Senin , 12 Juni 2017
Home / Ekonomi / Runway Bandara Salahudin Bima Diperpanjang
Kepala Bandara Salahudin Bima, Taslim Badaruddin tengah menjelaskan progres perpanjangan runway Bandara Salahudin Bima di hadapan Wagub Amin dan Bupati Bima

Runway Bandara Salahudin Bima Diperpanjang

MATARAM, DS – Landasan pacu (runway) Bandara Salahudin Bima akan diperpanjang dari 1.660 meter menjadi 2.100 meter. Direncanakan, proyek pelebaran tersebut rampung pada tahun 2019 mendatang.

Hal ini dimaksudkan agar bandara yang berada di ujung timur Pulau Sumbawa tersebut dapat didarati pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 737.

Kepala Bandara Salahudin Bima, Taslim Badaruddin, mengatakan, pada tahun ini, pihaknya telah melakukan sejumlah kajian guna memperlancar proyek perpanjangan runway itu. Diantaranya, review rancangan teknik terinci (RTT) bandara, standarisasi pagar sisi bandara dan penataan gedung bandara.

Pada tahun 2018, akan dilakukan pemenuhan kebutuhan air bersih, rekondisi saluran terbuka, pelebaran jalan akses PKP-PK, leveling apron, pembuatan helipad, pengadaan dan pemasangan lampu penerangan (sollar Cell).

“Harapannya, di tahun 2019, akan dilakukan penimbunan area perpanjangan runway. Namun itu, setelah sejumlah proyek lain tuntas. Yakni, relokasi sungai oleh pemda, pemagaran area perpanjangan, pembangunan gedung terminal tahap I dan pembangunan gedung administrasi,” ungkap Taslim saat menerima kunjungan Wakil Gubernur NTB, H. Muh Amin MSi dan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri di Ruang VIP Bandara, Selasa (6/6).

Menurutnya, kendati sejumlah rencana telah dipersiapkan pihaknya, namun ada sejumlah persoalan yang kini masih terjadi. Diantaranya, keberadaan sungai pada daerah perpanjangan yang memotong ujung runway 13 bandara.

“Jika dibiarkan, hal ini akan menghambat proses pembebasan lahannya,” kata Taslim.

Terkait pembebasan lahan. Ia mengatakan, jika pemkot Bima telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 juta per are untuk keseluruhan area rencana perpanjangan runway tersebut. Meski demikian, hingga kini, pihak ahli waris menghendaki biaya pembebasan mencapai Rp 20 juta per arenya.

Akibatnya, upaya komunikasi dan negosiasasi dengan ahli waris pemilik lahan terus dilakukan. “Atas kondisi yang ada, maka kami minta bantuan pihak pemprov NTB membantu menyakinkan warga untuk mampu melepas harga sesuaiu kemampuan pemkot Bima,” ujar Taslim.

Khusus relokasi sungai, menurut Taslim, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemkab Bima terkait pembebasan lahannya. “Alhamdulillah, tinggal menunggu pelaksanaan relokasi sungai yang direncanakan pada tahun 2017 dengan program BAWA (kerjasama luar negeri),” lanjutnya.

Sementara itu, Wagub NTB H. Muhamad Amin dalam arahannya, meminta para stakeholder terkait agar segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menyukseskan proyek perpanjangan runway tersebut. Diantaranya, penyelesaian pembebasan lahan, ketersediaan air bersih dan infrastruktur lainnya.

“Kami minta segera dilakukan kajian. Hal ini agar kedepannya, bandara ini bisa didarati pesawat boeing,”tandas Wagub. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wagub Amin : H-7, Pengusaha Harus Bayar THR

MATARAM, DS – Tunjangan Hari Raya (THR) menyambut Idul Fitri menjadi hak pegawai yang harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *