Jumat , 13 Juli 2018
Home / Ekonomi / Pemprov NTB Genjot Produksi Rumput Laut
Sekda NTB Dr. H. Rosiadi Sayuthi

Pemprov NTB Genjot Produksi Rumput Laut

MATARAM,DS-Sekretaris Daerah Sekda) NTB Dr. H. Rosiady Sayuti mengatakan  pihaknya terus berupaya tengah menggejot produksi rumput laut yang tidak lain merupakan komoditas unggulan daerah yag masuk pada program PIJAR (Sapi, Jagung, dan Rumput Laut).

Menurut Sekda, adanya kefokusan pada komoditas tersebut, diharapkan mampu mengurangi kemiskinan yang banyak dialami oleh masyarakat pesisir. “Ini merupakan bentuk kontribusi terhadap masyarakat, sehingga bisa mengatasi masalah kemiskinan yang selama ini menjadi concern bersama,” ujar Rosiady di Mataram, Rabu

Selama ini, NTB dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut. Hasil tersebut banyak dijual untuk keperluan ekspor ke China. Sayangnya, belum ada pengolahan lebih lanjut untuk rumput laut tersebut, sehingga harga yang didapat petani masih belum bisa meningkat.

Provinsi NTB sendiri mampu menghasilkan 1 juta ton rumput laut basah setiap tahunnya. Jika diolah menjadi rumput laut kering dihasilkan sebanyak 125 ribu ton per tahunnya.  Sedangkan, harga jual rumput laut kering ditingkat pengumpul senilai Rp12.000 per kilogram. Dua daerah penghasil rumput laut di NTB yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, terdapat 10 sentra minapolitan rumput laut di NTB, yakni di Pulau Lombok, meliputi Desa Pengantap, Kabupaten Lombok Barat, dengan potensi 600 hektare, Teluk Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah dengan potensi sekitar 200 hektare.

Selain itu, sentra minapolitan rumput laut di Kabupaten Lombok Timur, masing-masing Teluk Ekas dengan potensi 400 hektare dan Teluk Serewe dengan potensi 800 hektare, serta di Teluk Awang dengan potensi 400 hektare.

Sementara sentra minapolitan rumput laut di Pulau Sumbawa, berada di Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat dengan potensi 400 hektare, Labuhan Mapin, Kabupaten Sumbawa dengan potensi 300 hektare, di Kecamatan Terano dengan potensi 2.000 hektare.

Ada juga di Kuangko, Kabupaten Dompu dengan potensi mencapai 800 hektare, dan di Waworada, Kabupaten Bima, dengan potensi mencapai 2.000 hektare.

Sementara itu, wakil rakyat Udayana menilai pengembangan rumput laut yang masuk dalam Pijar dirasa belum optimal. Sebab, dari luasan areal sekitar 35 ribu hektar pembudidayaan rumput laut di perairan laut di NTB, justru yang bisa dimanfaatkan hanyalah sekitar 25 persen.

“Parahnya, di wilayah perairan Selatan Pulau Lombok, malah pengembangannya gagal total. Sehingga, ini menjadi catatan bagi jajaran pemprov NTB dibawah kepemimpinan gubernur saat ini,” ujar Anggota Komisi II DPRD NTB bidang Perdagangan, Pariwisata dan Pertanian, H. Burhanudin menjawab wartawan, Senin (9/7).

Ia menyatakan, pengembangan Pijar (Sapi, Jagung, Rumput Laut) yang dirintis Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi sebagai salah satu program unggulan pemprov NTB, dirasa sangat tepat dilanjutkan oleh pemerintahan terpilih hasil Pilgub NTB 2018. Yakni, Dr. Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi).

Lantaran, adanya program pengembangannya, diharapkan mampu mengurangi kemiskinan yang banyak dialami oleh masyarakat pesisir. Khususnya, komoditas rumput laut. “Saran saya, paslon Zul-Rohmi sebagai penerus ikhtiar TGB harus melanjutkan program Pijar ini, sehingga keberlanjutan program yang pro pada petani dan nelayan itu ada kontinuitas dan kesinambungannya,” kata Burhanudin.

Politisi PBB itu mengaku, perbaikan yang perlu dilakukan agar Pijar ini mampu mengatasi kemiskinan masyarakat terletak pada keseriusan pemerintah daerah dalam membantu permodalan serta pemasarannya.

Sehingga, persoalan penumpukan produksi akibat panen raya dan berdampak pada harga jualnya yang rendah akan bisa teratasi kedepannya. “Minimal, pemerintahan pemenang Pilgub harus mulai memikirkan pasca panennya. Khususnya, bagaimana mendorong sektor perbankan bisa masuk mengintervensi bantuan permodalan bagi para petani dan nelayannya,” tandas Burhanudin.fm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

TGB Tak Risau Pertumbuhan Ekonomi NTB Alami Kontraksi

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengaku tidak terlalu risau atas pencapaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *