Minggu , 18 Juni 2017
Home / Ekonomi / DESA SURALAGA Ngebut Bangun Jalan
KADES SURAAGA BERSAMA AMAK YULI, SEDANG DI LOKASI PENGERJAAN JUT YANG SEDANG DIKERJAKAN

DESA SURALAGA Ngebut Bangun Jalan

SELONG,DS-Desa Suralaga dengan 3 program unggulan meliputi pembukaan jalan baru/JUT, pembangunan jembatan dan PAMDes (Pengelolaan Air Minum Desa). Program yang cenderung ngebut itu membawa desa yang inspiratif itu terus menggeliat.

Setelah turunnya UU No.6 tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, Suralaga betul-betul memanfaatkan DD (Dana Desa), baik untuk infrastruktur maupun untuk pemberdayaan. Infrastruktur jalan menyentuh 6 dusun meliputi Gelumpang, Lauk Kul-kul, Telaga Tampat, Gubuk Puntik, Kepah dan Timba Ekek dengan rabat jalan beton (PC) yang bisa menahan beban berat 22 ton, bahkan di antaranya ada jalan lingkar.

Di bawah kepemimpinan H. Jalaluddin Pemdes tidak terpaku dengan DD, ADD dan Dana Bagi Hasil Pajak, namun menjemput sejumlah alokasi dana dari Pemerintah Pusat. Contohnya pada tahun 2016, memeroleh dana P2B dari Pusat sebesar Rp 3 miliar.

Dana tersebut menyasar masing-masing Rp 1,5 M untuk pemberdayaan dan Rp 1,5 M untuk pengadaan dan pembuatan alat pengrajin aneka home industry seperti tahu, kue, mesin huler, pencacah rumput dan mesin jahit yang kemudian dikelola BUMDdes (Badan Usaha Milik Desa).

“Kita sudah mulai bekerja 1,5 bulan sebelum DD tahap I cair. Kalau kita menunggu DD cair baru mulau membangun, sementara masyarakat sangatlah membutuhkan,” katanya.

Ia menilai DD itu sudah pasti adanya sehingga memulai lebih awal (hutang dulu). Setelah DD keluar itulah hutang dibayar. Tidak mengherankan, kini desa tersebut mengerjakan pembukaan JUT yang tinggal kurang dari 100 meter. “Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan jembatan serta pemasangan pipa sejauh 4500 meter (3 inchi) dari sumber mata air dari Kokok Sordang (dekat UPT Pembibitan Ikan Air Tawar) di Lenek untuk Pamdes Desa Suralaga,” papar H.Jalaludin.

Pembangunan pembukaan JUT sepanjang 320 meter dengan lebar 6,5 meter tersebut menelan dana Rp. 687.970.528,. Kata dia, areal JUT ini awalnya merupakan sungai dengan kedalaman 1,5 meter yang kemudian ditimbun tanah sejumlah 1000 mobil dum dengan harga Rp. 200.000/dum.

Tanah untuk timbunan didatangkan dari Dusun Rae Desa Kalijaga Timur, sementara untuk talutnya dari batu cadas Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela.

Sedangkan pembangunan jembatan memerlukan dana Rp 92 jutaan, yang kemudian bersinergi dengan Desa Paok Lombok, masing-masing sama-sama setengah.

“Yang jelas kita dari Desa Suralaga mengeluarkan dana untuk pembuatan jembatan sejumlah Rp 46.411.197,” terangnya. Pekerjaan JUT dan Jembatan diprediksi rampung bulan Juli 2017.

Terkait PAMDes diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sejumlah 2.782 KK atau 8.974 jiwa penduduk. Sementara ini masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dari sumur galian dengan kedalaman hingga 10 meteran.

Karena itu pihaknya berkoordinasi dengan Dinas PU Lotim dan mendapat bantuan untuk pengadaan pipa masing-masing Rp 100 juta untuk tahap pertama dan Rp 200 juta untuk tahap kedua.

Dengan langkah ngebut itu, baik PAMDdes, JUT dan jembatan ditahun 2017 ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.

Menurut Amak Yuli yang mengepalai tukang setempat, JUT usai dikerjakan akhir puasa Ramadhan ini. “Insyaallah dilanjutkan dengan pembuatan jembatan usai Hari Raya Idul Fitri nanti,” cetusnya. kusmiardi

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Hasil Ikan Tangkap Nelayan Lotim Capai 14 Ribu Ton

SLONG,DS-Sejak tiga tahun terakhir terjadi trend peningkatan hasil perikanan tangkap. Pada tahun 2014 perolehan ikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *