Kamis , 15 Juni 2017
Home / Ekonomi / Gubernur Masih Khawatir Soal Fluktuasi Harga
Kadis Perdagangan NTB Hj. Putu Selly Andayani saat turun ke pasar tradisional di Kota Mataram guna mengcek harga dan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat selama puasa dan lebaran Idul Fitri

Gubernur Masih Khawatir Soal Fluktuasi Harga

MATARAM, DS – Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)melalui Satgas Inflasi NTB dalam mengantisipasi inflasi menjelang hari raya Idul Fitri nampaknya belum membuat Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi berbangga.

TGB masih khawatir akan fluktuasi naiknya harga barang pada saat dan menjelang hari raya lebaran bisa berlangsung secara tiba-tiba. Apalagi, dengan situasi cuaca akhir-akhir ini.

“Wajarlah, kalau saya minta SKPD terkait memberi perhatian khusus soal fluktuasi harga ini. Dan, bila perlu pejabat yang terkait turun langsung ke pasar-pasar dan gudang sembako guna mengecek langsung kondisi riil dan pasokannya,” tegas Gubernur menjawab wartawan, Rabu (14/6).

Menurutnya, pilar pengendalian harga itu adalah kecukupan stok dan kelancaran distribusi. Oleh karena itu, kondisi riil di lapangan melalui pemantauan di gudang distributor dan pola distribusi yang dilakukan oleh pemasoknya harus pula diperhatikan dengan seksama. “Hal ini agar masyarakat selaku konsumen bisa memperoleh kenyamanan dan kepastian, sehingga permainan harga hingga penimbunan bisa kita hindari kedepannya,” ujar Gubernur.

Terpisah, Anggota Komisi XI DPR RI Eva Kusuma Sundari mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB dalam mengantisipasi inflasi menjelang hari raya Idul Fitri. Antisipasi tersebut dilakukan dengan membentuk Satgas Inflasi yang lebih dahulu ketimbang pemerintah pusat.

Akibatnya, kata Eva, NTB menjadi provinsi yang satu langkah lebih depan ketimbang pemerintah pusat dalam mengantisipasi inflasi. “Ada sistematika yang disiapkan untuk mengendalikan inflasi. Bahkan di NTB sudah one step ahead. Ketika presiden sudah mengumumkan membentuk Satgas Inflasi, di sini sudah dibentuk sejak 3 bulan sebelumnya. Jadi inisiatif daerah mendahului inisiatif nasional. Ini perlu diapresiasi dan faktanya efektif,” ujar Eva Kusuma, saat pertemuan Tim Kunspek Komisi XI ke NTB dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), BPS Provinsi NTB serta Bank Indonesia Perwakilan NTB pada Jumat (9/6) lalu.

Eva mengatakan inisiasi yang baik dari stakeholder dipemprov NTB membuat indeks inflasi di provinsi ini selalu berada dibawah rata-rata inflasi nasional. Keberhasilan ini ditenggarai adanya pola komunikasi yang baik antara Bappeda, BI, TPID serta BPS. Sinergitas yang baik di NTB ini juga melibatkan peran kepolisian sebagai pihak yang berperan dalam menjaga keamanan. Sehingga NTB bisa dikatakan sudah mempersiapkan dengan baik upaya untuk menghadapi inflasi yang terjadi setiap hari raya.

“Dan sudah menjadi skema bahwa menjaga ketersediaan pangan ini bagian dari keamanan, maka polisi juga sudah disiapkan di NTB ini. Kita melihat NTB well prepared ya untuk mengantisipasi inflasi dari akibat hari-hari besar nasional, terutama lebaran,” kata Eva.

Kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga mendapatkan apresiasi karena mampu menekan tingkan inflasi. Sebagaimana diketahui 84 peran kota Mataram cukup signifikan terhadap inflasi regional di NTB. “Kinerja TPID karena indikatornya bisa mengendalikan inflasi mencapai di bawah rata-rata nasional maka kinerjanya bagus dan terutama karena kontribusi sebesar 84 persen dari Kota Mataram terhadap inflasi regional maka ini signifikan sekali,” kata dia.

“Jika Kota Mataram bisa dikendalikan, maka inflasi secara regional juga bisa terkendali. Jadi pola hubungan inflasi antara daerah yang sudah dikenali, sudah diantisipasi juga oleh Pemkot terutama,” lanjut Eva Kusuma Sundari. fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Kini AYAM KUB Bersaing dengan Broiler

SELONG,DS-Ayam KUB ini bukanlah jenis unggas impor, namun pertumbuhannya mirip dengan ayam broiler (potong/pedaging) jenis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *