Selasa , 4 Desember 2018
Home / Ekonomi / HBK Sayangkan Petani Tembakau Lombok Belum Sejahtera
H. Bambang Kristiono saat berdialog dengan sejumlah petani tembakau di Lotim

HBK Sayangkan Petani Tembakau Lombok Belum Sejahtera

MATARAM, DS – Predikat Pulau Lombok sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau berkualitas sudah kesohor hingga ke berbagai negara. Bahkan setiap tahun, pulau di sebelah timur provinsi Bali itu kerap dikunjungi puluhan petani tembakau dari berbagai negara.

Meski demikian, hingga kini masih banyak petani di wilayah penghasil tembakau di Pulau Lombok seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah, justru belum sejahtera.

Kondisi itu membuat Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra H. Bambang Kristiono (HBK). “Provinsi NTB, khususnya Pulau Lombok itu kesohor akan tanaman tembakaunya, yakni jenis Virginia. Jadi, kalau petani kita belum bisa sejahtera, memang ada tekanan terhadap mereka selama ini,” ujar Bambang menjawab wartawan, Senin (3/12).

Saat ini, produksi benih Tembakau Virginia Lombok mencapai 160 kg per tahun. Sementara kebutuhan benih Tembakau Virginia di Lombok hanya 105 kg per tahun untuk 15.000 hektar lahan.

Dari sisi harga, benih Tembakau Virginia Lombok dihargai Rp 50 juta – Rp 60 juta per kg dengan hitungan 1 kg benih tembakau bisa digunakan untuk 125 hektar lahan.

“Tekanan sektor tembakau yang terus terjadi pada sisi penurunan permintaan produk tembakau, sehingga semakin menyulitkan keadaan petani tembakau,” tegas Bambang.

Menurut caleg nomor urut satu Gerindra Pulau Lombok itu,  sejumlah pengusaha dari berbagai negara di Asia Tenggara yang dikenalnya. Yakni, dari Malaysia, Myanmar, Filipina, Vietnam telah banyak mengirimkan petani mereka untuk belajar melakukan pembibitan tembakau di Training Farm Desa Puyung, kabupaten Lombok Tengah.

Hanya saja, kata HBK, begitu balik belajar dari Pulau Lombok, justru hasil tanaman tembakau mereka bisa mengalahkan produksi petani NTB.

“Jadi, memang hasil produksi tembakau kita belum memenuhi standar. Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah kita untuk bagaimana membuat regulasi, sehingga petani kita bisa sejahtera,” tegas Bambang.

“Pokoknya, kebijakan yang melindungi dan menyejahterakan petani tembakau NTB akan saya perjuangkan dan menjadi konsen saya saat terpilih menjadi anggota DPR RI di Senayan kedepannya,” tambahnya.

HBK melanjutkan, selain memastikan komoditas pertanian yang dihasilkan mampu menyediakan penghidupan bagi jutaan petani, pekerja pertanian, serta keluarga mereka di seluruh dunia.

Ia mencontohkan, India yang dikenal sebagai eksportir tembakau terbesar ke-2 di dunia dan produsen terbesar ke-2. Di negeri itu, sebanyak 46 juta orang terlibat di seluruh rantai pasokan tembakau. Kemudian di Filipina, tembakau menyediakan lapangan pekerjaan untuk hampir 3 juta orang, dan negara memperoleh lebih dari 100 miliar Peso dari pajak cukai tembakau.

“Di Indonesia sendiri, peraturan produk tembakau sudah lebih ketat dibandingkan dengan negara-negara lain. Misalnya, iklan di Indonesia sudah dilarang untuk menampilkan wujud rokok atau bungkus rokok, sedangkan beberapa negara seperti di Jerman dan Amerika masih menampilkan wujud rokok pada materi iklannya,” tandas HBK.

“Tinggal tugas kita menyiapkan regulasi yang melundungi petani, karena pandangan saya, bangsa Indonesia akan bisa sejehtera manakala petaninya meningkat taraf kehidupannya,” lanjutnya. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Jelang Maulid Nabi Muhamad, NTB Pantau Kenaikan Harga

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB Putu Selly Andayani mengatakan, harga beras dengan kualitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *