Senin , 6 Agustus 2018
Home / Ekonomi / Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang hingga 14 Hari
H. Muhamad Rum, Kepala BPBD NTB

Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang hingga 14 Hari

LOTIM, DS – Masa status tanggap darurat dari sebelumnya tujuh hari dipastikan bakal mengalami perpanjangan menjadi 14 hari.  Perpanjangan dilakukan menyusul hingga Sabtu (4/8) pukul 14.00 Wita, tercatat telah ada sebanyak 564 gempa susulan terjadi. Bahkan, sebanyak 51 gempa susulan dapat dirasakan.

“Karena adanya gempa susulan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan dari yang sebelumnya tujuh hari menjadi 14 hari, sejak Minggu (29/7) lalu,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H. Muhamad Rum menjawab wartawan di Posko utama Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (4/8).

Wakil Komandan Tim Pos Komando Penanganan Darurat Gempa NTB itu mengatakan keputusan perpanjangan masa tanggap darurat tak lepas dari rekomendasi sejumlah pihak seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga lembaga swadaya masyarakat, Save The Children, saat rapat evaluasi harian di posko utama Madayin, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Sabtu (4/8).

Menurut Rum, BMKG telah menempatkan tiga sensor gempa di Kantor Camat Sambelia, Kantor Camat Sembalun, dan Kota Selong, Lombok Timur. Sementara, Institut Teknologi Bandung (ITB) akan menempatkan tujuh sensor di Lombok Utara dan Lombok Timur.

Hasilnya, kata dia, hingga Sabtu (4/8) pukul 14.00 Wita, tercatat 564 gempa susulan terjadi, di mana 51 gempa susulan dapat dirasakan. “Insya Allah, mulai besok dari Singapura juga akan memasang sensor untuk menangkap gelombang seismik dan memperkiraan gempa susulan berakhir,” kata Rum.

Ia menjelaskan, gempa susulan tidak akan terjadi lebih besar dari gempa utama. BMKG, lanjutnya, merekomendasikan perlunya untuk memperpanjang masa tanggap darurat.

Hal senada juga disampaikan tim Save The Children yang menilai indikator-indikator konsideran untuk mengakhiri masa tanggap darurat belum terpenuhi. “Penentuan perpanjangan tanggap darurat didasarkan pada pemantauan BMKG bahwa masih terjadi gempa susulan dan masyarakat masih trauma, belum berani masuk ke dalam rumahnya,” kata dia.

Menurut PVMBG, ungkap Rum, saat ini Gunung Rinjani masih dalam kondisi berbahaya untuk para pendaki karena masih terjadi longsoran dan terjadi perubahan kontur. “Sehingga diharapkan pada pintu-pintu masuk yang digunakan untuk pendakian diberikan tanda peringatan,” tandasnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Penerbangan di BIL dan Bali Aman dari Gempa Lombok

MATARAM, DS –Penerbangan di dua bandara, yakni Bandara Internasional Lombok (BIL) di Pulau Lombok dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *