Minggu , 11 Juni 2017
Home / Ekonomi / Hasil Ikan Tangkap Nelayan Lotim Capai 14 Ribu Ton
Nelayan Lotim

Hasil Ikan Tangkap Nelayan Lotim Capai 14 Ribu Ton

SLONG,DS-Sejak tiga tahun terakhir terjadi trend peningkatan hasil perikanan tangkap. Pada tahun 2014 perolehan ikan mencapai 13.786,55 ton, kemudian meningkat menjadi 14.262,47 ton tahun 2015 dan tahun 2016 menjadi 14.315,72 ton.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim, Ir.Sabri, Senin (17/4/17), mengemukakan tangkapan yang terus meningkat disebabkan semangat dan keuletan 16.000 nelayan yang didukung oleh 3.941 unit armada berupa perahu kapal motor (415 unit), perahu motor tempel (3.178 unit) dan kapal motor (354 unit).

Di Lotim terdapat ada 8 TPI (Tempat Penangkapan Ikan), namun yang aktif ada 2 yaitu TPI di Labuhan Lombok dan Tanjung Luar. Sedangkan 6 TPI lainnya (dalam volume kecil) masing-masing Batu Nampar, Labuhan Haji, Tekalok, Labu Pandan, Obel-Obel, Sugian.

Menurutnya nelayan lokal terdapat di Tanjung Luar, sedangkan di Labuhan Lombok, selain nelayan lokal juga terdapat nelayan dari luar pulau yaitu Sulawesi. “Di dalam TPI sendiri ada TPI (Tempat Pelelangan Ikan), seperti halnya di Labuhan Lombok dan Tanjung Luar,” katanya.

Kondisi di Labuhan Lombok sangat memungkinkan adanya pengusaha-pengusaha ikan yang aktivitasnya hingga pengiriman hasil tangkapan ikan ke luar pulau (antar Pulau) bahkan hingga ekspor ke luar negeri. Beberapa jenis ikan tangkapan adalah tongkol, cakalang, layang dan lain-lain. Antara pengusaha dan kelompok nelayan terbuka adanya jalinan kerjasama yang menguntungkan,

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Perikanan Budidaya, Muh.Iqbal, S.Pi., mengatakan beberapa perikananan budidaya terus diupayakan peningkatannya untuk pemuhan dan keragaman komoditas perairan darat, laut dan payau seperti udang, rumput laut, mutiara, ikan kerapu, garam, ikan nila dan ikan lele. Untuk pengembangan ikan air tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim memiliki UPTD BBI di Lenek.

Data produksi yang dirilis Dinas Kelautan dan Perikanan tahun 2016 menyebutkan, potensi perikanan budidaya mencapai 56,02 ton, rumput laut 103.927,40 ton, mutiara 0,42 ton, industry garam 21.000 ton, kerapu 94,34 ton, ikan nila 2.134,14 ton dan ikan lele 115,75 ton.

Asuransi Nelayan
Jumlah nelayan Lotim yang diprediksi mencapai 16.000 orang, namun akan didata kembali untuk mendapatkan kepastian jumlah real pada tahun 2017. Kadis Kelautan dan Perikanan Lotim, M.Tasywiruddin, S.Pi., M.Si., mengemukakan, data ini sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan program bantuan bagi masyarakat nelayan.

Tasywir menjelaskan, untuk Lotim mendapat kuota sebanyak 3.500 nelayan yang akan diasuransikan. Akhir 2016 sudah disosialisasikan secara berjenjang mulai tingkat bawah seperti Penyuluh Perikanan. Menurutnya, jumlah kuota tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan 16.000 orang jumlah nelayan berdasarkan statistik itu. Dari jumlah tersebut, memang tidak semua bisa masuk karena kepesertaan harus sesuai dengan persyaratan yang ada. Beberapa persyaratan menjadi peserta asuransi tersebut maksimal berumur 65 tahun, tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang, armada yang digunakan kurang dari 10 GT.

Besaran nilai asurasi yang diterima oleh peserta adalah : bagi nelayan peserta asuransi yang meninggal dunia akibat prpses sedang melaut akan mendapat santunan sebesar Rp. 200.000.000, kalau meninggal dunia di luar dari itu (meninggal di darat akibat kecelakan) akan mendapat santunan sebesar Rp. 160.000.000, Kalau mengalami cacat total akibat kecelakasn kerja di laut akan mendapat Rp. 100.000.000, apabiila sakit yang diakibat kecelakaan waktu bekerja akan mendapat santunan pengobatan sebesar Rp. 20.000.000.

“Realisasi dari Asuransi ini sudah ada yaitu : seorang nelayan kita dari Labuhan Haji yang meninggal dunia saat melaut dan mendapat santunan sejumlah Rp. 200.000.000,- yang langsung masuk ke rekening yang bersangkutan. Kemudian seorang nelayan dari Sunut Jerowaru yang meninggal dunia akibat kecelakaan di darat, sudah diklaim dan mendapat santunan sebesar Rp. 160.000.000. “Dan ada seorang nelayan kita yang mengalami cedera akibat kecelakaan ketika melaut dan mendapat pengobatan di rumah sakit serta mendapat santunan dana asuransi maksimal Rp. 20.000.000,” papar Tasywir. KUSMIARDI

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Homestay Baru Terus Diradar Bapenda

SELONG,DS-Sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD), satu demi satu terus dipantau Badan Pendapatan Daerah (bapenda) Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *