Kamis , 22 Maret 2018
Home / Ekonomi / Produksi Jagung NTB Tembus Lima Besar Nasional
Gubernur NTB pada pelepasan ekspor jagung

Produksi Jagung NTB Tembus Lima Besar Nasional

MATARAM, DS –Produksi jagung di NTB tahun 2017 yang mencapai 2,127 juta ton berhasil menempatkan Provinsi NTB sebagai wilayah kelima nasional penghasil jagung terbesar di Indonesia. Peningkatan produksi mencapai 1 juta ton dinilai lebih besar dari perolehan tahun 2016 lalu yang hanya mencapai 1,1 juta ton.

“Saya berbangga NTB mampu menembus peringkat kelima nasional dengan produksi jagung terbesar kali ini mengingat luasan lahan tanamnya jauh dibandingkan provinsi besar lainnya dengan peningkatan sebesar 18,5 per tahun,” ujar Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi menjawab wartawan, Rabu (21/3).

Terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Pertanian RI, Dr. Agung Hendriadi, mengemukakan NTB telah berkontribusi besar dalam membebaskan Indonesia dari impor jagung. Pada tahun 2015 Indonesia masih impor 3,2 juta ton namun angka ini terus turun hingga menjadi nol pada tahun 2017 lalu.

“Capaian produksi jagung NTB menyelematkan produksi jagung nasional. Wajarlah, jika kami anggap NTB adalah provinsi yang sangat luar biasa, karena luasan lahannya jauh dibandingkan provinsi besar lainnya dengan penigkatan 18,5 % pertahun,” kata Agung.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mencanangkan Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (Gemajipi). Gerakan ini diinisiasi Pemda Sumbawa mengingat terus meningkatnya jumlah limbah jagung siring dengan meningkatnya jumlah produksi.

“Limbah jagung akan kita olah menjadi bahan pakan ternak dan biomasa.  Maka 1 juta ton jagung yang ditargetkan Kabupaten Sumbawa tahun ini akan menghasilkan pangan olahan yang mampu menghidupi 133.333 ekor sapi selama 75 hari,” kata Bupati Sumbawa, H.Husni Djibril.

Gubernur mengatakan atas produksi jagung yang meningkat tahun 2017, pihaknya menargetkan ekspor sebanyak 30.000 ton jagung hasil produksi tahun 2018 ke Filipina. Untuk tahap pertama diekspor sebanyak 11.500 ton jagung.

Pelepasan ekspor jagung tahap pertama dilakukan Gubernur NTB di Pelabuhan Badas, Kabupaten Sumbawa pada Selasa (20/3). Gubernur melepas ekspor jagung tersebut didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasional, Kementrian Pertanian RI, Dr. Agung Hendriadi, Pangdam IX/ Udayana, Mayjen TNI Beny Susianto, Wakapolda NTB Kombes Pol Drs. Tajuddin, MH dan Bupati Sumbawa, H.Husni Djibril.

Ekspor jagung ini merupakan tahap awal dari yang ditargetkan 30.000 ton pada tahun 2018. Ekspor jagung tersebut merupakan wujud konsistensi Pemerintah NTB untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sebab, tahun lalu NTB juga telah melakukan ekspor jagung ke luar negeri dan luar daerah. Terlebih, NTB telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Kegiatan ini dapat membesarkan hati kita dengan menunjukan bahwa NTB akan selalu berkontribusi positif untuk pembangunan nasional,” katanya.

Khusus kepada petani jagung NTB, Gubernur menyampaikan salam hormat dan apresiasi pemerintah atas ikhtiar dan kesungguhan para petani meningkatkan produksi jagung secara terus-menerus.

“Berkat kerja keras petani kita, produksi tahun 2017 meningkat 1 juta ton lebih dari tahun sebelumnya, sebanyak 1,1 juta ton pada tahun 2016 sehingga menjadi 2,127 juta ton di tahun 2017,” jelas TGB.

Gubernur  menjelaskan, setelah menugaskan petani menanam, tugas pemerintah adalah memastikan kemanfaatan ekonomi semakin besar untuk mereka (petani). Caranya seluruh biaya produksi harus dipangkas. Selain itu, distribusi pupuk harus benar-benar lancar pada waktunya.

“Namun yang utama, pembelian hasil petani harus di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) karena HPP itu harga darurat. Insya Allah pembeli mendapatkan berkah dengan kompensasi doa dari jutaan petani kita,” ungkap TGB.

Ia berharap keuntungan dari budidaya jagung dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan konsumtif saja. Namun juga dimanfaatkan untuk menabung, investasi dan produksi.

Menurut TGB, ketiga hal tersebut masih kurang dimiliki oleh masyarakat NTB. Terkait itu, gubernur menginstruksikan agar dana dari hasil jagung ini dijadikan modal untuk desa membuat BUMDes.

“Kalau diuangkan, ada Rp 6,5 triliun dari jagung setahun di NTB. Saya minta dijadikan modal untuk usaha desa karena dengan memperkuat BUMDes akan  menguatkan struktur berekonomi  baik jangka pendek maupun panjang,” tandas Gubernur. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

MOELDOKO SEBUT NTB AKAN JADI PUSAT EKONOMI DUNIA

MATARAM,DS-Kepala Staf Presiden (KSP) Dr. Moeldoko, menyebutkan Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi pusat ekonomi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *