Minggu , 16 Juli 2017
Home / Ekonomi / Semangat Gotong-Royong Bangun Masyarakat Miskin di Lotim
Beginilah semangat gotong royong masyarakat Lotim

Semangat Gotong-Royong Bangun Masyarakat Miskin di Lotim

SELONG,DS-Selain tempat tinggal mereka yang tidak layak (tidak memenuhi syarat kesehatan), kehidupan masyarakat miskin pedesaan kerap menghuni satu rumah dengan lebih dari 1 KK. Meskipun memiliki areal tanah, kadang tak punya biaya untuk membuat rumah. Namun, semangat gotong royong membangun masyarakat miskin.

“Selain dengan kondisi rumah yang tidak layak dan sempit, bahkan ada yang lebih dari 1 KK dalam sebuah rumah. Demikianlah kondisi yang juga ada dalam masyarakat kami di Desa Ketangga ini,” ungkap Kepala Desa Ketangga Kecamatan Suela, Mislah.

Para warga inilah sebagai calon penerima bantuan. RTLH. “Kita semua sangat berterima kasih, bersyukur dan sangat mendukung serta siap sedia mewujudkan percepatan penyelesaian penataan RTLH lewat program BSPS ini,” ujarnya.

Dibalik kemiskinannya, semangat kegotongroyongan begitu tinggi.

“Betapa besar manfaat yang dapat kita peroleh. Sehingga kami yakin nilai keswadayaan yang melekat tersebut mengantar kita kepada proses percepatan pembangunan RTLH sebagaimana yang diarahkan oleh dinas terkait dan tim fasilitator dapat segera terlaksana sesuai perencanaan,” kata Kades yang terpilih kembali untuk periode kedua ini.

Desa Ketangga mendapat 142 unit sebagai sasaran program BSPS tahun 2017. Sebanyak 142 unit tersebut berada di empat kekadusan masing-masing Dusun Otak Desa sebanyak 37 unit, Dusun Montong Gedeng 39 unit, Dusun Tejong 20 unit dan Dusun Lekong sejumlah 46 unit. Menurutnya, saat ini pihaknya juga tengah mengusulkan sebanyak 60 RTLH.

Sementara itu, Kades Denggen Timur Kecamatan Selong, Jamaluddin, S.Hi., mengatakan bahwa BSPS merupakan program dari pusat untuk masyarakat yang betul-betul dikatagorikan mempunyai rumah tidak layak huni.

“Alhamdlillah, dari 131 yang diusulkan sebagai calon penerima BSPS yang disetujui sejumlah 53 unit calon penerima bantuan. Setelah diverifikasi oleh fasilitator sesuai dengan persyaratan yang berhak sebagai penerima bantuan nanti, baru yang bersangkutan dinyatakan benar sebagai penerima BSPS,” katanya. Bantuan tersebut bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk bahan senilai dengan standar kebutuhan penerima bantuan stimulant bersangkutan.

Menurut Kades Aikmel Barat Kecamatan Aikmel, Mulyadi, pihaknya sangat bersyukur bahwa, untuk RTLH tahun 2017 ini Desa Aikmel Barat mendapat program BSPS sejumlah 31 unit. kusmiardi

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Disarankan, Lahan PT GNE Disulap jadi Areal Parkir Transmart

MATARAM, DS – Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB Drs. Ruslan Turmudzi menyarankan pemprov NTB agar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *