Rabu , 7 November 2018
Home / Ekonomi / HBK : Belum Ada Upaya Pemerintah Dorong Pertanian Organik
H. Bambang Kristiono

HBK : Belum Ada Upaya Pemerintah Dorong Pertanian Organik

MATARAM, DS- Ketua Badan Pengawas dan Disiplin ( BPD)  Partai Gerindra, H Bambang Kristiono (HBK), menilai saat ini belum ada upaya  yang serius memulai pertanian organik secara massal.  Menurut dia, pemerintah baik pusat dan pemda NTB, terkesan setengah hati mendorong pertanian organik  yang telah terbukti mampu menjadi daya ungkit peningkatan kesejahteraan kaum tani di sejumlah negera-negara maju.

“Kalau serius, mungkin semua (petani) sudah pakai mesin dan alat pengolahan, sehingga satu desa atau kecamatan itu tak perlu pupuk dan obat-obatan kimia dari luar. Ya, sifatnya pendukunglah bukan yang utama kalau diperlukan,” ujar Bambang mejawab wartawan, Selasa (6/11).

Caleg DPR RI dari Partai Gerindra itu, mengajak generasi muda dan kaum milenial di Pulau Lombok untuk menjadi pioner penggerak revolusi pertanian organik  di wilayahnya. Harapannya, di kemudian hari bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya di Indonesia.

Ia menegaskan, kedepan kebutuhan-kebutuhan kongkrit untuk mewujudkan

hal tersebut akan diperjuangkan melalui kewenangan legislasi dan anggaran melalui DPR RI nantinya. “Hal ini harus mulai kita lakukan. Mari generasi muda Lombok, kita bangkitkan semangat revolusi pertanian ini. Dari Lombok, kita berbuat untuk Indonesia tercinta. Dan in shaa Allah, kita bisa,” ungkap HBK.

Bambang mencontohkan, komoditas Kopi di Lombok memiliki keunggulan tersendiri baik varian Robusta, Arabica, maupun Liberica. Namun, produk unggulan ini pada kenyataannya masih sulit menembus ekspor, karena kualitas mutunya yang masih dibawah ambang standar negara-negara maju.

“Kita tidak mungkin bisa ekspor ke luar (negeri), kalau produk komoditi kita masih terpapar residu kimia. Apalagi standar negara-negara maju untuk komoditas yang dikonsumsi masyarakatnya itu sangatlah tinggi, karena mereka sangat peduli dengan kesehatan masyarakatnya. Jadi, solusinya adalah, pertanian organik harus digalakan secara masif di negri ini,” kata HBK.

Menurut HBK, pertanian organik juga bisa menjadi nilai tambah bagi para petani dalam hal efisiensi biaya produksi. Selain itu, pola organik dalam jangka panjang juga bermanfaat untuk mengembalikan tingkat kejenuhan lahan akibat dampak penggunaan pupuk kimia.

“Ini juga bagian dari rehabilitasi lahan karena sudah jenuh akibat pupuk kimia. Maka perlu revolusi organik agar kembali produktif lahannya. Baik lahan pertanian, pertambakan, perikanan dan pantai,” tandasnya.fm

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Gubernur dan Wagub Hadiri Penyerahan Bantuan PT XL kepada Desa Korban Bencana

MATARAM,DS-Dukungan penuh dari Bupati / Walikota, khususnya melalui camat dan kepala desa /kelurahan di wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *