Senin , 6 Agustus 2018
Home / Ekonomi / Kerugian akibat Gempa Lombok Tembus Rp 342 Miliar   
Salah seorang pengungsi korban gempa di Sembalun Lombok Timur terlihat mencari sisa harta bendanya yang mungkin masih bisa ditemukan di puing reruntuhan rumahnya yang rusak parah

Kerugian akibat Gempa Lombok Tembus Rp 342 Miliar   

LOTIM, DS – Seminggu sudah, gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) menerjang tiga kecamatan di Pulau Lombok dan Sumbawa masing-masing Kecamatan Sembalun dan Sambelia di Lombok Timur dan  Kecamatan Bayan di KLU, serta Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB memaparkan kerusakan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum, baik sekolah, puskesmas dan tempat ibadah dari hasil hitung cepat untuk tahap Rehab Rekon (RR) diperkirakan menembus angka Rp 342 miliar lebih.

Kepala BPBD NTB H. Muhamad Rum mengatakan angka ratusan miliar itu merujuk hitung cepat sementara sampai dengan tanggal 2 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA.

“Angka Rp 342.290.287.500 itu masih merupakan hitungan sementara. Sehingga, nilai taksiran kerusakan dan kerugiannya akan bisa bertambah akibat gempa bumi yang menerjang tiga kecamatan di dua kabupaten di pulau Lombok dan satu kabupaten di Pulau Sumbawa. Yakni, KSB,” ujarnya menjawab wartawan, Sabtu (4/8).

Rum menjelaskan, data sementara nilai kerusakan dan kerugian per daerah di Kabupaten Lombok Timur dengan nilai kerusakan dan kerugian sebesar Rp 246.538.100.000.

Rum merincikan kerusakan di Lotim terdiri dari sektor permukiman sebesar Rp 203.799.210.000, sektor Infrastruktur sebesar Rp 1.157.500.000, Sektor Ekonomi Produktif sebesar Rp 1.481.000.000. “Sementara, sektor Sosial sebesar Rp 40.039.962.300.000 dan Lintas Sektor sebesar Rp 138.090.000,” ungkapnya.

Sedangkan, kerusakan di KLU, nilai kerusakan dan kerugian sebesar Rp 95.565.500.000. Jumlah ini terdiri dari kerusakan di sektor permukiman sebesar Rp83.713.650.000, sektor infrastruktur sebesar Rp 81.500.000, Sektor Ekonomi Produktif sebesar Rp 1.058.850.000, sektor sosial sebesar Rp10.637.500.000, Lintas Sektor sebesar Rp74.000.000.

Di Lobar dan Sumbawa Barat, menurut Rum, nilai kerusakan dan kerugian di sektor permukiman sebesar Rp 186.587.500,-.

“Yang pastinya, angka ini akan menjadi tambahan informasi yang akan dirilis resmi BNPB,” tegas Rum.

Pihaknya berserta tim inventarisasi terus bekerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan masyarakat yang terkena musibah gempa di NTB.

“Sementara tim, Poskomando akan terua melakukan updating sampai masa tanggap darurat berakhir. Sejauh ini, tim gabungan masih terus jalan ke lokasi terdampak gempa hingga saat ini,” tandas Muhamad rum. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Penerbangan di BIL dan Bali Aman dari Gempa Lombok

MATARAM, DS –Penerbangan di dua bandara, yakni Bandara Internasional Lombok (BIL) di Pulau Lombok dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *