus mengambil yang terbaik dari segenap nilai baik yang tumbuh.

“Nilai keagamaan tidak bisa dipisahkan dari nilai kebangsaan. Nilai ke-Indonesiaan dan nilai-nilai yang lain. Walaupun Indonesia bukan negara Islam, tetapi ruang yang memungkinkan nilai Islam masuk dalam tatanan ekonomi, sosial, politik, pemerintahan,” jelas TGB. Untuk itu, salah satu sistem yang memungkinkan Indonesia dapat maju adalah sistem keuangan Islam. kemudian lahirlah UU Perbankan Syariah.

Dengan UU itulah, masyarakat dapat bergerak menghadirkan ekonomi yang tidak hanya tumbuh tapi berkeadilan untuk semua. Sehingga, TGB meyakini di lingkungan mayoritas masyarakat di Indonesia sebagai penganut agama Islam, nilai Islami yang bersumber dari agama Islam potensial melengkapi tatanan kehidupan pada seluruh aspeknya.

Gubernur mengemukakan kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi. Namun, yang diharapkan juga adalah terjadinya suatu kesejahteraan umum yang di dalamnya terdapat nilai-nilai keadilan, pemerataan, kebersamaan, dan gotong royong.

Terkait adanya kata “Syariah”, TGB menjelaskan dalam praktiknya bukan berarti kemanfaatannya hanya untuk umat Islam, pada skemanya akan pula dimanfaatkan oleh seluruh warga NTB, bahkan warga Indonesia.

Oleh karena itu, TGB menekankan proses konversi bukan gagah-gagahan tapi suatu ajang pembuktian yakni proses ini harus lebih baik dan berlipat-lipat dibanding sebelumnya.

“Semua mata di NTB melihat dan mengawal. Jalanlah dengan pedoman yang baik, dan pastikan bank daerah kita adalah bank yang kuat,” tandas Zainul Majdi.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo, mengatakan, transformasi adalah suatu proses perubahan atas suatu eksistensi untuk berkembang menjadi lebih baik, lebih besar dan lebih memberi manfaat.

“Insya Allah, hari ini akan jadi momentum untuk memberi kemaslahatan yang besar untuk ekonomi berkeadilan, dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTB,” ungkap Kukuh Rahardjo. Fm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

400 CPNS Kementerian PUPR Ditugasi Ibadah Kemanuasian Bantu Korban Gempa Lombok

MATARAM, DS – Sebanyak 400 insinyur muda yang merupakan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Pekerjaan Umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *