Jumat , 31 Agustus 2018
Home / Ekonomi / Pascagempa Produksi Pertanian NTB Bisa Merosot 
Ir. Pending Dadih Permana

Pascagempa Produksi Pertanian NTB Bisa Merosot 

MATARAM, DS – Kementerian Pertanian mengkhawatirkan sektor pertanian yang selama ini menjadi penyumbang PDRB terbesar di NTB tak berproduksi maksimal pascagempa yang menerjang Pulau Lombok sejak awal Agustus lalu.

“Sektor yang paling menggerakkan untuk kebangkitan pascagempa ini adalah sektor pertanian,” ujar Direktur Jenderal Sarana Prasarana, Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana saat menyalurkan bantuan peralatan pertanian di Desa Beleka, Kecamatan Gerung, Lobar, Kamis (30/8).

Dadih mengaku khawatir kondisi ekonomi di NTB. Salah satu di Lobar akanmengalami penurunan akibat gempa.  Mengingat, luas area pertanian di Lobar mencapai 17 ribuan hektar. Tahun lalu, hasil pertanian mengalami surplus sampai 30 ribu ton untuk padi dan 27 ribu untuk jagung.

Ia berharap peralihan masa tanggap darurat kemasa transisi pemulihan dapat memacu percepatan pembangunan pascabencana. Melalui sektor pertanian, dia berharap masyarakat bisa segera lepas dari trauma dan mampu bangkit kembali.

“Pemerintah membantu stimulan mengangkat kemandirian untuk meningkatkan produksi pertanian,” kata Dadih.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Wilgo Zainar, mengatakan sektor pertanian menghadapi banyak tantangan, di antaranya semakin berkurangnya sumber daya manusia karena lambannya regenerasi di bidang pertanian.

“Itu mengapa pemerintah penting membantu petani dengan alat pertanian, pupuk, irigasi, dan alat pertanian,” ujar Wilgo. RUL.

 

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Media Grup dan Warga Bandung Gelontor Bantuan Rp 8 Miliar

MATARAM,DS-Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerima bantuan untuk para korban Gempa Lombok dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *