Minggu , 11 Juni 2017
Home / Ekonomi / Homestay Baru Terus Diradar Bapenda
Salmun Rahman

Homestay Baru Terus Diradar Bapenda

SELONG,DS-Sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD), satu demi satu terus dipantau Badan Pendapatan Daerah (bapenda) Kabupaten Lombok Timur untuk meningkatkan pendapatan daerah yang sangat berguna bagi kesuksesan pembangunan daerah yang kian digalakkan pemerintah. Secara berantai, informasi terkait sumber-sumber PAD yang belum terdeteksi terus diserap dari masyarakat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman saat dikonfirmasi awak media di Selong, Senin (29/5), mengatakan pihaknya tiada henti menyasar kawasan-kawasan yang disinyalir menjadi daerah penghasil PAD yang belum terdeteksi. Dalam hal ini, diketahui perkembangan usaha pariwisata yang memunculkan usaha penyediaan homestay masih belum terpantau dengan maksimal.

Atas kondisi ini, Bapenda Lombok Timur dengan gencar menyisir kawasan-kawasan yang diduga sebagai tempat berkembangnya usaha pembangunan homestay dengan tujuan agar pengusaha setempat menunaikan kewajibannya bagi daerah berupa pembayaran pajak sebagai modal pembangunan daerah.

Untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan usaha homestay di Lombok Timur, Bapenda menyerap informasi berantai dari pengusaha yang satu pengusaha yang lain dengan tanpa melupakan peranan dari masyarakat juga pada saat melakukan penagihan. Artinya, selain melakukan penagihan, Bapenda juga melakukan pendataan yang selama ini dirasa masih kurang maksimal. Karena, pengusaha homestay memiliki kewajiban membayarkan pajak homestay yang sudah ditentukan pemerintah sebesar 10% dari penghasilan sewa kamar.

Pada saat melakukan penagihan dan monitoring, Bapenda Lotim kerap menerima keluhan dari para pengusaha homestay yang menyebutkan proses perizinan harus lebih disederhanakan. Karena itu, Bapenda Lotim telah melakukan komunikasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk mengurai persoalan yang dikeluhkan pengusaha homestay di lapangan.

Menurut mantan Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Timur ini, kehadiran homestay di Lombok Timur mestinya didukung dengan baik. Sebab, pembangunan homestay tidak merusak lingkungan sebagaimana usaha penambangan, semisal galian C atau yang lainnya. Karena itu, perlu kiranya proses perizinannya bisa disederhanakan. KRISMA AG

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Wagub Amin : H-7, Pengusaha Harus Bayar THR

MATARAM, DS – Tunjangan Hari Raya (THR) menyambut Idul Fitri menjadi hak pegawai yang harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *