Jumat , 16 Juni 2017
Home / Ekonomi / TGB : Alquran Ajarkan Pentingnya Transaksi Keuangan
Gubernur NTB saat menjadi pembicara pada Rembuk Republik di Ballroom Masjid Hubbul Wathan, Komplek IC NTB

TGB : Alquran Ajarkan Pentingnya Transaksi Keuangan

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH Muhamad Zainul Majdi menegaskan, jika tidak akan ada gunanya membahas sistem syariah, manakala lembaganya tidak disiapkan oleh pemerintah. TGB merasa risih lantaranya, fakta menyebutkan jika lembaga yang membuka akses bagi umat islam dirasa masih sangat terbatas saat ini.

Padahal, dalam kitab suci Alquran telah dijelaskan tentang pentingnya transaksi keuangan. “Sekali lagi, jika kita buka dari ayat pendek hingga panjang di dalam Alquran, maka sangat jelas transaksi keuangan sangatlah penting. Apalagi, dalam pemahaman sederhana,” tegas Gubernur saat mengisi Rembuk Republik di Ballroom Masjid Hubbul Wathan, Komplek Islamic Center (IC) NTB, Kamis petang (15/6).

Menurutnya, dalam transaksi keuangan yang diajarkan Islam tidak terdapat Ghoror, Maisyir, dan Riba. Mengedepankan sistem yang menjadikan kemanfaatan bersama bukan terpaksa tandatangan tapi substansi dari transaksi keuangan menghadirkan kesejahteranan bagi semua.

“Jadi, keuangan syariah itu, insya Allah satu sisi ajaran Islam yang mengajarkan rahmat untuk seluruh umat manusia karena tidak hanya buka ruang keadilan bagi umat Islam tapi keadilan seluruh umat manusia,” ungkap Gubernur.
TGB mengakui, di NTB sendiri, kesadaran bahwa sistem keuangan syariah ini baik, memberi kemanfaatan untuk semua, menghilangkan potensi eksploitasi. Hal ini yang menyebabkan NTB kemudian mengeluarkan kebijakan yang perkuat perkembangan sistem keuangan syariah.

Menurutnya, wacana atau diskusi tentang komparasi antara konvensional dan syariah seharusnya sudah selesai. Tahapan sekarang ialah menyiapkan fasilitas sebanyak mungkin bagi fasilitas keuangan syariah yang memungkinkan diakses masyarakat. “Sekali lagi, tidak ada gunanya sistem syariah kalau institusi atau lembaganya tidak ada,” kata Gubernur lantang.

TGB menjelaskan, tugas pengambil kebijakan ialah menciptakan dalam waktu secepat-cepatnya dan sebanyak-banyaknya institusi keuangan syariah agar itu masyarakat bisa dapat akses dengan mudah. “Oleh karena itu sebabnya kita di NTB dengan landasan pemikiran, sampai pada satu keputusan untuk konversi bank NTB menjadi bank umum syariah yang InsyaAllah awal tahun depan bisa beroperasi, menjadi bank syariah kedua setelah Aceh,” lanjutnya.

Kalau di Aceh, ungkap TGB, mungkin karena ada kekhususan, kalau NTB menjadi pilihan yang diambil dengan kesadaran penuh untuk mencoba melipatgandakan kapasitas keuangan syariah yang ada di NTB.

Gubernur beralasan, saat NTB dengan beberapa eksperimen dan kebijakan sejak dua tahun lalu menjadi pionir segmen wisata halal ternyata membuka pariwisata bisa berkembang lebih baik dari sebelumnya. “Artinya ketika kita adopsi satu kebijakan yang terpinspirasikan nilai ketuhanan yang baik ini, ternyata bisa beri kemanfatan yang lebih baik dibanding sebelumnya,” tandas Gubernur. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Semangat Gotong-Royong Bangun Masyarakat Miskin di Lotim

SELONG,DS-Selain tempat tinggal mereka yang tidak layak (tidak memenuhi syarat kesehatan), kehidupan masyarakat miskin pedesaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *