Minggu , 29 Juli 2018
Home / Ekonomi / Ratusan Warga di Pengungsian Sembalun Butuh Bantuan Makanan
Ratusan warga Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur terlihat memadati posko pengungsian akibat gempa

Ratusan Warga di Pengungsian Sembalun Butuh Bantuan Makanan

LOTIM, DS –Ratusan warga korban gempa yang terjadi di Kabupaten Lombok Timur yang berada di pengungsian sangat membutuhkan makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Gempa bermagnitudo 6,4 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan Sumbawa pada sekitar pukul 05.47 WIB itu telah banyak menelan korban jiwa dan merusak rumah warga setempat.

Kapolres Lombok Timur AKBP Eka Fathurrahman mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat bersama kepolisan telah membangun posko di lapangan di Desa Sembalun Bumbung. Kata Eka, warga saat ini sangat membutuhkan bantuan makanan siap saji.

“Karena warga tidak sempat masak pagi tadi, jadi membutuhkan makanan siap saji, kalau kebutuhan ke depan mungkin obat-obatan dan selimut,” ujarnya menjawab wartawan di pengungsian Sembalun, Minggu (29/7).

Diketahui dua kecamatan di Kabupaten Lombok Timur, NTB dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak terparah akibat gempa. Kecamatan Sembalun dan Kecamatan Sambelia sebagai lokasi terparah akibat gempa.

“Yang jadi atensi kami, warga tidak berani lagi kembali ke rumah karena sampai saat ini ada masih gempa susulan,” ujar Eka.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sebanyak 9 orang meninggal dunia di Sambelia dan 2 orang meninggal dunia di Sembalun, di mana satu di antara korban di Sembalun merupakan wisatawan asal Malaysia. Kondisi Puskesmas Sembalun juga mengalami rusak berat dan membuat aparat kepolisian bersama pemerintah setempat membangun tenda darurat untuk sementara di depan Puskesmas. Terdapat juga korban meninggal di KLU sebanyak 2 orang. Sehingga data sementara korban meninggal mencapai 13 orang.

500 kepala Keluarga

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB, H Ahsanul Khalik, belum berani mengungkap angka pasti terkait jumlah korban terdampak gempa pada Minggu pagi (29/7) itu. Namun menurutnya kemungkinan besar 500 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban gempa.

Ahsanul merincikan, di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta Kecamatan Bayan di Lombok Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah. Ia juga belum berani mengungkap data korban meninggal lantaran masih dalam proses pendataan.

Dinas Sosial NTB telah menerjunkan Tagana untuk memberikan bantuan dan juga membuka posko di Lapangan Sajang dan Sembalun Bumbung di Kecamatan Sembalun. “Kita mulai dropping bantuan ada terpal, matras, selimut dan makanan siap saji. Kita juga buka dapur umum lapangan di Sembalun, Sambelia, dan Bayan,” jelas Ahsanul.

Ia menegaskan, kebutuhan pokok warga terdampak menjadi prioritas sampai beberapa hari ke depan. Ahsanul menambahkan, Dinsos juga menyiapkan genset di lokasi pengungsian sebagai antisipasi belum normalnya aliran listrik.

“Kita juga koordinasi dengan PLN untuk sampaikan kondisi di lapangan terkait listrik,” tandas Ahsanul Halik. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Lotim Terbesar Pengirim Buruh Migran

SELONG,DS-Penanganan dan tata kelola  Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kabupaten Lombok Timur menjadi perhatian khusus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *