Rabu , 18 Juli 2018
Home / Ekonomi / Rendahnya Kontribusi Aset Milik Pemprov NTB
Wagub H. Muhamad Amin

Rendahnya Kontribusi Aset Milik Pemprov NTB

MATARAM,DS-Kontribusi sejumlah aset yang dimiliki oleh Pemprov NTB terhadap penambahan pundi-pundi PAD masih tergolong rendah. Ironisnya, dibalik rendahnya pendapatan, ada kontrak yang dibangun hingga 70 tahun lamanya.

Wakil Gubernur NTB, HM Amin SH., saat menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD NTB terhadap rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD NTB Tahun Anggaran 2017, Selasa (11/7) merinci aset tersebut. Salah satunya Wisma Giri Putri di jalan Catur Warga Mataram yang dimanfaatkan oleh pihak ketiga yakni PT. SamalaKayana Jayasri (Sakajaya) melalui pola sewa dengan jangka waktu 1 tahun dengan nilai sewa sebesar Rp 175.000.000.

“Pada tahun 2018, terhadap asset berupa tanah dan bangunan Giri Putri telah direncanakan untuk dilakukan kerjasama pemanfaatan dengan jangka waktu yang lebih panjang dan nilai kontribusi yang lebih menguntungkan pemerintah daerah,” jelas Wagub Amin menjawab pertanyaan dari Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PKS, Fraksi PPP dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTB.

Terdapat pula pemanfaatan tanah di Pasar Seni Senggigi oleh pihak ketiga yang dilakukan melalui pola kerjasama produksi yang kontrak perjanjian ditandatangani pada tahun 1993 dengan PT. Rajawali Adi Senggigi nomor 229 tahun 1993 dengan jangka waktu 30 tahun dengan besaran royalty pertahun Rp 17.250.000 sampai dengan saat ini.

“Pemerintah Provinsi NTB akan melakukan peninjauan kembali terhadap kontrak perjanjian tersebut, khususnya yang menyangkut besaran nilai royalty sesuai addendum ketiga perjanjian/kontrak bagi tempat usaha pengelolaan pasar seni senggigi antara pemerintah provinsi NTB dengan PT. Rajawali Adi Senggigi nomor : 229 tahun 1993 & nomor : 156/05-93/leg/ p.kont/ntb-ras tanggal 8 Juli 2002,” ujar Amin.

Sedangkan asset yang ada di Gili Trawangan seluas 65 ha, saat ini masih dikerjasamakan dengan PT. Gili Trawangan Indah sesuai perjanjian kontrak produksi nomor 1 tahun 1995 dengan jangka waktu kerjasama selama 70  tahun. Jumlah royalti pertahun hanya sebesar Rp 22.500.000.

Terhadap kontrak perjanjian ini, Pemerintah Provinsi NTB sedang mengupayakan untuk melakukan evaluasi, khususnya menyangkut besaran nilai royalty.

Sedangkan Lapangan Golf Golong yang dikerjasamakan dengan PT. GreenEnterprise Indonesia Coorporation, sesuai surat perjanjian kontrak produksi nomor 39a tahun 1993, selama ini telah menjadi salah satu target pendapatan asli daerah. Akan tetapi kontribusinya masih kecil dikarenakan perjanjian kerjasamanya telah ditandatangani sejak tahun 1993 dengan jangka waktu perjanjian 70 tahun dengan nilai royalty sebesar Rp 35.000.000.

“Sampai saat ini masih dalam upaya peninjauan kembali dan negosiasi dengan pihak ketiga untuk evaluasi harga yang akan tertuang didalam addendum kontrak perjanjian,” ujar Amin.hm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Temuan Cadangan Emas Besar di Dompu TGB Siap Operasional Tambang Sejahterakan Masyarakat 

  MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi mengaku, belum mendengar kabar terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *